
Aidan menuju kelas selanjutnya setelah meninggalkan Aileen di taman. Sebenarnya perasaan Aidan sedikit kecewa karena Aileen menolaknya, ditambah Aileen terang-terangan menyatakan tidak suka padanya.
Aidan melihat Risa yang akan memasuki gedung kuliah. Tiba-tiba Aidan mendapat ide untuk meminta bantuan Risa dan mengorek informasi seperti apa pacar Aileen.
"Risa!" panggil Aidan. Risa yang sudah mencapai lorong gedung berhenti. Dia menoleh ke arah suara. Alangkah senangnya Risa saat mengetahui bahwa yang memanggilnya adalah Aidan.
"Bang Aidan!" Risa menunggu sampai Aidan mendekat padanya.
"Gue mau minta bantuan loe boleh?" tanya Aidan saat telah tepat berada di depan Risa.
"Bantuan apa, Bang?" Risa tentu dengan senang hati menolong Aidan.
"Loe tahu siapa pacar Aileen?" tanya Aidan
Senyum Risa langsung menjadi hambar, ternyata masih tentang Aileen. Namun, Risa tidak ingin menunjukan ketidaksukaannya itu.
"Atha?"
"Ya," jawab Aidan, dia ingat bahwa Anthony juga mengatakan nama pacar Aileen adalah Atha.
"Tentu saja kenal, dia adalah ketua OSIS kami dan cowok populer, semua siswa tahu mereka pacaran. Atha cowok yang sangat tampan. Kami semua cukup kaget saat mengetahui bahwa Atha berpacaran dengan Aileen. Padahal hampir semua cewek-cewek di sekolah menyukai Atha," jelas Risa.
Dia ingin membuat Aidan cemburu dan menyerah terhadap Aileen.
"Termasuk kamu?" terka Aidan.
"Ya, enggak lah, bang. Tipe Risa berbeda," bohong Risa. Padahal saat di SMA dia juga suka dengan Atha. Malahan Risa pernah menyatakan perasaan sukanya terhadap Atha. Namun, ditolak Atha dengan alasan dia menyukai gadis lain. Satu minggu setelah kejadian itu, Risa mendapat kabar bahwa Atha telah jadian dengan Aileen. Membuat Risa membenci Aileen.
Saat acara kelulusan, melihat Atha tidak bersama Aileen. Risa mencaritahu mengapa mereka tidak datang bersama-sama dan Risa mendapat informasi bahwa mereka telah putus. Informasi itu hanya diketahui oleh beberapa orang saja.
"Gue mau, loe bantuin gue buat misahin Aileen dan pacarnya itu," ujar Aidan dengan enteng.
"Loe boleh tu, ambil pacar Aileen kalau mau," lanjut Aidan seenaknya.
Tentu saja Risa tidak akan setuju, Aidan pilihan yang lebih bagus saat ini daripada Atha. Mana mau Risa mengganti Aidan.
"Haha, Abang ini lucu." Risa tertawa. Namun, langsung berhenti saat Aidan melotot padanya.
__ADS_1
"Maksud Risa, ya, nggak mungkin Risa memisahkan mereka. Bisa-bisa Aileen marah dan nggak mau teman sama Risa lagi." Padahal Risa tidak peduli Aileen tidak menjadi temannya. Hanya saja tidak mungkin Risa memperlihatkan kepada Aidan bahwa dia adalah teman yang berkhianat.
"Jadi Atha itu ganteng?" Aidan bersitegap dengan kedua tangannya dilipat di perut.
"Gantengan bang Aidan, sih." Risa keceplosan memuji Aidan.
"Kalau gini bisa-bisa Aidan semakin percaya diri buat ngalahin Atha," batin Risa, dia memukul bibirnya yang lancang.
"Berarti saingan gue, nggak berat. Apalagi dia kuliah di Bandung, 'kan? Aman kalau gitu. Gue lebih sering ketemu Aileen dari pada pacarnya itu," cerocos Aidan.
"Tapi Aileen cinta mati sama Atha, Bang," bujuk Risa. Dia harus meyakinkan Aidan agar melupakan Aileen.
"Nggak peduli gue, yang penting loe, kasih informasi keberadaan Aileen. Sini handphone loe," pinta Aidan membentangkan telapak tangannya kepada Risa.
Risa dengan cepat mengambil ponsel nokia 5100nya dan menyerahkan kepada Aidan. Pria itu mengetikan nomornya kemudian menyimpan nomor Risa.
"Ini nomor, bang Aidan?" tanya Risa. Dia sangat senang akhirnya bisa memiliki nomor ponsel Aidan.
"Ya. Loe tahu nomor Aileen?" tanya Aidan. Dia kembali memasukan ponsel ke dalam saku celana.
"Aileen nggak punya handphone, Bang," jawab Risa.
"Risa nggak tahu nomor telepon rumah Aileen." Sebenarnya Risa tahu hanya saja dia tidak ingin memberitahu Aidan.
"Kalau gitu, loe caritahu nomor telepon rumah Aileen. Nanti gue traktir," bujuk Aidan.
"Jadi double loh, Bang traktir Risa," ujar Risa.
"Tenang aja, nanti gue traktir bareng Aileen. Btw gue udah nembak Aileen tadi. Loe coba bujuk dia buat terima gue. Oke! Gue cabut dulu," pamit Aidan. Pria itu pergi dan tidak peduli Risa kesal dengan tingkahnya.
"Gue harus bisa buat Aileen benci sama bang Aidan," batin Risa. Dia melihat Aileen yang menuju arahnya.
Aileen berselisih dengan Aidan, gadis itu hanya menunduk pura-pura tidak melihat. Sementara Aidan menghormati keputusan Aileen untuk mengabaikannya. Aidan berdiri dihadapan Aileen membuat jalan Aileen terhalang.
"Gue tahu kok, loe mencoba menghindari gue, ' kan?" pancing Aidan.
"Bu--bukan, Aileen hanya buru-buru mau masuk kelas," jawab Aileen kikuk. Dia melangkahkan kaki ke samping agar bisa jalan. Namun, Aidan kembali menghadangnya.
__ADS_1
"Aileen ayo!" Risa melambaikan tangannya agar Aileen tidak meladeni Aidan.
"Iya!" Aileen berlari ke arah Risa, gadis itu lega Aidan tidak mengejarnya.
Sebenarnya Aileen sempat melihat interaksi Aidan dan Risa saat Risa menyerahkan ponselnya kepada Aidan. Dalam hati Aileen bertanya-tanya kenapa Aidan meminta ponsel Risa? Apa Aidan juga menginginkan nomor Risa, tapi buat apa?
"Dari mana, loe?" pertanyaan dari Risa membuyarkan lamunan Aileen. Dia melirik ke arah Risa.
"Dari taman. Hmm, Sa, tadi bang Aidan minta handphone loe buat apa?" Setelah mengatakan kalimat tersebut Aileen merasa menyesal. Apa pedulinya dengan urusan Aidan, terserah pria itu ingin menyimpan nomor wanita mana saja.
"Oh, itu--gimana ya, Aileen. Gue jujur nggak, ya?" pancing Risa. Dia menghentikan langkahnya dan berpura-pura gugup.
"Kenapa, Sa?" tanya Aileen penasaran. Tidak biasanya Risa gugup. Apa Aidan mengancamnya. Aileen ikut berhenti dan menghadap Risa.
"Bukan apa-apa, sih. Cuma gue takut aja ngomongnya," ucap Risa lagi. Dia memperhatikan reaksi Aileen.
"Takut?" tanya Aileen.
"Apa bang Aidan benar-benar mengancam Risa? Tapi kenapa?" batin Aileen.
"Iya, soalnya--." Risa sengaja menggantung kalimatnya.
"Soalnya apa? Haduh, Sa. Nggak usah bikin gur penasaran kenapa, sih?" sewot Aileen karena Risa bertele-tele.
"Loe masih ingat nggak, waktu gue bilang bang Aidan itu playboy?" Risa mulai mempengaruhi Aileen dan meracuni otak Aileen tentang Aidan. Tujuannya hanya satu, agar Aileen menjauhi Aidan dan jangan sampai Aileen tertarik dengan Aidan.
"Ya, gue ingat, loe juga nyuruh gue buat hati-hati dengan bang Aidan, 'kan?" ujar Aileen. Dia masih menunggu Risa menjelaskannya. Apa hubungannya dengan nomor ponsel Risa.
"Sebenarnya tadi, bang Aidan nembak gue. Cuma gue tahu pasti itu hanya main-main. Dia, 'kan playboy. Gue juga dapat informasi, dia suka jadiin cewek-cewek sebagai taruhan sama teman-temannya. Kalau si cewek mau, 'kan dia menang," bohong Risa, Aileen menunduk seperti memikirkan sesuatu. Risa tersenyum, sepertinya rencana untuk mempengaruhi otak Aileen berhasil dan Aileen masuk ke dalam perangkapnya.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad