
"Apa? Jadi tadi itu bang Aidan nembak loe?" Aileen terkejut mendengar ucapan Risa. Aileen menyesal tadi jantungnya sempat berdebar-debar karena Aidan menyatakan perasaan padanya. Sekarang Aileen paham, ternyata itu hanya permainan bagi Aidan. Hanya Atha pria yang baik.
"hss, jangan keras-keras, nanti yang lain dengar." Risa melihat sekeliling, untung mahasiswa lain yang ada di sana hanya untuk lewat menuju kelas mereka.
"Loe, 'kan tahu, fans bang Aidan dan mata-mata, kak Syira banyak. Gue nggak mau nanti dibully," tambah Risa.
"Loe benar," cicit Aileen.
"Udah ah, yuks masuk kelas, nanti terlambat," ajak Risa. Aileen mengikuti Risa kelas mereka seperti biasa terpisah.
*
*
*
Aileen memasuki labor kimia, hari ini dia ada praktek mata kuliah kimia dasar. Di labor mereka dibagi beberapa kelompok, yang terdiri dari 6 orang mahasiswa. Sebelum praktek dimulai, mereka disuruh untuk presentasi dulu yang disebut quiz di depan asisten labor yang terdiri dari beberapa mahasiswa senior. Quiz dilakukan agar mahasiswa yang praktek mengerti teori dulu sebelum praktek dilakukan.
Kelompok Aileen, yang menjadi asisten labornya adalah Syira. Syira yang memang cemburu dengan Aileen mengerjai Aileen. Hanya Aileen yang di suruh presentasi, teman-temannya yang lain hanya sebentar.
"Apa loe, sudah belajar sebelum masuk labor?" hardik Syira.
"Sudah, kak," jawab Aileen. Dia masih berdiri di depan papan tulis. Aileen telah menjelaskan secara singkat materi pelajaran yang akan mereka praktekan, tentang senyawa kimia.
"Lalu kenapa tidak ada yang benar dari yang loe jelaskan? Apa loe nggak tahu, sangat berbahaya masuk labor jika loe nggak tahu teorinya? Loe bisa membahayakan semua orang yang ada di sini. Jika hanya loe saja, tidak masalah, ini menyangkut nyawa orang lain. Salah satu aja, loe dalam mencampurkan zat-zat kimia itu, maka bisa membakar ruangan ini," maki Syira panjang lebar.
Aileen memilin-milin tangannya, dia menahan tangis. Dari tadi Syira hanya menyalahinya. Padahal rumus yang dibuat Aileen sama dengan temannya yang telah melakukan presentasi. Lalu mengapa punya Aileen salah?
Teman satu kelompok Aileen juga tidak berani membantah, meskipun mereka tahu yang dijelaskan Aileen sudah benar. Takut mereka jika membela Aileen maka Syira akan menggagalkan labor mereka. Jangan sampai mereka mengulang lagi tahun depan.
"Maaf, Kak." Hanya itu yang bisa Aileen katakan.
"Keluar loe, belajar lagi. Jika loe udah dapat jawabannya, loe boleh masuk lagi," usir Syira.
Aileen keluar dari ruangan itu, beberapa teman Aileen lainnya ternyata ada juga yang diluar mereka menghafalkan rumus-rumus kimia.
__ADS_1
"Aileen! Loe juga kena usir?" tanya Andre yang sedang menghafal dari modul.
"Iya, tapi menurut gue, yang gue jelasin udah benar, loh," sahut Aileen.
"Masa, sih?" heran Anthony yang juga diusir karena tidak dapat menjawab satu soal yang diberikan asisten labor.
"Benar, ini pas kak Syira periksa soal dari modul yang di suruh jawab." Aileen memperlihatkan soal-soal yang ada di dalam modul, beserta jawaban dari Aileen.
Andre dan Anthony melihat jawaban Aileen. Mereka pun membuka modulnya dan mencocokan jawaban punya mereka dan Aileen. Dari 3 soal dalam modul, punya Andre dan Anthony salah satu pada soal nomor tiga. Dua soal lagi mereka benar dan telah diperiksa asisten labor yang mengawasi mereka. Mereka heran punya Aileen tiga soal tersebut dicoret karena salah. Sementara punya mereka hanya satu yang dicoret.
"Sama jawaban kita nomor satu dan dua, iya, ya kenapa punya loe salah?" bingung Anthony.
Andre paham, Aileen hanya dikerjai Syira karena cemburu. Andre mengambil ponsel di saku celananya dan mengirim pesan ke Aidan. Kasihan juga Andre melihat Aileen.
"Aileen, gue nyontek ya jawaban nomor tiga," pinta Anthony.
"Lihat aja, salah juga, kok," sahut Aileen lemas. Kemana dia harus bertanya lagi untuk jawaban soal ini, jika tidak bisa menjawab dengan benar, dia akan gagal materi hari ini. Semoga saja minggu depan Aileen tidak dapat Syira sebagai pengawas labornya.
Anthony langsung menyalin jawaban Aileen ke dalam modulnya.
"Loe gimana, nggak mau nyontek juga?" tawar Aileen.
"Gue nanti aja, biar masuk bareng loe," jawab Andre.
Anthony keluar lagi, Aileen pikir pasti jawaban Anthony yang menyontek punyanya salah.
"Benar, lihat! Asisten kelompok gue bilang ini benar," ujarnya.
Teman-teman Aileen yang lain yang tidak dapat mengerjakan soal tadi berebut meminjam modul Aileen untuk menyontek. Setelah itu mereka masuk dan tidak keluar lagi. Dapat Aileen simpulkan bahwa jawaban mereka benar.
"Apa kak Syira nggak teliliti memeriksa punya gue, ya?" tanya Aileen.
"Bisa jadi," jawab Andre.
"Eh, gue balik ke dalam lagi, ya. Tadi cuma keluar dengan alasan pena gue ketinggalan di luar," ujar Anthony, dia kembali masuk ke dalam labor kimia.
__ADS_1
Tinggalah Aileen dan Andre. Aileen mencoba mengotak-atik jawaban dari pertanyaan yang ada di modul. Masih sama tetap saja jawabannya itu.
"Aileen!" panggil seorang pria tepat di belakang Aileen. Pria itu berbisik tepat di samping telinga Aileen. Posisi mereka sangat rapat.
Refleks Aileen memutar kepala ke kanan. Ternyata pria itu adalah Aidan. Posisi yang sangat dekat hanya berjarak 3 cm dan tatapan Aidan ke arah bibir Aileen membuat wajah Aileen merona merah.
"Hmm." Andre memberi kode agar kedua orang tersebut tidak lupa diri. Bisa saja Aidan khilaf dan mencium Aileen di luar labor kimia.
Posisi Aileen adalah duduk di lantai, sambil mengerjakan soal dari modul kimianya. Aileen memutar kembali kepalanya ke arah depan setelah sesaat dia pun terpaku dengan wajah tampan Aidan. Jika bukan karena kode dari Andre, tidak ada yang tahu apa yang mereka pikirkan.
"Bang Aidan kenapa ada di sini?" tanya Aileen gugup.
"Aku hanya memberikan bantuan kecil buat calon pacar," ujar Aidan tanpa rasa malu.
"Dasar playboy,' gerutu Aileen. Bagaimana bisa Aidan tidak tahu malunya menyatakan perasaan kepada Aileen, tapi juga menembak Risa. Padahal Aidan tahu Risa dan Aileen berteman.
Apa benar karena taruhan dengan temannya? Seperti yang dikatakan Risa?
"Aileen tidak butuh bantuan, Aileen bisa mengerjakannya sendiri," jawab Aileen.
Terlambat Aidan telah lebih dulu mengambil modul yang dipegang Aileen. Dengan santai Aidan melihat jawaban Aileen dan itu memang benar.
"Sudah benar," sahut Aidan. Dia mengembalikan modul kepada Aileen dan Aileen menerimanya dengan kesal.
Syira keluar dari labor untuk melihat apakah Aileen telah mengerjakan soal dengan benar. Meskipun jawaban Aileen memang benar. Mungkin dia akan menyuruh Aileen masuk karena dia telah puas mengerjai Aileen.
"Ai!" ucapan Syira tercekat ditengorokan saat melihat Aidan.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad