
"Ajak saja," ujar Aidan karena dia ingin mengajak seseorang.
"Eh, kenapa?" tanya Syira heran, begitu juga Risa dan Andri yang melihat ke arah Aidan.
"Gue akan mengajak seseorang." Aidan mengambil KRSnya dan meninggalkan mereka dengan bengong.
"Eh, loe mau kemana?" tanya Andri.
"Gue tunggu di bioskop, aja!" teriak Aidan tanpa mempedulikan Andri dan yang lainnya.
Syira kesal dan bertanya-tanya siapa yang akan dibawa Aidan? Risa pun penasaran siapa yang akan dibawa Aidan?
"Ya udah, loe udah hubungi Hanan, Ra?" tanya Andri kepada Syira.
"Ini gua mau kirim sms ke Hanan," balas Syira. Dia langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan ke Hanan. Tadinya Syira tetap tidak akan mengajak Hanan, berharap Aidan membonceng dirinya nanti saat ke bioskop. Namun, hal itu buyar karena Aidan meninggalkannya dan akan mengajak seseorang.
"Ya, udah gue ke parkiran dulu, ayo Sa," ajak Andri.
*
*
*
"Gue kira loe udah pergi," ujar Aidan begitu sampai di depan Aileen. Dia sengaja langsung ke sini karena takut Aileen pergi begitu saja. Sementara Aidan sudah beberapa hari tidak ketemu gadis ini. Rindu, tentu saja, Aidan ingin mendengar suara lembut Aileen.
"Gimana mau pergi, KRS Aileen, 'kan masih sama Abang. Mana KRSnya." Aileen mengulurkan tangan meminta KRSnya agar segera dikembalikan. Cukup lama Aileen mengulurkan tangannya. Namun, KRS belum juga diberikan.
"Nanti gue balikin, sekarang loe temani gue, oke." Tanpa menunggu jawaban Aileen, Aidan langsung menarik tangan Aileen agar mengikutinya.
"Eh, Aileen nggak bisa, Bang," tolak Aileen, berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Aidan. Aileen merasa seperti sedang diculik saja.
Aileen juga berusaha menutupi wajahnya agar tidak ada yang melihat dia bersama Aidan. Bisa-bisa dia akan dibully lagi oleh fans fanatik Aidan dan menjadi bulan-bulanan mereka.
Aileen adalah tipikal gadis baik-baik yang naif, yang tidak ingin mencari masalah. Hidup Aileen sangat teratur, dia tipe yang mengikuti aturan dan tidak akan pernah melanggar aturan. Makanya Aileen sedikit kaku.
__ADS_1
"Ya udah, KRS loe nggak gue kembalikan," cuek Aidan. Dia melepaskan tangan Aileen dan berjalan ke arah parkiran.
"Nggak bisa gitu dong, Bang." Aileen tidak terima dengan perlakuaan Aidan. Dia menarik tangan Aidan agar memberikan KRSnya. Aidan justru kembali berjalan dengan tangan Aileen yang masih memegang tangannya.
"Apa loe suka menjadi pusat perhatian?" Aidan menghentikan langkahnya dan berdiri di hadapan Aileen dengan masih menggenggam tangan Aileen.
Perkataan Aidan membuat Aileen sadar, jika semakin dia melawan maka semakin banyak yang memperhatikan mereka.
"Sebaiknya loe nurut sama gue." Aidan kembali berjalan menuju parkiran. Dengan terpaksa Aileen mengikuti dari belakang.
"Emang mau kemana, Bang?" pasrah Aileen. Dia memperhatikan KRSnya yang masih di pegang Aidan di tangan kirinya. Aileen berpikir untuk merebut KRS itu secara paksa dan melarikan diri.
Aileen terus memperhatikan gerakan tangan kiri Aidan. Aileen perlahan mencoba mengambil kertas itu dari Aidan. Saat tangan Aileen telah hampir mendapatkan kertas, Aidan tiba-tiba berhenti dan mengangkat tangan kirinya.
"Apa loe mencoba mencuri kertas ini," tunjuk Aidan.
"Aileen tidak mencurinya, Bang. Tapi itu memang milik Aileen." Aileen membela diri.
Bagaimana mungkin Aidan justru menjadikannya pencuri, padahal itu KRSnya sendiri.
"Tapi ini di tangan gue, jadi milik gue, lah," ujar Aidan seenaknya.
"Loe ngomong apa?" bisik Aidan tepat di telingan Aileen.
"Eh, nggak ada," bohong Aileen.
Aidan memasangkan helm di kepala Aileen. Biasanya Aidan tidak pernah membawa helm cadangan. Entah kenapa dia memang sengaja membawa helm tambahan, berharap bertemu Aileen dan mengantarnya pulang.
"Eh, Aileen, 'kan belum setuju," tolak Aileen, dia melepaskan helm. Namun, ditahan oleh Aidan. Aidan memperhatikan sekeliling dan berbisik kepada Aileen.
"Kalau loe, lepas helmnya, gue akan cium loe di sini?" bisik Aidan. Dia hanya menakut-nakuti Aileen. Aidan masih punya hati tidak mungkin dia mencium seseornag di depan umum. Aileen langsung menghentikan tangannya yang telah siap melepaskan helm, dia kembali memasang helm tersebut dengan rapi.
"Naik atau mau gue gendong agar loe naik?" ancam Aidan. Dengan cepat Aileen menaiki motor Aidan.
"Emang kita mau kemana?" pasrah Aileen.
__ADS_1
"Ada, deh ikut aja." Aidan melajukan motor dan keluar dari gerbang kampus.
Aidan melajukan motor dengan santai, bahkan saking santainya tidak akan ada yang menyangka bahwa dia adalah seorang pembalap. Bahkan mungkin kura-kura yang berjalan pun lebih cepat dari motor Aidan.
Aileen sendiri heran, kenapa Aidan melajukan motor sepelan siput berjalan. Bukankah, Aidan ketua geng motor? Tentu sangat biasa untuk membawa motor dengan kencang dan ugal-ugalan.
Motor akhirnya berhenti di sebuah ampera sederhana. Bangunan tempat makan iti hanya berupa pondok kecil. Aileen bingung ternyata Aidan mengajaknya makan. Satu sisi Aileen lega karena Aidan tidak mengajaknya ke tempat yang aneh-aneh.
"Gue lapar, jadi kita makan dulu," ajak Aidan. Dia langsung memasuki ampera sederhana tersebut. Meskipun tempatnya kecil, tapi banyak orang yang makan di sana. Mungkin masakan pemilik warung sangat enak karena yang makan di sana sangat ramai. silih berganti mereka yang keluar masuk untuk makan.
Aileen mengambil uang di saku celananya. Kalau tidak salah dia tidak membawa uang lebih karena rencana Aileen setelah mengisi KRS, dia akan langsung pulang jadi makan siang di rumah. Lumayan menghemat uang jajan mingguannya.
Aileen berencana menabung dan jika cukup, suatu saat dia ingin ke Bandung untuk bertemu Atha. Walaupun, belum tentu dapat izin papanya. Itu hanya rencana Aileen saja. Setidaknya, jika Atha libur semester, Aileen akan mengajak Atha jalan-jalan ke luar kota, mungkin ke Solok maupun Painan. Perjalanan sehari saja, tidak menginap. Bisa dicoret dari daftar keluarga kalau Aileen sampai menginap. Aileen tersenyum saat membayangkan itu semua.
Aidan memperhatikan Aileen yang masih berdiri di samping motor. Pria itu kemudian menarik tangan Aileen untuk masuk ke dalam. Aileen kembali menarik tangannya.
"Aileen tunggu di parkiran aja, Bang," tolak Aileen. Gadis itu tidak mungkin mengatakan bahwa uangnya hanya cukup untuk ongkos pulang. Bisa-bisa terjadi kejadian saat di Strawberry on the shorcake lagi. Aidan mengambil uangnya dan memaksa Aileen jalan kaki. Panas-panas gini jalan kaki, bisa-bisa gosong Aileen di jalan.
Aidan mengabaikan perkataan Aileen, dia tetap membawa Aileen ke dalam dan mencari tempat duduk untuk mereka.
Suasana di dalam ampera tersebut sangat ramai. Beruntung mereka masih kebagian tempat duduk. Mau tidak mau Aileen terpaksa duduk.
"Loe mau makan apa?" tanya Aidan.
"Oh, Itu Aileen masih kenyang," tolak Aileen.
🍒🍒🍒
Sambil nunggu author up. Yuks mampir ke punya temanku, yang pastinya seru bangat !
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad