Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Ancaman


__ADS_3

"Ai!" ucapan Syira tercekat ditengorokan saat melihat Aidan.


"Bagaimana Aidan bisa ada di sini? Apakah gadis itu memberitahukan keberadaannya kepada Aidan?" batin Syira. Dia semakin membenci Aileen yang mendapat perhatian dari Aidan. Wanita manapun tidak pernah mendapat perhatian seperti Aileen.


"Syira, loe yang jadi asisten labor Aileen? Sepertinya loe keliru memeriksa, deh." Aidan merebut modul dari tangan Aileen.


Aidan melangkah ke arah Syira, perasaan Syira campur aduk dan takut ketahuan jika dia sengaja mengerjai Aileen.


"Apa maksud loe?" tanya Syira berpura-pura tidak tahu.


"Lihat ini." Aidan berdiri di samping Syira dan melihatkan modul Aileen ke Syira.


Mau tidak mau Syira mengambil modul tersebut dan pura-pura memeriksanya.


"Oh, iya. Sepertinya gue keliru menilai. Aileen silahkan kembali ke dalam," ujar Syira.


"Terima kasih, Kak." Aileen berjalan melewati Syira dan Aidan.


"Ini bawa modul loe sekalian." Syira memberikan modul Aileen dengan kasar.


Syira juga masuk ke dalam labor dengan kesal, meminggalkan Aidan yang bingung dengan tingkah Syira.


"Bang, gue juga masuk, ya!" pamit Andre.


"Silahkan, gue juga mau ke kantin." Aidan pergi dari sana. Karena jadwal kuliah Aidan adalah Siang. Untuk jam 10 pagi dia kosong. Biasanya Aidan akan ke diskotik bekerja memeriksa laporan atau tidur di rumah.


Di dalam labor ternyata rekan sekelompok Aileen telah memulai praktek. Praktek berjalan pancar. Mereka mengambil data dan mencatatnya ke dalam modul.


Praktek labor kimia selesai mereka merapikan peralatan dan berisiap untuk keluar dari labor. Tidak terkecuali Aileen, gadis itu bersiap keluar.


"Aileen! Ke sini," perintah Syira.


Aileen terpaksa berhenti dan menuju tempat Syira duduk..


"Loe, 'kan yang nyuruh Aidan ke sini?" tuduh Syira menatap kepada Aileen dengan tajam, membaut gadis itu takut.


"Nggak, Kak. Aileen juga kaget mengapa bang Aidan ke sini," jujur Aileen.


Syira turun dari kursi tempat dia duduk dan berjalan ke arah Aileen.

__ADS_1


"Bukankah, gue pernah peringatin loe, untuk tidak dekat-dekat Aidan dan loe berani melanggarnya?" hardik Syira.


"Sumpah, Kak. Aileen nggak bermaksud dekatin bang Aidan. Mungkin itu hanya kebetulan." Aileen menjelaskan kepada Syira, berharap Syira akan mengerti.


Setelah perdebatan yang cukup panjang, Aileen akhirnya dibiarkan pergi oleh Syira.


Syira juga meninggalkan labor kimia, saat keluar dia berpapasan dengan Risa. Risa sempat melihat perdebatan Aileen dan Syira.


"Eh, Kak Syira!" sapa Risa. Risa juga selesai praktek di labor fisika.


"Ya," jawab Syira singkat. Dia kembali berjalan dengan angkuh. Risa kesal karena diabaikaan.


"Apa Kakak tahu kalau Aileen akan nembak bang Aidan?" pancing Risa, dia masih berdiri menunggu reaksi Syira. Dan benar saja, Syira langsung berhenti dan menghadap Risa.


"Apa maksud loe?" Syira berkacak pinggang.


"Kemarin Aileen curhat kalau dia suka sama bang Aidan dan mau nembak bang Aidan. Cuma Risa nasehatin Aileen kalau bang Aidan milik kak Syira." Risa mencoba mengadu domba Syira dan Aileen. Jadi dia bisa menyingkirkan dua orang sekaligus.


"Apa? Loe yakin?" Syira tidak percaya, tapi Risa dan Aileen berteman, tentu mereka akan saling mencurahkan hari alias curhat.


"Tapi, Kakak jangan bilang Aileen, ya. Ini Risa kasih tahu supaya Kakak tidak salah paham sama Aileen. Dia mungkin hanya terbawa suasana karena dekat sama bang Aidan," lanjut Risa lagi.


"Dasar gadis munafik si Aileen itu." Syira pergi meninggalkan Risa dengan kesal.


Risa tersenyum licik, usahanya satu persatu menjadi berhasil. Biarkan Syira yang menyingkitkan Aileen. Nanti Aidan akan membenci Syira sendiri karena menyakiti Aileen.


Aileen berjalan menuju kantin, siang nanti gadis itu masih memiliki jadwal kuliah Teknik digital. Tiba-tiba kepala Aileen dilempari tomat busuk.


"Aw!" pekik Aileen, dia melihat ke belakang siapa yang melemparinya. Tidak ada orang, Aileen lanjut berjalan, kemufian dua tomat lagi tepat di atas kepala Aileen.


Aileen refleks melihat ke belakang lagi, masih kosong kemudian Aileen melihat ke bawah. Ternyata selain melempar tomat busuk pelaku juga melempar sebuah kertas yang digulung.


Aileen membuka kertas tersebut dan melihat tulisan.


JAUHI AIDAN KALAU LOE MAU SELAMAT!


"Siapa kalian, kenapa menjahati Aileen!" teriak Aileen. Namun, hanya sepi.


Aileen akhirnya membatalkan niat untuk ke kantin. Dia berlari menuju gerbang kampus. Aileen benar-benar sudah sangat muak, tiga bulan kuliah dia sudah sering dirundung. Ini sudah kali keberapa Aileen mendapat perlakuan seperti ini. Belum hal-hal jahat lainnya yang dia dapat. Hanya saja baru kali ini si pelaku mengirim surat ancaman.

__ADS_1


Sambil berlari Aileen memberihkan bekas tomat yang berada di atas kepalanya. Beberapa mahasiswa yang lewat heran melihat penampilan Aileen yang kacau. Mereka berbisik-bisik dan memandang Aileen dengan jijik.


Risa pun melihat Aileen berlari melewatinya. Gadis itu tersenyum dengan kemalangan yang menimpa Aileen. Dia senang karena rencananya berjalan lancar. Setiap Aileen mendapat perundungan Risa akan pura-pura menjadi teman yang baik untuk Aileen. Risa juga menasehati Aileen untuk menjauhi saja Aidan, agar tidak dirundung lagi. Aileen bilang bukan dia yang mendekati Aidan tapi Aidan sendiri yang selalu menempel padanya.


Risa mengejar Aileen, dia ingat Aidan berada di parkiran.


"Aileen!" Risa menarik tangan Aileen agar berhenti. Aileen melihat ke arah Risa.


"Risa!" Tangis gadis itu pecah, karena tidak tahan lagi jika terus-terusan dirundung.


"Apa lagi sekarang? Siapa yang melakukannya?" tanya Risa.


"Gue nggak tahu." Aileen melap air matanya, wajah Aileen benar-benar kacau. Kacamata Aileen basah karena bekas air tomat. Namun, gadis itu tetap memakainya.


"Pasti kerjaan senior yang menyukai bang Aidan lagi. Emang loe nggak ada curiga gitu siapa pelakunya?" pancing Risa. Dia ingin Aileen menuduh Syira.


"Apakah kak Syira pelakunya?" terka Aileen, gadis itu ingat bahwa Syira yang terang-terangan menyuruh dia menjauhi Aidan.


"Loe mau saran terkahir dari gue?" Risa akan membuat Aileen bersikap tegas kepada Aidan.


"Apa?" Aileen penasaran.


"Kalau melawan senior seperti kak Syira atau yang lainnya, gue rasa loe nggak akan mampu. Jadi saran gue loe harus tegas meminta bang Aidan menjauhi loe," ujar Risa. Dia menunggu reaksi Aileen.


"Tapi gue juga takut sama bang Aidan, bagaimana kalau dia melecehkan gue?" Aileen memandang Risa meminta saran yang lain.


Risa tertawa, Aileen terlalu polos. Risa tahu Aidan cinta mati sama Aileen. Dan selama Risa mengenal Aidan. Aidan tidak akan mungkin melecehkan wanita apalagi Aileen, gafis yang dicintainya. Jadi sangat tidak mungkin Aidan melakukan itu kepada Aileen.


"Aileen, Aileen, loe jangan terlalu naif. bang Aidan nggak mungkinlah mrlakukan itu, kalau itu terjadi, loe bisa melaporkannya ke dekan," usul Risa.


"Loe benar, terima kasih, gue harus bersikap tegas." Aileen melempar kacamata. Percuma dia bersembunyi menjadi gadis culun agar terhindar dari masalah. Tapi dia justru mendapat masalah.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Sepertinya usulan Risa membuat Aileen berubah๐Ÿคญ senjata makan tuan ow.


Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2