Suami Pilihan Nenek

Suami Pilihan Nenek
Eps 14


__ADS_3

Vica (POV)



Hari semakin sore...Mas Radit seharian ini menghabiskan waktu bersama aku dan nenek,apa dia mulai membuka hati nya untuk menerima kehadiran ku sebagai istri nya??



"Nek...Kami pamit pulang yah!" ucap Mas Radit berpamitan sambil menyalami nenek



"Nek...Vica pulang ya,Vica janji bakal sering maen ke sini!" aku segera memeluk nenek



Aku dan Mas Radit segera masuk ke dalam mobil,sepanjang perjalanan Mas Radit hanya terdiam.



"Terimakasih Mas....!" ucap ku memulai pembicaraan.



"Untuk apa...??" jawabnya dengan nada datar



"Seharian Mas ajak aku dan nenek jalan-jalan..." balas ku sambil memberikan senyuman,tapi dia malah tetap diam.



Sesampainya di rumah,kami langsung masuk ke dalam rumah.



"Radit....!" sapa Tante Bella yg duduk di ruang tamu,Tante Bella datang bersama anak pertamanya nama nya Boy.



"Tante...!!" jawab Mas Radit sambil menghampiri mereka,aku segera menyalami Tante Bella...tapi tangan ku malah di tepis olehnya.


__ADS_1


"Tante dari tadi di sini...??"tanya Mas Radit



"Tante belum lama ko...!" mata Tante Bella begitu sini menatap ku,apa memang keluarga Oma punya tatapan seperti itu semua ya...??



Tante menceritakan maksud kedatangan nya ke rumah kami,ternyata dia meminta Mas Radit untuk membantu perusahaan suaminya yg sedang dalam keadaan kritis. Dari k dua anak Oma,Papah Handoko dan Tante Bella...yg paling sukses dan kaya adalah mertua ku.



Tidak lama kemudian,tatapan Tante tertuju pada ku...sepertinya dia tidak suka aku ikut campur urusan keluarga mereka.



"Mas...Aku ke kamar dulu ya...!!" Aku segera menuju kamar ku,anak Tante Bella itu sedikit kurang sopan menurut ku...semoga hanya perasaan ku saja.



***********




"Tante...Radit belum bisa kasih keputusan,Radit harus bicarakan dulu sama Papah..."jawab ku.



"Iya sayang...Tante ngerti ko!!



"Mas...Istri kamu keliatannya ga sopan gitu...??"Tiba-tiba Boy bicara seperti itu tentang Vica



"Maksud kamu apa ya...??



"Radit....Tante ngerti perasaan kamu,kamu pasti tertekan kan menjalani pernikahan kamu dengan Vica...??" Lanjut Tante Bella,aku tidak menjawabnya...

__ADS_1



"Perempuan mana yg coba yg langsung mau menerima gitu aja pernikahan tanpa mengetahui calonnya suami terlebih dahulu...kalo ga ngeliat hartanya!!"cetus Tante Bella kembali.



Tante Bella sepertinya ga suka sama Vica,tapi kenapa aku ngerasa ga bisa terima Tante bilang seperti itu tentang Vica.



"Non.....!!"Suara Bi Ijah terdengar,aku menoleh kebelakang dan melihat Vica sedang memegang nampan membawakan minuman jahe.



Vica menghampiri ku dengan wajah sedihnya



"Minum dulu wedang jahe nya...!" seru dia sambil meletakan di meja dan segera naik ke lantai atas.



"Tante Maaf...ini bukan urusan Tante,dan satu hal lagi...Tante ga berhak menilai Vica seperti itu,karna sekarang Vica adalah istri ku!!" Aku segera menyusul Vica ke kamar.



Dia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut,itu artinya dia sedang benar-benar sedih...Vica mendengar yg Tante Bella katakan tentang diri nya.



"Kamu udah tidur..."tanya ku lirih,sambil duduk di sofa.



"Aku minta Maaf...!" seru ku kembali



"Mas ga perlu minta Maaf...semua yg Tante Bella ucapkan itu benar!sekarang udah malem...Mas tidur aja..."



Vica pergi meninggalkan aku yg masih duduk di sofa

__ADS_1


__ADS_2