
"Jika gue memang suka, apakah loe akan menolak?" Andri mengatakan itu tanpa ekspressi.
Aiko menganģkat wajah dan menatap Andri. Kenapa Andri bisa sesantai itu mengatakannya? Sesaat Aiko terlena dengan kata-kata yang diucapkan Andri. Gadis itu mengembalikan kesadarannya. Dia tidak akan tertipu dengan pesona seorang playboy.
"Tentu saja Aiko akan menolaknya," jawab Aiko tegas. Dia tidak ingin berurusan dengan pria geng motor. Dia tidak ingin mengalami nasib yang sama dengan kakaknya.
"Kenapa?" Andri penasaran, apa karena terlalu cepat dia memancing Aiko?
"Karena Abang, anggota ups ralat wakil geng motor," jawab Aiko.
Jawaban Aiko membuat Andri tercengang, bukankah biasanya para gadis akan bangga punya pacar anggota geng motor? Lalu kenapa Aiko berbeda?
"Memang kenapa dengan geng motor. Geng motor kami tidak membuat masalah seperti geng motor lain."
"Tapi, kalian playboy dan menyakiti hati wanita," sahut Aiko.
"Siapa bilang? Apa kamu punya buktinya?" Andri tidak terima dikatai playboy. Dia sendiri belum pernah pacaran. Jangankan dia, Aidan juga tidak pernah pacaran.
"Contoh dan buktinya terpampang jelas di depan Aiko. Teman Abang yang jadi pacarnya Uni adalah buktinya. Dasar playboy," maki Aiko.
Andri tidak terima,
"Maksud loe, Aidan dan Aileen?"
"Siapa lagi?" Aiko membekap perutnya dengan tangan, gadis itu terlihat sombong dan meremehkan.
"Aidan bukan playboy, justru kakak loe yang yang mainin hati Aidan. Dia udah jadian sama Aidan, bisa-bisanya masih jalan sama mantannya," cecar Andri.
"Teman Abang tu, masa ciuman sama teman Uni, kak Risa," sewot Aiko.
"Tunggu, sepertinya ada salah paham. Aidan belum pernah pacaran, cinta pertamanya adalah Aileen. Yah, meskipun banyak yang mau sama dia, entah kenapa dia lebih memilih Aileen. Jadi nggak mungkin Aidan nyium Risa," bela Andri.
"Orang uni lihat sendiri, kok. Bang Aidan nyium kak Risa di diskotik." Aiko pantang kalah.
"Aidan ke diskotik sama gue, Risa datang mengampiri Aidan saat gue ke toilet, nggak mungkin Aidan nyium Risa, Aidan bukan pria seperti itu yang gampang nyium orang, yang ada Aileen keterlaluan. Lihat ini, gue temuin di bawah kursi tempat Aidan duduk." Andri mengeluarkan sesuatu dari jaket kulitnya dan memberikannya kepada Aiko.
__ADS_1
Aiko melihat benda yang diberikan Andri, sebuah foto yang telah diremukan. Namun, masih bisa dilihat. Di sana terlihat Aileen tengah memegang kening Atha, jika terlihat mereka seperti mesra.
"Siapa yang memfoto ini?" tanya Aiko.
"Mana gue tahu, yang jelas sepertinya foto itu, Risa yang memperlihatkan kepada Aidan, makanya Aidan marah." Andri menyeruput jusnya.
"Jadi ini hanya salah paham?"
"Gue yakin, itu hanya salah paham," jawab Andri.
"Aiko mau pulang!" Gadis itu bangkit dari duduknya.
"Eh, tunggu biar gue antar." Andri berdiri dan membayar makanan mereka.
Andri mengantarkan Aiko pulang, sepanjang jalan mereka hanya diam saja. Sampai di rumah pun Aiko tidak menawarkan Andri untuk mampir.
Andri langsung menuju rumah Aidan. Dia melihat motor Aidan ada di rumah begitupun mobilnya, masih lengkap tidak ada yang keluar. Artinya Aidan sedang berada di rumah. Pria itu membunyikan bel rumah, 7 menit Andri menunggu. Namun, Aidan belum juga membukakan pintu. Sahabat Aidan itu kembali menekan bel, masih sama. Akhirnya pria itu mencoba menghubungi ponsel Aidan, ditolak. Andri tidak menyerah dia menghubungi telepon rumah Aidan.
Aidan yang memang sedang uring-uringan dan menyibukan diri dengan memeriksa laporan diskotik di laptop, agar tidak mengingat Aileen. Akhirnya beranjak dari kursi. Dia melangkah menuju pintu depan dan membukanya.
Andri masuk rumah tanpa dipersilahkan.
"Gue sedang sibuk memeriksa laporan, jika bukan hal penting sebaiknya pergi saja," usir Aidan.
"Justru ini sangat penting," sahut Andri, dia duduk di sofa rumah Aidan.
"Katakan!" Aidan menyusul dan duduk di depan Andri.
"Ini soal Aileen." Andri menjeda, melihat reaksi Aidan.
"Pergilah!" Aidan bangkit dari sofa dan membuka pintu, seolah-olah menyuruh Andri keluar dari rumahnya.
"Kenapa loe ngusir gue?" heran Andri. Pria itu berdiri dan menoleh ke arah Aidan.
"Gue nggak mau lagi dengar nama itu," sahut Aidan.
__ADS_1
"Dengar Aidan, Aileen tidak berselingkuh." Andri masih belum bergerak dari posisinya.
"Loe lihat sendiri, kan? Dia datang sama mantannya?" hardik Aidan. Emosinya mulai tersulut. Aidan kembali memgingat foto dan kedatangan Aileeb bersama Atha.
"Justru Aileen menyangka loe ciuman sama Risa, saat dia ke sana? Apa benar loe sedang nyium Risa?" tanya Andri.
"Apa? Gue nyium Risa? Nggak banget, loe tahu gue seperti apa? Pacar aja gue milih, apalagi hal seperti itu. Nggak akan gue sembarangan. Paling pembelaan Aileen aja." Aidan kembali berjalan dan berdiri di samping Andri yang masih duduk.
"Jadi loe nggak percaya dengan apa yang akan gue katakan?" Andri mulai memancibg Aidan.
"Nggak," jawab Aidan singkat.
"Ya, udah. Jangan nyesal." Andri mulai berjalan menuju pintu dan Aidan tidak merespon apa-apa, membuat Andri geram. Pria itu kembali lagi.
"Dengar Aidan, gue hanya nggak mau loe menyesal. Jadi dengarkan apa yang akan gue katakan. Selanjutnya terserah loe, percaya atau tidak." Andri kemudian menceritakan apa yang Aiko ceritakan padanya.
Aidan awalnya masih tidak mau mendengarkan cerita Andri. Namun, akhirnya dia penasaran juga. Aidan kaget dengan cerita Andri, pria itu menahan emosi karena Aileen mengatakan dia playboy.
"Sekarang terserah loe, silahkan loe renungi, jangan sampai loe menyesal. Gue pamit!" Andri kembali menuju pintu dan keluar. Sebelum menutup pintu, pemuda itu sempat melihat ke arah Aidan yang masih berdiri, tanpa ekspresi.
Aidan mencerna perkataan Andri. Namun, sifat egoisnya mengatakan pasti itu tidak benar. Aidan menyesal tidak bertanya Andri tahu darimana cerita itu? Apakah dari Aileen langsung? Jadi Aileen menggunakan Andri untuk membujuknya?
Aidan kembali menyibukan diri dengan memeriksa laporan diskotik miliknya. Dia hanyut dengan kesibukan, kemudian Aidan pergi menuju diskotik untuk memeriksa keadaan di sana. Biasanya dia akan mengajak Andri, kali ini dia tidak melakukannya. Aidan memeriksa seriap ruangan dan minuman. Mereka hanya menjual minuman yang legal. Saat sampai pada kursi tempat dia dan Atha bertengkar. Aidan teringat kembali wajah Aileen yang sedih dan kecewa. Wajah itu adalah seperti wajah saat pertama kali Aidan bertemu Aileen.
Aidan mencerna perkataan Andri lagi. Sepertinya mereka memang salah paham dan ada yang mencoba membuat mereka putus. Aidan langsung keluar dari diskotik dan meoajukan motor ke rumah Aileen. Dia tidak ingin menyesal, dia harus bertanya langsung apa yang ada dalam pikiran Aileen
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1