Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Sad


__ADS_3

"Biarkan saja! Sebaiknya kita obati luka Abang!" Risa menarik tangan Aidan untuk kembali duduk.


Aidan melepaskan tangan Risa dengan kasar. Kemudian dia berjalan munuju luar dengan amarah yang memuncak. Giliran Andri menahan langkah Aidan.


"Sebaiknya loe tunggu di sini, gue akan mencari P3K," tawar Andri. Pria itu masih memegang tangan Aidan.


"Bang Andri benar, Bang," bujuk Risa.


"Gue baik-baik saja dan gue bukan pria lemah." Aidan melepaskan tangan Andri dengan tangannya yang lain.


"Setidaknya, luka loe harus di plester," ucap Andri, dia tidak mau sahabatnya pergi dalam keadaan emosi karena itu akan membahayakan dirinya sendiri.


"Luka ini tak seberapa, dibandingkan luka hati gue." Aidan pergi meninggalkan Risa dan Andri. Dia tidak peduli jika darah masih mengalir di dahinya.


Pengunjung diskotik yang berada di lantai masih sibuk berjoget, musik mengalun dengan irama cepat, sepertinya semakin malam pengunjung yang datang semakin ramai. Beberapa pengunjung yang duduk, sibuk bermesraan. Mereka tidak peduli dengan sekitarnya, begitupun pengunjung lainnya tidak peduli dengan yang mereka kerjakan.


Aidan berjalan dengan cepat, meskipun pria itu tidak mabuk. Namun, dia menabrak beberapa pengunjung yang baru saja memasuki ruangan. Aidan hanya ingin keluar dari tempat ini dan melajukan motor dengan kencang. Aidan menyapukan pandangan melihat sekeliling parkiran, berharap Aileen masih ada di sana dan dia bisa mengajak Aileen pergi. Mereka harus berbicara, Aidan kembali bersikap egois. Lebih baik gadis itu pergi, dia tidak ingin merendahkan harga dirinya dengan membujuk Aileen.


Aidan melajukan motor dengan kecepatan diluar nalar. Pria itu seperti melayang di jalanan, beruntung karena waktu sudah hampir jam 12 malam, sehingga pengendara lain tidak banyak yang melewati jalan itu.


Aidan terus melaju dengan kencang, dia sendiri tidak tahu kemana arah tujuannya. Akhirnya Aidan menghentikan motor di tepi pantai. Pria itu memandang pantai yang gelap, yang hanya diterangi cahaya kapal-kapal nelayan yang tengah memancing. Pikiran pemuda itu kosong, Aileen adalah cinta pertamanya. Tidak pernah dia merasakan perasaan ini. Apakah cinta pertamanya akan kandas begitu saja?


Udara malam di tepi pantai menusuk ke tulang Aidan. Meskipun pria muda itu memakai jaket kulit, tetap saja hawa dingin pantai memasuki tulangnya. Aidan menggosokan kedua tangannya agar panas tercipta. Pria itu menempelkan tangan di pipinya, setidaknya itu mengurangi dingin yang kian terasa.


Entah berapa lama pemuda itu duduk di pantai dan memandnag laut. Aidan akhirnya beranjak pergi saat pikirannya sudah kembali tenang. Pemuda itu melajukan motor menuju rumah. Andri telah berdiri di depan pintu rumahnya.


"Ngapain loe di situ?" Aidan mengeluarkan kunci rumah.

__ADS_1


"Nunggui eloe, lah. Gue khawatir loe kenapa-kenapa." Andri berdiri dari duduk lesehannya.


"Gue baik-baik, aja. Sekarang loe pulang aja," usir Aidan. Pria itu membuka rumah dan masuk. Andri mengikutinya.


"Gue akan tidur di rumah loe." Andri mengikuti Aidan sampai pintu kamarnya.


"Loe pikir rumah gue tempat penampungan tunawisma?" Aidan membalikan tubuh menghadap Andri.


"Enak aja, loe. Gue bukan tunawisma," sewot Andri.


"Kalau loe bukan tunawisma, ngapain loe tidur di rumah orang? Kayak ngga punya rumah aja."


"Gue takut loe bunuh diri," terka Andri.


"Gue belum seputus asa itu. Sekarang loe boleh pulang." Aidan mendorong tubuh Andri keluar dari rumahnya.


"Enggak!" Aidan membanting pintu tepat di depan Andri yang sudah berhasil disingkirkan.


***


Aileen turun dari motor Atha, sepanjang jalan tadi mereka hanya diam. Atha pun membiarkan Aileen memikirkan kejadian hari ini. Pemuda tampan itu berharap setelah kejadian ini hati Aileen akan berpaling kembali padanya. Sementara air mata tidak berhenti mengalir dari pipi Aileen, gadis itu telah diperingatkan oleh Risa bahwa Aidan adalah playboy. Gadis seperti Aileen tidak akan bisa memiliki Aidan seorang diri, jadi seharusnya Aileen terima jika Aidan masih suka bermain-main dengan gadis lain. Hanya saja, Aileen tetap tidak bisa menerima itu.


"Terima kasih." Aileen melangkah untuk masuk rumah. Cukup kejutan hari ini baginya, dia tidak pernah berpikir akan mendapatkan kisah cinta yang seperti ini.


Dulu saat menjalin kasih dengan Atha, kisah mereka hanya ada manis. Meskipun akhirnya Atha memutuskannya secara tiba-tiba di saat Aileen sangat bahagia dan mencintai cinta pertamanya itu dengan menggebu-gebu. Cinta itu harus kandas tanpa Aileen sadari.


Sekarang saat dia mulai membuka hati untuk pria lain. Cintanya kembali dijatuhkan ke dalam jurang, membuat gadis itu sakit hati. Masih pantaskah dia untuk merasakan cinta lagi? Aileen seharusnya sudah tahu akan seperti ini karena memang dalam pikirannya Aidan pria seperti itu, saat terjadi tetap saja dia merasa sakit.

__ADS_1


Pandangan mata Aileen buram karena air mata yang terus mengalir. Beruntung ini adalah rumahnya, sehingga dia tetap bisa mengenalinya.


"Aileen!" panggil Atha.


Gadis itu menghentikan langkah, hanya saja tidak berbalik untuk menghadap Atha, sang mantan.


"Aku tahu kamu sedih, tapi jangan berlama-lama. Pria seperti Aidan, tidak pantas untuk gadis baik sepertimu." Atha ingin Aileen sadar dan kembali melihat ke arah dirinya.


Atha menyesal memutuskan Aileen dan terjebak dengan Winda. Bersyukur akhirnya dia memiliki kesempatan dan Winda sendiri yang memutuskannya, sehingga Atha tidak lagi hidup dalam ancaman gadis itu.


"Aku tahu dunia kami berbeda, tapi aku tidak bisa menghindarinya. Saat kita putus aku sempat berpikir untuk menutup hati. Namun, bang Aidan menawarkan perhatian yang tidak bisa aku abaikan begitu saja." Aileen mengusap air mata yang kembali turun.


"Percayalah, waktu akan mengobati lukamu dan aku akan berada di sana untuk membantumu melupakannya," bujuk Andri, dia ragu untuk melangkah mendekati Aileen.


"Itu bukan solusi, hubunganku dengan bang Aidan--kami belum putus, aku masih menunggu penjelasan darinya," putus Aileen. Gadis itu bersiap untuk melangkah. Atha menarik tangan Aileen membuat gadis cantik itu berhenti. Dia tidak menepis tangan Atha. Namun, juga tidak membalikan tubuhnya.


"Apa kamu masih butuh penjelasan dari pria seperti itu? Yang ada kamu hanya akan dibohongi dengan segala rayuan dari mukut manisnya, semua dia lakukan agar kamu percaya dan kembali masuk ke dalam perangkapnya. Apa kamu begitu bodoh, setelah melihat semua itu? Jangan memberinya kesempatan Aileen atau kamu akan menjadi mangsanya dan akhirnya masa depanmu hancur. Apa itu yang kamu inginkan? Apa kamu akan menjadi gadis yang akan dibawanya ke diskotik dengan pakaian seperti ... kamu tahu maksudku." Atha mengakhiri kalimat panjangnya. Berharap Aileen membuka mata, bahwa Aidan bukan pria baik. Tidak ada anggota geng motor yang baik. Apalagi gaya berpacaran mereka pasti tidak akan biasa.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2