
Setelah mengantarkan minuman untuk Aileen. Aidan melirik jam tangannya, jadwal kuliah selanjutnya telah mulai. Namun, bukannya menuju kelas Aidan justru menuju kantin. Saat memasuki kantin, Aidan bertemu dengan Andre. Pria teman sekelas Aileen itu memang ditinggalkan Aidan tadi di kantin saat dia mengantarkan minuman untuk Aileen.
"Loe masih di sini?" tanya Aidan.
"Ini mau balik ke kelas, Bang," jawab Andre. Dia berdiri dari kursi.
Aidan menuju meja kasir.
"Bu, Aidan titip ya. Jika Aileen makan biar Aidan yang bayar. Ibu hitung aja." Aidan menyerahkan uang seratus ribu rupiah.
"Ibu nggak tahu orangnya yang mana?" protes ibu pemilik kantin, sambil menyerhakan kembali uang Aidan.
"Nanti Aidan beri kode yang mana orangnya," balas Aidan.
"Oke, deh. Nanti ibu catatkan berapa sisanya. " Si ibu memgambil uang yang di serahkan Aidan.
"Pokoknya, Aidan yang bayarin makan atau jajan Aileen tiap hari, Bu. Ibu tinggal catat aja berapa yang harus Aidan bayar," ujar Aidan.
"Sip, deh. Deal," sahut si Ibu sambil menyalami tangan Aidan. Si ibu jadi penasaran dengan gadis bernama Aileen itu. Karena tidak biasanya Aidan seperti itu. Makan bareng cewek aja, jarang sekali. Adapun yang menemani Aidan makan, si cewek yang mendekati adalah Syira.
"Berapa, Bu?" Andre menghampiri ibu pemilik untuk membayar minumannya.
"Lima ribu," jawab si ibu.
Andre mengambil dompet di saku celananya dan bersiap membayar. Namun, tangan Andre dicegah Aidan.
"Biar gue yang bayar. Loe udah nolongin gue." Aidan mengambil uang lima ribu rupiah dari saku celananya dan menyerahkannya kepada ibu kantin.
"Eh, nggak usah, Bang," tolak Andre. Diajak bergabung dalam geng motor SOS saja Andre sudah sangat senang dan merasa bangga karena tidak semua atau tidak sembarang orang bisa masuk geng motor itu. Segan Andre jika belanjaannya juga harus dibayarkan Aidan.
"Nggak pa-pa, santai aja," sahut Aidan sambil menepuk pundak Andre. Ibu kantin mengambil uang tersebut. Si ibu benar-benar merasa Aidan berubah dan dia menjadi royal. Setahu ibu kantin, Andri yang teman dekat bisa dikatakan sahabatnya saja sangat jarang ditraktir.
"Terima kasih, Bang. Andre ke kelas, ya," pamit Andre. Dia merasa Aileen adalah gadis yang beruntung disukai Aidan.
"Titip Aileen, ya!" ujar Aidan.
"Siap, Bang!" Andri memberihormat ala militer. Kemudian meninggalkan kantin.
"Nak Aidan, nggak ada kuliah hari ini? Atau lagi bolos, ya?" tuduh ibu kantin karena memang biasanya Aidan sering bolos dan sudah biasa nonkrong di kantin.
"Oh, iya. Aidan ke kelas dulu, Bu!" pamit Aidan. Dia juga keluar dari kantin menuju kelas selanjutnya.
*
*
__ADS_1
*
Jam kuliah telah berakhir, Aileen menyusun bukunya. Dia belum berani keluar takut bertemu Aidan. Semua mahasiswa telah keluar dari kelas. Andre pun heran karena Aileen belum juga keluar.
"Nggak istirahat Aileen?" tanya Andre, saat melewati bangku Aileen. Andre berhenti sejenak.
"Iya, nunggu Risa dulu," jawab Aileen.
"Apa nggak sebaiknya, loe yang nyamperin Risa? Kelasnya di sebelah, 'kan?" saran Andre.
"Oh, itu--." Aileen ragu karena takut di luar ada Aidan maupun gadis-gadis fans Aidan.
"Yuks, bareng gue aja ke kelas Risa," tawar Andre. Dia seperti paham. Wajar jika Aileen trauma setelah diperlakukan secara jahat oleh senior.
"Ya udah." Aileen berdiri dari kursinya dan mengikuti Andre. Mereka ke kelas Risa. Namun, Aileen lihat Risa tidak ada, ternyata Risa sudah keluar duluan dan tidak menunggu Aileen.
"Risa mana, Ce?" tanya Aileen kepada teman satu angkatannya yang bernama Cece.
"Risa udah keluar begitu kuliah selesai," jawab Cece.
"Ya udah, kita susul aja," ajak Andre.
"Makasih ya, Ce." Aileen berjalan keluar bersama Andre. Aileen kecewa Risa tidak menungguinya. Untung Andre mengajaknya, jika tidak pasti Aileen akan menunggu terus di kelas dan bisa-bisa dia melewatkan makan siangnya.
Andre melihat Risa yang telah berjalan di depan mereka bersama para pria teman sekelasnya.
"Risa!" panggil Aileen. Dia mengejar Risa.
Risa mendengar seseorang yang memanggilnya dan menoleh ke belakang. Saat tahu bahwa yang memanggilnya adalah Aileen. Risa mengabaikannya. Risa melihat Aidan yang baru turun dari gedung sebelah. Risa menghentikan langkah kakinya.
"Kalian duluan, aja," ucap Risa kepada teman-temannya. Risa membalikan tubuh, bertepatan dengan Aileen yang telah berada di depannya.
"Risa, kenapa ninggalin Aileen?" tanya Aileen polos. Dia kecewa saat Risa menoleh, kemudian mengabaikannya.
"Maaf Aileen, gue buru-buru, mau ke toilet dulu," bohong Risa. Padahal karena dia melihat Aidan yang sepertinya akan menghampiri Aileen. Risa harus menjauhkan Aidan dari Aileen.
"Oh, gue pikir loe ninggalin gue," ucap Aileen dengan perasaan bersalah karena sempat berpikiran buruk terhadap Risa.
"Nggak lah, gue kan udah janji," ucap Risa.
"Bang Aidan!" panggil Andre saat melihat Aidan berjalan menghampiri mereka bersama Andri.
"Aileen, loe baik-baik aja, kan?" tanya Aidan tanpa menghiraukan Andre. Pandangan matanya langsung tertuju kepada Aileen.
Aileen yang takut langsung mengajak Risa pergi.
__ADS_1
"Ayo, gue temanin ke toilet," ajak Aileen. Dia langsung melingkarkan tangannya di lengan Risa.
"Eh, nggak jadi, mending kita ke kantin aja," tolak Risa. Aileen memberi lirikan agar Risa menurutinya. Sebenarnya Risa ingin memperlihatkan kepada Aidan bahwa dia akrab dengan Aileen. Jadi jika Aidan ingin mendekati Aileen, dia harus mendekati Risa dulu. Siapa tahu perasaan Aidan bisa berpaling kepadanya.
"Tapi gue juga mau ke toilet, Sa," rayu Aileen.
"Gue aja yang temanin," tawar Aidan. Dia bersiap menarik tangan Aileen.
"Eh, biar Risa aja, Bang." Risa langsung membawa Aileen menuju toilet.
Aidan dan yang lain hanya bengong.
"Yuks ke kantin," ajak Andri. Fix Andri telah menyadari bahwa Aidan benar-benar menyukai Aileen karena dia tidak pernah melihat Aidan memperlakukan wanita seperti dia memperlakukan Aileen. Meskipun terlihat jelas bahwa Aileen tidak menyukai Aidan bahkan terkesan takut dengan Aidan.
"Yuks, Bang," timpal Andre.
"Loe siapa, sok akrab gitu? Dasar Maba pencari perhatian," ejek Andri. Dia tahu bahwa Andre adalah salah satu mahasiswa baru.
"Andre, Bang," jawab Andre, dia bersiap mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Andri. Namun, Andri mengabaikannya.
"Dia adiknya, Beng-Beng. Yuks lah ke kantin." Aidan berjalan meninggalkan Andre dan Andri.
Mereka langsung mengejar Aidan. Andri mencoba merangkul bahu Aidan.
"Apaan, sih." Aidan melepaskan rangkulan Andri. Mereka sampai di kantin, di sana ternyata telah ramai, beruntung beberapa mahasiswa telah selesai makan.
Hanan dan Syira juga telah berada di sana.
"Aidan!" panggil Syira sambil melambaikan tangan.
Aidan melirik sekilas, akan tetapi Aidan mengabaikannya. Pria itu justru menuju meja yang baru saja ditinggali mahasiswa yang keluar tadi.
"Maaf, Bang kami sudah duluan menunggu meja ini." Salah satu mahasiswa baru perempuan dan teman-temannya ternyata telah berada di samping meja. Menunggu karyawan kantin membersihkan meja tersebut.
🍒🍒🍒
Note : MaBa \= Mahasiswa Baru
Kira-kira Aidan mau nggak ya, mengalah kepada gadis-gadis itu?
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad