
Setelah 3 hari di rawat,Raisya dan bayi nya sudah di bolehkan pulang. Tante Bella dan Om Darma begitu senang menyambut kedatang Anak,menantu dan cucu mereka di rumah.
"Selamat datang di rumah cucu Oma...!" Tante Bella segera menggendong cucunya.
"Kamu baik-baik aja kan Raisya?" tanya Om Darma memastikan keadaan sang menantu.
"Iya Pah...Raisya baik-baik aja!
"kita langsung ke kamar dulu Mah,kasian Raisya terlihat cape!" seru Boy.
Mereka semua menuju kamar yg sudah di siapkan,Raisya begitu senang melihat perubahan sikap Boy dan keluarganya.
"Mah...jangan di ganggu terus dong,dia lagi tidur!"Ledek Boy yg melihat Tante Bella terus membelai wajah sang cucu.
"Raisya....kamu sudah memberi nama belum buat anak kamu??" Tanya Tante Bella.
"Belum Mah...!" balas Raisya.
"Tapi Boy sudah menyiapkan nama buat my baby girl dong...!" timpa Boy yg mengambil alih sang anak dari gendongan Tante Bella.
__ADS_1
"Kamu ini..Mamah kan masih pengen gendong cucu Mamah!"
"Tapi cucu Mamah lagi tidur,kasian dia!!
Boy menidurkan sang anak di box bayi
"Alecia Elvina....itu nama anak Ku Mah!"
"Nama yg indah Boy..."! seru Om Darma
Mereka semua begitu senang atas hadirnya baby Alec.
"Kenapa Bi...??"Tanya Tante Bella.
"Ini Tuan....Tadi ada surat untuk Den Boy!" Pelayan itu memberikan sebuah amplop coklat kepada Boy.
Boy membuka isi amplop tersebut,seketika raut wajah Boy terlihat begitu tegang,pucat...Boy langsung menjatuhkan tubuhnya yg begitu lemas.
"Ada apa Boy,kamu kenapa??Tanya Raisya panik dan menghampiri yg masih terlihat syok.Raisya mengambil selembar surat yg masih di pegang oleh Boy.
__ADS_1
Sama halnya seperti Boy yg mendadak lemas dan syok setelah membaca isi surat tersebut,Raisya pun begitu syok setelah membacanya.
"Kalian kenapa...apa isi surat itu??" Tante Bella mulai panik melihat keadaan anak dan menantunya.
"Ini surat panggilan dari polisi...!" seru lirih om Darma setelah mengambil dan membaca surat itu.
"Nak....kamu tidak apa-apa,Mamah akan meminta Radit untuk mencabut laporan terhadap kamu!Mamah akan melakukan apapun untuk kamu...!" Tante Bella begitu histeris,dia menangis dan memeluk Boy yg masih terdiam.
"Boy harus bagaimana Mah..!" Suara Boy terdengar begitu gemetar,dia menangis di pelukan Tante Bella.
"Kami tidak akan masuk penjara Nak,Mamah akan lakukan apapun itu!" Tante Bella terus menangis sambil memeluk anaknya.
Raisya ikut larut dalam kesedihan keluarganya,kebahagiaannya baru saja datang...kini harus di uji kembali!Raisya sadar....ini balasan dari apa yg sudah Boy lakukan kepada Radit.
"Sudah Mah...ini masih dalam penyelidikan,kita berdo'a semoga Radit akan mencabut tuntutan kepada Boy!" Om Darma berusaha tegar dalam hal ini,walau dia tahu...itu hal yg mustahil setelah apa yg Boy lakukan kepada Radit!Apa Radit akan mencabut tuntutannya kepada Boy.
"Pah...Kita harus menemui Radit,atau...kita temui Mas Handoko!kita minta bantuan kepada mereka Pah!Mamah ga mau sampai Boy di penjara Pah...!" Tante Bella bangun dan langsung memandang wajah suaminya.
"Apa Mas Handoko akan membantu kita,untuk membujuk Radit...??"seru Om Darma.
__ADS_1
"Tapi kita harus mencobanya Pah...apa Papah akan membiarkan begitu saja anak kita di penjara??" suara Tante Bella semakin histeris sambil terus menangis