
Risa tidak percaya karena Aileen merubah penampilannya. Mereka berjalan dan duduk di kursi yang ada di lorong.
"Apa loe yakin berpenampilan seperti ini? Loe nggak takut nanti dibully senior, apalagi kak Syira," pancing Risa. Dia akan membujuk Aileen kembali kepada penampilan culunnya.
Risa tidak rela jika Aidan, nanti semakin tertarik kepada Aileen. Jika penampilan culun Aileen saja Aidan sudah terpikat. Apalagi dengan penampilan Aileen yang seperti ini.
"Gue nggak mau jadi korban bullying lagi, gue akan melawan kali ini." Aileen meyakinkan diri, dia tidak boleh lemah.
"Apa?" Risa tercengang dengan perubahan Aileen.
"Loe benar, gue harus bersikap tegas dan gue udah tegaskan sama bang Aidan untuk tidak mengganggu gue lagi. Gue juga minta untuk tidak saling kenal," ungkap Aileen.
Risa tidak percaya, Aileen mau melakukan apa yang dia sarankan. Satu sisi Risa senang. Namun, mengapa Aileen pakai mengubah penampilan segala.
"Terus apa reaksi bang Aidan?" selidik Risa, dia tidak sabar menunggu cerita Aileen.
"Dia setuju dan tadi dia menepati janji, dia nggak duduk dekat gue lagi maupun berbicara pada gue." Aileen menarik nafas, satu sisi dia lega dan satu sisi dia merasa bersalah karena menyakiti Aidan.
Tidak, Aileen tidak boleh lemah, Aidan bukan laki-laki baik, dia suka mempermainkan perempuan. Yang dilakukan Aileen sudah tepat.
"Serius?" Risa tersenyum bahagia mendengar itu. Jadi dia berhasil membuat Aidan menjauhi Aileen dan juga Syira pasti telah marah kepada Aidan karena menuduhnya merundung Aileen.
"Iya, sebaiknya, loe juga ngelakuin hal yang sama seperti gue, loe harus tegasin ke bang Aidan buat nggak gangguin loe," saran Aileen.
"Kalau gue sih, bisa mengatasi bang Aidan. Justru yang gue cemasin itu elo. Loe, 'kan agak lembek," balas Risa.
Aileen baru sadar selama ini dia memang lembek, sehingga mudah dirundung. Tapi sekarang Aileen tidak akan mau lagi diperlakukan seperti itu. Kali ini dia akan melawan orang yang merundungnya.
Syira dan Hanan melewati mereka.
"Kak Syira, bang Hanan!" sapa Risa dengan ramah. Aileen hanya diam saja. Dia memang menyangka Syira melakukan perundungan terhadapnya.
__ADS_1
Syira memperhatikan gadis di samping Risa, Syira tidak mengenalnya. Namun, setelah dilihat lebih jelas lagi, akhirnya Syira tahu bahwa gadis itu adalah Aileen.
"Aileen?" sapa Syira, dia hanya meyakinkan bahwa dia tidak salah mengenali orang.
"Ya!" jawab Aileen pendek. Dia terlanjur membenci Syira. Apalagi Syira memang terang-terangan meminta Aileen menjauhi Aidan. Padahal Aileen telah bicara jujur bukan Aileen yang ingin mendekati Aidan, tapi Aidan sendiri yang ingin dekat-dekat Aileen. Tetap saja Syira merundung dan mengancamnya.
Hanan yang tadi acuh menjadi memandang ke arah Aileen. Ternyata Aileen cantik, pantasan saja Aidan penasaran dengan Aileen. Tapi Hahan tidak suka dengan ketidak sopanan Aileen. Hanan merasa Aileen menjadi sombong mentang-mentang dia sudah cantik.
"Apa yang loe katakan sama Aidan?" Syira mendekat ke arah bangku yang diduduki Aileen dan Risa. Sekarang posisi Syira tepat di depan Aileen.
"Kata apa?" bingung Aileen, gadis itu mendongakan kepala untuk melihat Syira. Dia telah memutuskan untuk bersikap berani. Jika biasanya Aileen hanya menunduk, tidak sekarang, dia akan menentangnya.
"Nggak udah berlagak polos, deh, loe," sarkas Syira, dia berkacak pinggang. Syira teringat dengan tuduhan Aidan. Pasti Aileen yang membuat kebohongan pada Aidan.
"Aileen, benar-benar nggak tahu yang Kakak bicarakan. Sekarang Aileen tidak takut lagi sama Kakak. Cukup Kakak satu bulan ini membully Aileen dan mengancam Aileen. Cara Kakak melempari Aileen dengan tomat busuk dan telur busuk, cukup Aileen terima. Sekarang Aileen tidak bisa diperlakukan seperti itu lagi!" bentak Aileen, dia berdiri menatap Syira tajam.
"Jadi benar loe nuduh gue ngelakuin itu dan mengadukannya kepada Aidan." Syira mendorong bahu Aileen yang masih duduk dibangku.
"Aileen nggak menuduh Kakak, tapi memang itu kenyataannya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Kakak?"
"Syira! Aileen, cukup." Hanan melerai pembicaraan mereka. Hanan menarik tangan Syira agar mereka pergi dari sana.
"Gue nggak mau dituduh jadi tukang bully, Hanan." Syira menghentakan tangan Hanan.
"Memang Kakak tukang bully." Aileen tersenyum mengejek Syira.
"Bukan gue pelakunya. Loe harus minta maaf sama gue dan bilang ke Aidan bahwa bukan gue orangnya. Tapi gue nggak peduli lagi. Loe ambil aja Aidan. Gue nggak suka dia lagi. Camkan kata-kata gue. Ambil Aidan buat loe dna menjauh dari hidup gue." Syira mendorong tubuh Aileen dan pergi dari sana diikuti Hanan.
Risa terkejut dengan keberanian Aileen, dia tidak menyangka jika Aileen bisa melawan Syira dengan terang-terangan.
Apa tadi Syira menyerah dengan Aidan. Risa tersenyum licik, rencananya tidak sia-sia. Baik Aileen maupun Syira telah menyerah terhadap Aidan. Tinggal dia mencari cara agar tetap dekat dan membuat Aidan jatuh cinta padanya.
__ADS_1
"Aileen! Gue ke toilet dulu ya, terus langsung ke kelas. Soalnya ada tugas yang belum gue kerjain." Risa berdiri dan meninggalkan Aileen.
Aileen bingung ditinggal sendiri, akhirnya Aileen memutuskan untuk ke taman. Sesampai di taman, Aileen melihat Aidan yang sedang menyandar di pohon sambil meroko. Melihat Aileen datang, Aidan berjalan ke arah Aileen dengan wajah sakit hati.
Gadis itu memperhatikan sekelilingnya dan melihat bahwa taman sepi. Aileen mulai gemetaran, dia takut Aidan menyakitinya.
"Kenapa harus takut?" batin Aileen. Gadis itu memutuskan, jika Aidan mencoba menjahatinya maka dia akan melawan. Aileen mencari sesuatu di dalam tas selempangnya sebagai perlindungan diri. Dia hanya menemukan pena, mungkin bisa melindungi Aileen.
Aileen mengeluarkan pena secara diam-diam. Jika Aidan melakukan hal jahat maka Aileen telah bersiap-siap untuk membela diri.
"Apa sebaiknya kabur saja?," pikir Aileen. Karena jika dia melukai Aidan tentu dia akan dikeluarkan dari kampus. Aileen tidak mau itu terjadi.
Aidan semakin mendekat ke arah Aileen. Saat Aidan mencapai Aileen, gadis itu bersiap membalikan tubuhnya. Namun, ternyata Aidan hanya melewatinya, tanpa mengatakan apapun. Aileen menatap punggung Aidan yang menjauh. Perasaan lega dan bersalah bercampur aduk.
Dia telah salah menilai Aidan, ternyata Aidan benar-benar menepati janji. Aileen hanya terpana dan terus menatap sampai tubuh Aidan berbelok ke kanan menuju kantin.
Aileen kembali menuju taman dan duduk di sana. Baru saja Aileen duduk, beberapa pria datang dan mendekat ke arah Aileen.
"Hei cewek." mereka berbagi duduk di samping kiri dan kanan Aileen.
Aileen berdiri karena merasakan bahaya. Namun, salah satunya menarik tangan Aileen agar duduk kembali.
"Ma--mau apa kalian?" Jantung Aileen berdetak tidak karuan, entah kenapa bibirnya menjadi kaku.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad