Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Bimbang


__ADS_3

"Atha!" Aileen terkejut saat melihat Atha berada di teras rumahnya. Aileen berusaha turun dari gendongan Aidan.


Dapat Aidan rasakan perubahan sikap Aileen yang mendadak. Gadis itu seperti ketahuan selingkuh. Aidan ingat pria di depan mereka adalah pacar Aileen. Hanya saja Aidan lupa, setahu dia Aileen memang masih berhubungan dengan Atha. Namun, mengapa Aileen mengatakan mau menjadi pacar Aidan?


Aidan justru memegang erat Aileen agar tidak turun. Seperti janji Aidan dulu, dia akan merebut Aileen dari pacarnya. Pria itu tidak peduli jika Atha cemburu, malahan itu yang dia mau. Mereka putus dan Aileen hanya menjadi milik Aidan satu-satunya.


"Aileen! Siapa dia?" tanya Atha, raut tidak senang tergambar jelas di wajah tampannya.


Mereka saling melemparkan tatapan persaingan. Perasaan Athan menajadi tidak tenang. Apakah Aileen telah mendapatkan penggantinya? Secepat itukah, Aileen menggantikan dirinya. Jika dilihat, pria di depan Atha memang sangat tampan dan macho.


"Dia senior, gue," jawab Aileen, entah mengapa dia menjadi gugup.


Apa ini? Aileen mengakui dia sebagai senior, bukankah beberapa menit yang lalu mereka baru jadian. Aidan kesal dengan gadis yang digendongnya.


"Apa yang terjadi? Harusnya loe bertanya itu kepada Aileen, bentuk kecemasan loe padanya. Bukan bertanya siapa gue," sindir Aidan. Heran dengan pria di depannya ini.


"Tidak apa-apa, Bang." Aileen menepuk dada Aidan agar tenang. Gadis itu tahu bahwa Aidan kesal.


"Loe baik-baik saja?" tanya Atha. Entah mengapa dia mengikuti saran Aidan.


"Gue baik-baik saja, loe kapan datang?" Melihat Aileen bersikap ramah dengan Atha, membuat Aidan semakin cemburu.


Pria itu menurunkan Aileen dan pergi tanpa pamit. Aileen menjadi heran.


"Bang Aidan!" panggil Aileen, dia ingin mengejar Aidan. Namun, kakinya saat digerakan terasa sakit. Aidan langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah Aileen.


Aileen tahu pasti Aidan merasa tidak nyaman dengan kehadiran Atha, tapi Aidan tidak tahu tentang Atha, bukan?

__ADS_1


"Aileen!" Rizal dan Tini keluar dari rumah, mereka terkejut saat melihat Aileen dengan kondisi kacau, pakaian basah dan penuh lumpur.


"Aish, ransel Aileen masih di mobil lagi," gerutu Aileen. Aileen mencoba menggerakan kakinya yang masih sakit. Gadis itu meringis menahan sakit di pergelangan kakinya yang keseleo.


"Apa yang terjadi?" cemas Rizal, dia memperhatikan putrinya itu.


"Pas mau kembali, Aileen jatuh, kaki Aileen terkilir, Pa," jawab Aileen sembari menunjukan kakinya yang bengkak.


"Sebaiknya kamu membersihkan diri dulu." Tini mengajak masuk putrinya.


Riza dan Atha juga masuk ke dalam dan mengobrol di ruang tamu. Tadi saat Atha datang, Rizal yang menemaninya, kemudian Rizal membantu istrinya memasang kompor gas. Atha keluar dan duduk di teras menunggu Aileen.


Sungguh kecewa Atha saat menyaksikan Aileen digendong oleh seorang pria dan sempat Atha lihat bahwa Aileen tersenyum bahagia dengan seniornya itu. Padahal Atha baru saja kembali dari luar kota dan langsung ke sini setelah meletakan barang-barangnya.


Aileen keluar dari kamar dengan jalan sedikit terpincang-pincang. Ibunya telah mengurut pergelangan kaki gadis itu, sehingga dia bisa berjalan meskipun tidak normal. Rizal yang melihat Aileen memapah putrinya itu untuk duduk di ruang tamu.


"Papa tinggal, ya." Rizal masuk ke dalam berpapasan dengan Aiko yang membawa minuman untuk Aileen dan Atha. Tidak lupa cemilan berupa goreng ubi dan pisang yang baru saja di masak Tini.


"Silahkan diminum, Bang," tawar Aiko. Gadis itu meletakkan minuman di atas meja, juga piring yang berisi goreng ubi dan pisang. Dia memeluk nampan dan menatap pasangan itu.


"Terima kasih," balas Atha ramah. Pria itu mengambil minuman yang telah diberikan Aiko.


"Aiko, lanjut nonton lagi, ya! Uni kalau ada apa-apa, panggil saja Aiko." Aiko menepuk dadanya. Aileen hanya membalas dengan senyuman, kemudian Aiko meninggalkan mereka.


"Apa kabar?" tanya Atha, dia melirik kepada Aileen. Atha sangat merindukan Aileen, dia tahu, dia salah karena telah memutuskan hubungan mereka. Namun, itu bukan keinginan Atha. Andai waktu dapat berputar kembali, dia ingin memperbaiki semuanya.


"Baik, kamu?" Aileen sendiri tidak berani menatap Atha. Gadis itu takut jika dia memandang Atha, maka perasaan ragu pasti muncul.

__ADS_1


"Aku juga baik, kamu kenapa tidak memandangku. Aku rindu kamu Aileen." Akhirnya Atha mengatakan apa yang ingin dikatakannya. Dia masih memandang Aileen dengan lembut.


Mau tidak mau, Aileen mengangkat wajahnya dan melihat kepada Atha. Atha masih sama tampan dengan wajah yang teduh. Sesaat perasaan yang masih disimpan Aileen dilubuk hatinya yang terdalam kembali mencuat. Gadis itu bimbang, Atha adalah tujuannya. Namun, tidak bisa Aileen pungkiri bahwa dia juga tertarik dengan perhatian dan perlindungan Aidan. Perlakuan Aidan kepadanya berbeda dengan perlakuan Atha.


"Bagaimana di sana?" Aileen tidak mau membalas perkataan Atha tentang rindunya. Meskipun Aileeen juga rindu Atha. Namun, hal itu tidak boleh dia rasakan lagi karena ada hati yang harus dijaganya dan Aileen bukanlah gadis yang bisa mendua.


Selama di sana, Atha tidak sekalipun menghubungi Aileen. Dan sekarang Atha datang kembali memporak-porandakan hatinya. Aileen mengambil teh dan menyeruputnya untuk menghilangkan gugup dan perasaan bersalah. Tidak tahu perasaan bersalah itu ditujukan untuk siapa? Apakah Aidan atau Atha?


"Baik. Bagaimana jika besok kita jalan-jalan?" ajak Atha. Pria itu mengambil goreng pisang dan memakannya. Tatapan pria itu masih fokus kepada wanita yang ada di sampingnya. Si wanita masih menunduk dan memandang gorengan di atas meja.


"Maaf, kakiku masih sakit," tolak Aileen. Atha pasti ingin menghabiskan waktu dengannya selama libur semester. Hanya saja, Aileen tidak bisa memenuhinya. Jika dia masih bebas, maka itu adalah hal yang membahagiakan bagi Aileen.


"Bagaimana jika setelah kakimu sembuh?" bujuk Atha lagi. Dia ingin mengulang masa pacaran mereka lagi.


"Lihat nanti saja," putus Aileen.


Mereka kembali terdiam, Aileen mengambil goreng ubi dan memakannya. Situasi menjadi canggung, biasanya jika bertemu Atha, pasti Aileen akan sangat bahagia. Namun, sekarang hati Aileen terpecah antara Atha dan Aidan. Andai Aileen menepati janji kepada diri sendiri bahwa dia akan menunggu Atha, pasti Aileen akan bahagia menerima kedatangan Atha saat ini.


Melihat Aileen hanya diam, Atha menjadi kaku. Dia tidak tahu bagaimana membujuk Aileen dan perasaan Atha mengatakan hati Aileen tidak penuh untuk dia lagi.


"Sebaiknya aku pulang karena sudah malam, kamu istrirahat saja." Atha keluar dari rumah Aileen. Dia harus mencari hubungan apa yang dimiliki Aileen dengan seniornya itu.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2