Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Awkward


__ADS_3

"Eh, siapa yang datang itu?" Andri dan Aidan melihat keluar, sebuh taxi memasuki halaman rumah Aidan.


"Tumben, loe kedatangan tamu banyak hari ini," ledek Andri.


"Gue nggak ngangap loe tamu gue," sarkas Aidan.


Taxy berhenti, keluar seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Dia berlari ke arah Aidan dan memeluknya. Aidan bingung anak siapa ini?


Andri melihat Aidan dengan tatapan menuduh.


"Loe punya anak?"


"Enak aja Loe." Aidan melepaskan gadis cilik itu dan jongkok. Namun, Aidan berdiri kembali saat melihat pria yang keluar dari taxy dan di susul seorang wanita.


"Aidan apa kabar?" sapa wanita itu. Aidan hanya diam.


"Aidan, mama menanyakan kabar kamu, tuh," tegur si pria.


Andri paham yang datang adalah orang tua Aidan.


"Alia, udah salam sama Abang?"


Gadis kecil itu tersenyum dan mengulurkan tangannya. Aidan tidak membalasnya. Dia justru mengabaikan perempuan kecil itu. Andri langsung menerima uluran tangan gadis bernama Alia itu.


"Hi Alia, saya Andri, teman Abang kamu. Senang berkenalan dengan kamu." Andri tahu gadis kecil ini adalah adik Aidan dari ibu sambungnya.


"Wen, ambil ini." Adrian, ayah Aidan menyerahkan tas kecil kepada istrinya itu.


"Kenapa kalian ke sini?" bentak Aidan.


Aileen yang heran karena Aidan dan Andri tidak kembali masuk, akhirnya keluar dan melihat situasi. Aileen melihat ada tamu yang datang.


"Aidan, kenapa kamu bertanya seperti itu kepada kami?" Adrian membayar taxi dan membawa koper mereka.


"Karena Aidan, nggak suka papa membawa wanita itu?"


Aileen melihat ke arah wanita itu. Apakah itu ibu tiri Aidan? Karena Aidan tadi sempat memberutahu bahwa ibunya telah meninggal.


"Dia mama kamu sekarang, Aidan," bentak Adrian.


Aileen berdiri di samping Aidan dan tanpa sadar, mengusap tangan Aidan, agar emosi pria itu mereda.


Weni, ibu sambung Aidan ragu untuk melangkah. Dia cukup tahu diri, jika Aidan masih belum bisa menerimanya. Padahal dia menikahi Adrian setelah Adrian menduda selama 3 tahun. Aidan pergi dari Jalarta dna memilih tinggal di kampung ibunya, sejak saat itu Aidan tidak pernah pulang.

__ADS_1


Weni selalu membujuk suaminya untuk mengunjungi Aidan. Namun, Adrian sama keras kepalanya dengan putranya. Baru setelah Alia berumur 5 tahun, akhirnya Adrian mau juga mengunjungi Aidan. Alasan Weni adalah Alia harus kenal dengan saudara laki-lakinya. Weni selalu memperkenalkan Aidan lewat foto kepada Alia.


"Mama Aidan hanya satu dan Aidan juga tidak menerima pengkhianat seperti Papa." Aidan menarik tangan Aileen untuk masuk rumah. Aileen menghentakan tangan, Aidan melihat Aileen.


"Saya tahu, Mama kamu cuma satu dan saya tidak bisa menggantikan mama kamu. Kamu boleh memanggil saya Tante. Tapi, kamu tidak bisa mengabaikan bahwa kamu memiliki adik," ucap Weni.


Aileen menjadi kasihan dengan ibu sambung Aidan itu. Di mata Aileen sepertinya wanita itu baik. Gadis itu melihat gadis kecil yang masih berdiri dengan bingung karena tidak mengerti situasinya seperti apa.


"Aidan, gue akan antar Aileen pulang," putus Andri, mereka seharusnya tidak ada di sini.


Aileen melangkah untuk pergi dari situasi canggung ini.


"Kami pamit, Om, Tante," ucap Aileen. Kemudian gadis itu jongkok dan menatap Alia. "Gadis cantik, Kakak pulang dulu, ya. Lain kali kita main, oke." Aileen menunjukan jari kelingkingnya. Si gadis kecil tersenyum dan memberikan jari kelingkingnya.


Kemudian Aileen dan Andri menuju motor. Andri melajukan motor dan membawa Aileen keluar dari rumah Aidan.


"Dimana rumah loe?" tanya Andri.


"Di Ampang, Bang." Andri melajukan motor ke arah rumah Aileen.


Andri terus melajukan motor dengan panduan Aileen menuju rumahnya. Tidak lama mereka akhirnya sampai di rumah Aileen. Rumah sederhana dengan taman kecil yang ditumbuhi bunga kamboja yang tersusun dalam pot. Di taman itu juga terdapat rumput yang dirawat rapi.


"Bang, singgah dulu, ya?" tawar Aileen. Bukan hanya karena harus beramah-tamah, tapi karena Aileen ingin tahu tentang Aidan dan ayahnya.


"Sekalian Aileen ingin tahu sesuatu, Bang," mohon Aileen.


"Baiklah!" Andri turun dari motor dan membuka helmnya.


Mereka memasuki rumah Aileen. Gadis itu mempersilahkan Andri duduk. Aileen meninggalkan Andri. Dia ke dapur untuk membuatkan minuman.


"Uni udah pulang?" tanya Aiko yang tengah nonton di ruang TV.


"Eh, ada Aiko, buatin minum, untuk teman Uni, ya?" bujuk Aileen.


"Bang Atha?" terka Aiko.


"Bukan, udah buat cepat sana, ntar kelamaan ditinggal sendiri lagi."


Aiko berdiri dengan malas, tapi tetap saja dia melakukan perintah Aileen. Aileen kembali ke ruang tamu.


"Bang, Aileen mau tanya, ada apa dengan hubungan bang Aidan dan papanya?"


"Kalau menurut gue, Aidan hanya tidak rela papanya menikah lagi. Makanya sejak papanya menikah Aidan pindah ke sini dna nggak pernah balik lagi ke Jakarta. Dia menganggap papanya menghkniati ibunya. Padahal menurut gue wajar jika pria setelah 3 tahun menduda menikah lagi," ternag Andri.

__ADS_1


Aileen paham situasinya. Aiko datang membawa minuman dan cemilan. Andri memperhatikan wajah Aiko yang tidak kalah cantik dengan Aileen.


"Silahkan diminum, Bang," tawar Aiko. Aiko tersenyum melirik Aileen. Adik Aileen menyangka Andri pacar baru Aileen. Tapi bagaimana dengan Atha? Nanti Aiko akan mencari tahu dengan bertanya langsung kepada kakaknya itu. Aiko pergi dari ruang tamu.


"Bang, kita harus membantu bang Aidan agar sadar dan menerima mama dan adik tiirnya itu," usul Aileen.


"Gue juga pikir gitu, tapi Aidan itu keras kepala." Andri meminum tehnya.


"Nanti Aileen juga coba bujuk deh, Aileen boleh minta nomor telepon rumah dan ponsel bang Aidan?"


"Gue Nggak bisa sembarang ngasih nomor dia, eh tunggu, loe udah pacaran sama Aidan?" Andri ingat posisi Aidan dan Aileen tadi. Aileen tersipu malu dan menganggukan kepala.


"Kalau gitu gue kasih, deh."


Aileen mengambil kertas dan pena yang ada di bawah meja. Andri membacakan dan Aileen mencatat nomor telepon rumahbdan ponsel Aidan.


Setelah cukup lama mengobrol membahas bagaimana cara menyatukan Aidan dan papanya. Andri pamit pulang.


"Aileen, Gue pamit pulang, ya!" Andri berdiri, dia melangkah keluar. Namun, dia sempatin untuk mengintip Aiko, berharap Aiko keluar lagi.


"Kenapa, Bang?" heran Aileen.


"Eh, nggak ada. Yang ngantar minum adik loe?"


"Iya. Aiko. Baru kelas 1 SMA," jawab Aileen.


"Udah punya pacar belum?" tanya Andri secara gamblang. Aileen melotot.


"Nggak tahu juga. Lagian dia baru kelas 1 SMA, nggak boleh pacaran sama Papa," ternag Aileen tanpa diminta Andri.


"Oh, SMA mana?"


"Kok jadi malah nanya-nanya Aiko, Bang? Pulang sana, udah gelap itu," usir Aileen.


Andri dengan berat hati melangkah pergi dan melajukan motor dengan pelan.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad

__ADS_1


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2