
Andri memarkir motornya di depan gerbang sekolah Aiko. Pria itu menunggu sambil merokok. Beberapa siswa telah keluar satu persatu. Mereka memperhatikan Andri, tentu saja mereka akan meliirk ke arah Andri, terutama kaum perempuan. Mereka berbisik-bisik, kemudian tertawa dan tersenyum saat pemuda itu melihat mereka. Apalagi pemuda itu berdiri sambil menyandar ke motornya. Sebenarnya para perempuan itu lebih tertarik dengan motor bagus Andri, sedangkan wajah Andri tidak terlalu tampan. Hanya saja dia memiliki karisma tersendiri.
Para gadis-gadis SMA tersebut sangat kelihatan tebar pesona kepada Andri. Rebecca dan gengnya melihat kedatangan Andri. Di motor pria itu terdapat bunga yang dirangkai indah.
"Lihat, bukankah dia pria yang bersama Aiko?" ujar Clara, salah satu anggota geng idola.
Mereka menghentikan langkah di seberang Andri. Rebecca yang memang sudah melihat keberadaan Andri hanya diam dan dalam hati cemburu, kenapa Aiko bisa mendapatkan pria seperti Andri.
"Dia pakai jaket SOS, apakah dia anggota geng motor itu?" timpal Jia.
"Wah, jika benar cowok itu adalah pacar Aiko. Bian bukan apa-apa, Bec. Loe kalah pamor kalau gitu," sindir Clara. Dia masih menatap ke arah Andri.
"Ngeri pacar Aiko, anak kuliahan, geng motor pula." Jia berdecit kagum.
"Iya. Jauh main si Aiko ternyata, kirain dia naksir Bian," tambah Clara.
Ucapa dua temannya membuat darah Rebecca menindih. Masa dia yang cewek idola tidak bisa mendapatkan cowok seperti Andri. Apa bagusnya si Aiko dibandingkan dia, Rebecca lebih segala-segalanya dari gadis itu. Aiko malahan seperti gadis yang tidak terlalu terlihat dan menonjol.
Aiko keluar bersama temannya, dia tidak memperhatikan bahwa Andri menunggunya. Gadis itu berjalan melewati Andri. Pria itu menghadang Aiko dengan memberikan bunga dengan posisi masih menyandar di motor. Aiko tidak peduli dengan bunga itu, malahan gadis manis itu tidak melihat ke arah Andri sedikitpun. Andri terpaksa menarik tangan Aiko agar gadis itu berhenti. Mau tidak mau Aiko melirik ke arah Andri.
Aiko menutup mulut karena terkejut, mengapa Andri bisa ada di sekolahnya?
"Rin, loe duluan, deh," usir Aiko kepada temannya.
"Bang Andri? Kenapa bisa ada di sini?" Aiko langsung bertanya tanpa basa-basi.
"Buat loe." Andri menyerahkan buket bunga kepada Aiko.
"Eh, kenapa ini buat Aiko?" Gadis itu bingung, dan masih belum menerima bunga tersebut. Andri akhirnya mengambil tangan Aiko dan menyerahkan bunga itu kepadanya.
"Terus buat siapa? Owh buat teman loe yang ketemu di cafe aja kali, ya?"
Aiko melihat ke arah pandang mata Andri dan benar saja Rebecca dan gengnya sedang berada di seberang mereka.
"Buat Aiko aja, terima kasih." Aiko mendekap bunga di dadanya.
"Ah, gue cemburu!"
Aiko melihat ke arah Andri karena bingung dengan kalimat yang dilontarkan oleh pria itu.
__ADS_1
"Cemburu? Sama siapa?" Aiko melihat Andri dengan bingung.
"Sama bunga," jawab Andri asal.
Aiko melihat bunga yang tengah dipeluknya.
"Kenapa?" tanya Aiko.
"Karena bisa dipeluk sama loe." Andri tersenyum menunggu reaksi Aiko.
Mata gadis itu membulat, seolah-olah akan keluar dari sangkarnya. Kemudian Aiko mencubit Andri. Pria muda itu terlonjak kaget karena tidak menyangka Aiko akan mencubit pinggangnya.
Aiko tidak tahu jika, Bian juga lewat dan memperhatikan mereka. Bian berhenti untuk melihat. Siapa saja yang melihat interaksi Aiko dan Andri pasti menyangka mereka sangat romantis.
"Kenapa?" tanya teman Bian. Saat melihat pandangan Bian tidak putus kepada Aiko dan Andri.
"Kenapa, apa?" Bian memalingkan wajah dan melihat ke arah temannya itu.
"Aiko! Loe nggak nyesal, 'kan mengabaikan dia?" sindir teman Bian.
"Ngapain gue mesti nyesal." Padahal dihati Bian dia sedikit kesal karena sekarang Aiko memiliki pacar yang lebih dari dia.
"Oh, kirain!" sindir teman BIan.
Wajah Aiko memerah karena rayuan receh dari Andri. Tangan Andri memegang tangan Aiko yang tadi mencubitnya. Sentuhan itu membuat Aiko sadar, gadis itu memandang ke arah Andri dan melepaskan tangannya.
"Ayo, gue antar pulang!" ajak Andri. Pria itu memasangkan helm ke kepala Aiko. Perlakuan Andri membuat perasaan Aiko menjadi aneh. Jantungnya berdetak dengan cepat.
Andri menaiki motornya dan memberi kode kepada Aiko untuk segera naik. Gadis itu masih melamun. Aiko akhirnya naik dan Andri melajukan motor dengan santai.
Teman-teman sekolah Aiko yang melihat kejadian itu sangat terkejut. Mereka tidak menyangka, jika ternyata Aiko memiliki pacar anak kuliahan. Ya, gosip Aiko menyukai Bian telah menyebar di sekolah. Aiko dipermalukan karena dia telah mengirim surat cinta kepada Bian.
Siapa sangka surat itu akan tersebar dan mempermalukan Aiko. Beberapa siswa perempuan menganggap Aiko gadis yang tidak tahu diri karena berani menyatakan cinta kepada Bian. Apalagi Rebecca dan gengnya, selalu membuat hidup Aiko di sekolah menjadi lebih sengsara lagi.
Motor Andri melaju sedikit pelan karena kepadatan jalan di sekitar sekolah. Biasa jam segini adalah jam macet. Setelah, melewati sekolah, baru motor bisa melaju sedikit lebih kencang. Cuaca sangat panas, matahari seolah-olah berada di atas kepala manusia.
Andri memarkirkan motor di sebuah rumah makan. Aiko heran kenapa mereka berhenti di sini.
"Kenapa kita berhenti di sini, Bang?" Aiko turun dari motor.
__ADS_1
"Gue lapar, makan dulu, ya?" Andri melepaskan helmnya, kemudian helm.yang dipakai Aiko.
Gadis itu masih berdiri dengan ragu, Andri telah lebih dulu melangkah ke dalam. Pria itu sadar bahwa Aiko belum mengikutinya. Dia berbalik dan meraih tangan Aiko untuk masuk.
Rumah makan sangat ramai karena memang jadwal makan siang. Andri mengedarkan pandangan untuk mencari bangku kosong. Dia melihat orang yang baru saja selesai. Pria itu menuju ke sana dengan masih memegang tangan Aiko.
Pelayan rumah makan, datang tepat setelah Andri dan Aiko duduk. Pria paruh baya itu membersihkan meja dengan cekatan dan telaten. Selesai membersihkan meja, si pria memberikan kertas agar Andri bisa memesan makanan, sementara dia membawa piring kotor ke dalam untuk dicuci.
Pria paruh baya itu datang kembali,
"Apakah sudah siap untuk memesan?" tanya pelayan itu.
"Ini!" Andri menyerahkan kertas yang telah berisi pesanan mereka.
"Ditunggu, ya!" Pelayan memberikan pesanan kepada bagian yang membuatkan pesanan.
Hiruk pikut rumah makan, sangat terasa. Para pekerja restorang berkerja sangat cepat melayani pelanggan yang datang. Tidak lama pesanan Andri dan Aiko sudah sampai.
Aiko segan untuk menyentuh makanan tersebut.
"Ayo, makan!" tawar Andri. Dia melirik ke arah Aiko yang masih bingung.
"Emang loe nggak lapar?" tanya Andri.
"Lapar, tapi Aiko merasa tidak enak kalau di traktir terus," jawab Aiko.
"Ya, udah. Kali ini loe yang bayar," sahut Andri dengan enteng.
Gadis itu melihat ke arah Andri, pria itu membalas tatapan Aiko.
"Uang Aiko tidak cukup," cicit gadis itu.
"Ya. Udah makan, aja. Nggak usah banyak pikir." Andri mengambil nasi di piring Aiko dan menyuapkannya kepada gadis itu. Kemudian Andri memulai memakan makanannya.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad