Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Mata-mata Aidan


__ADS_3

"Maaf saja tidak cukup, kamu boleh mengikuti kelas saya jika bisa menyelesaikan soal yang akan saya berikan ini." Dosen langsung ke depan dan menulis soal di papan tulis.


Mahasiswa senior yang juga mengulang mata pelajaran itu menjadi cemas. Sang Dosen terkenal suka menunjuk acak mahasiswa untuk menyelesaikan soal. Apalagi yang mereka tahu Aidan bukan lah mahasiswa yang pintar. Aidan terkenal dengan pembuat onar alias badboy.


Dosen selesai menuliskan satu soal dan kembali menghadap ke arah mahasiswanya.


"Aidan, silahkan jawab soal ini," perintah Dosen, semua seperti berada di kursi panas. Aidan yang disuruh, mereka yang khawatir. Aileen menatap wajah Aidan. Namun, Aileen tidak dapat membacanya. Aileen sendiri sebenarnya tahu jawabannya, hanya saja dia seperti biasa tidak mau mencari masalah. Gadis itu tidak mau membuat dunianya semakin tidak tenang.


Aidan masih diam berdiri dan menatap soal tersebut. Salah satu mahasiswa pria mengangkat tangan.


"Saya bisa mengerjakannya, Bu," jawab pria tersebut, dia adalah pria yang mengamati saat Aileen dan Anthony berbicara.


"Siapa nama kamu?" tanya Dosen.


"Saya Andre, Bu," jawab pria itu. Dia juga teman satu angkatan dengan Aileen.


"Silahkan, Andre. Saya tahu kamu tidak akan bisa mengerjakannya, Aidan," sindir Dosen.


Andre berdiri dari kursinya dan mengerjakan soal tersebut. Namun, saat mengerjakannya, Andre menghentikan tangannya untuk menulis.


"Kenapa Andre?" tanya Dosen. Dia memperhatikan jawaban Andre sepertinya salah.


Aidan berdiri ke depan dan mengambil spidol dari tangan Andre. Andre menyingkir ke samping. Aidan memghapus jawaban yang ditulis Andre kemudian menjawab soal tersebut.


Aileen memperhatikan jawaban yang dibuat Aidan dan jawaban Aidan sama dengan pemikiran Aileen. Setelah menyelesaikan soal tersebut, Aidan berjalan menuju kursi yang berada di samping Aileen. Tanpa menunggu perintah Dosen yang menyuruhnya untuk duduk.


Sementara Andre masih berdiri di depan papan tulis. Dosen berdiri dari duduknya dan melihat jawaban dari Aidan.


"Silahkan duduk, Andre," perintah Dosen.


Semua mahasiswa yang ada di ruangan itu menunggu, apakah jawaban yang dibuat Aidan benar? Atau salah? Jika salah, berarti Aidan tidak akan dapat mengikuti mata kuliah.


"Jawaban kamu benar Aidan, kamu boleh mengikuti kelas saya. Kita akan kembali melanjutkan pelajaran. Untuk kamu Aidan, saya tidak mentolerir, jika kamu terlambat lagi," ujar Dosen.


Aidan hanya diam, Dosen kembali melanjutkan pelajaran. Aidan menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Aileen.

__ADS_1


"Boleh, gue pinjam satu buku, loe?" Aidan berbisik kepada Aileen. Meskipun Aidan membawa tas ransel. Namun, dia tidak membawa buku, karena begitu lah Aidan, jika biasanya dia hanya meminta satu lembar kertas kepada orang lain. Berbeda dengan Aileen, dia meminta satu buku.


Aileen ingat dia hanya membawa buku, sesesuai mata pelajaran hari ini. Namun, baru satu yang ditulis karena yang lain belum mulai. Aileen mengeluarkan satu binder dan menyerahkannya kepada Aidan. Beruntung Aileen membawa dua binder. Satu sudah digunakan untuk pelajaran kimia dasar.


"Terima kasih, Ai." Aidan mengedipkan matanya. Dia kemudian mulai menulis, ternyata Aidan kidal, jadi saat menulis tangannya bersentuhan dengan Aileen, membuat Aileen tidak nyaman.


Aileen kemudian menggeser kursinya, sedikit menjauh dari Aidan. Aidan berhenti menulis dan melihat ke arah Aileen. Sebelum Aidan marah, Aileen langsunh berbicara.


"Bang Aidan kidal, jadi pasti tidak nyaman menulis karena terganggu Aileen," ujar Aileen gugup. Padahal dia sendiri yang tidak nyaman harus bersentuhan dengan Aidan.


Aidan tersenyum, dia kembali menarik kursi Aileen agar mendekat ke arahnya.


"Gue baik-baik, aja. Jangan khawatir," balas Aidan.


Aileen tidak mau berdebat, dia hanya pasrah saja saat sesekali mereka menulis, tangan mereka akan bersentuhan.


Anthony memperhatikan kedekatan Aileen dan Aidan.


"Ada hubungan apa mereka? Aileen bukannya berpacaran dengan Atha? Apa Aileen berselingkuh?" batin Anthony. Dia bertanya-tanya kemudian Anthony memfokuskan kembali pandangannya ke papan tulis.


Dosen memberi mereka 3 soal baru untuk dikerjakan. Jika sudah selesai, kumpulkan ke depan dan akan langsung di nilai. Yang lain masih sibuk mengerjakan soal tersebut. Aidan berdiri dan menyerahkan kepada Dosen. Sang Dosen tercengang karena Aidan menjadi yang pertama menyerahkan.


"Saya tidak menyangka kamu ternyata pintar kimia? Lalu kenapa di semester awal, kamu seperti tidak peduli dengan nilaimu?" tanya Dosen.


"Mungkin sekarang, ada yang membuka pikiran saya, Bu." Aidan memandang ke arah Aileen yang masih sibuk mengerjakan latihan tersebut.


"Seharusnya kamu lakukan dari dulu, sehingga kamu tidak perlu mengulang," sindir Dosen.


"Tidak masalah," jawab Aidan.


Dosen menyerahkan buku Aidan dan mempersilahkan Aidan untuk keluar.


"Silahkan keluar, sebentar lagi pelajaran juga berakhir," ucap Dosen.


Aidan berjalan ke arah Aileen, dia tidak berniat untuk keluar duluan tanpa Aileen. Namun, cukup hari ini dia membuat keributan. Aidan tidak mau Aileen sampai berpikir bahwa dia senior yang bodoh dan pembuat onar. Dia harus membuat Aileen tersepona padanya.

__ADS_1


Pria itu mengambil tas dan keluar dari kelas. Semua iri dengan Aidan, sudah datang terlambat, keluar pun paling cepat. Beberapa senior yang juga mengulang mata pelajaran kimia dasar heran dengan perubahan Aidan. Tidak mungkin Aidan berubah dalam satu malam dan menjadi pintar?


Beberapa mahasiwa lain juga mengumpulkan tugas mereka. Dosen menyuruh mereka duduk sambil dia memeriksa. Akhirnya Aileen menyelesaikan latihan tersebut dan menyerahkannya kepada Dosen. Andre juga sudah selesai dan lebih dulu dari Aileen.


Andre keluar dari kelas saat Dosen telah selesai memeriksa tugasnya. Andre melihat Aidan yang menunggu di depan kelas sambil merokok. Andre berjalan dan berdiri di samping Aidan. Aidan mengeluarkan rokoknya dan memberikannya kepada Andre. Andre mengambil satu batang rokok. Aidan menghidupkan mancis dan memberikannya ke rokok Andre.


"Terima kasih, loe mau menjaga Aileen dan meberikan informasi ke gue," ucap Aidan.


"Sama-sama, Bang," jawab Andre. Andre sendiri adalah adik dari teman satu jurusan Aidan. Saat Aidan mengumumkan agar jangan ada yang mendekati Aileen. Andre menawarkan diri untuk menjaga Aileen, tepatnya menjadi mata-mata Aidan.


"Sore nanti, loe boleh ikut ke markas SOS, tanya Beng-Beng lokasinya dimana," lanjut Aidan.


Bambang alias Beng-Beng adalah saudara Andre. Beng-Beng telah bergabung ke dalam geng motor SOS. Makanya Andre juga ingin bergabung ke sana. Namun, meskipun saudaranya anggota geng motor, tidak segampang itu dia akan bisa masuk. Hanya orang-orang tertentu yang boleh masuk.


Andre sendiri merasa beruntung, dia berada di kantin saat Aidan memberikan pengumuman itu, sehingga dia punya kesempatan untuk menarik perhatian Aidan dan bergabung dalam geng motor SOS.


Saat Aileen berbicara dengan Anthony, Andre lah yang mengirim sms kepada Aidan. Jika bukan sms dari Andre, mungkin Aidan lupa jika dia ada kuliah pagi ini. Ditambah lagi informasi Andre yang memberitahu bahwa ada pria teman sekelas mereka mendekati Aileen, tentu saja Aidan yang baru bangun langsung berdiri dan bersiap-siap ke kampus.


Beberapa mahasiswa lainnya keluar, disusul Aileen yang tidak melihat kiri kanan dan langsung menuju tangga. 15 menit lagi untuk jadwal selanjutnya. Aidan yang meilihat Aileen jalan dan sepertinya Anthony mengikuti Aileen.


Aidan menarik kerah baju Anthony dan membuat pria itu tercekik.


"Ah, sakit!" Anthony membalikan tubuh untuk melihat siapa yang menarik kemejanya.


🍒🍒🍒


Ya Ampun Anthony, udah tahu Aileen ada pawangnya, masih juga nekat.


Sambil nunggu up, cus mampir ke karya temanku, ya!



Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2