
Vica (POV)
Tubuhku sulit bergerak saat Mas Radit mencium bibirku,kenapa aku harus membalas ciuman nya...Dia mencium ku hanya terbawa suasana atau..??entah lah...
Aku berusaha mengumpulkan tenaga ku, dan meninggalkan kamar...Aku bergegas menuju ruang makan.
"Non...Non Vica baik-baik aja??Tanya Bi Ijah saat aku melamun di meja makan.
"Oohh...iya Bi,Vica baik-baik aja!"balas ku gugup
"Non...Tuan ga turun untuk makan...??" Belum selesai Bi Ijah bertanya.
Suara langkah kaki menuruni tangga terdengar.
"Aku di sini Bi...!!" Mas Radit terlihat begitu tenang,seperti tidak terjadi apa-apa pada kami .
Aku menuangkan nasi di piring Mas Raditya, tapi Mas Radit tetap begitu tenang tak bersuara...mungkin buat dia ciuman itu hal biasa,dan tak berarti apa-apa.
Kenapa rasanya nya nyesek banget kaya gini, aku ga boleh mengharapkan lebih dari ciuman itu.
Saat aku hendak pergi ke kamar saat selesai makan.
__ADS_1
"Aku minta maaf atas kejadian tadi,anggap saja itu bukan apa-apa dan tidak pernah terjadi.." seru Mas Radit seraya meninggalkan ku.
Air mata tiba-tiba saja menetes di pipi ku,aku segera menghapusnya dan pergi ke dalam kamar ku.
"Benar yg Mas Raditya katakan,itu cuma kesalahan...ga lebih !!"batin ku.
Aku segera membaringkan tubuh ku di atas tempat tidur dan menutup semua tubuh ku dengan selimut.
*****************
Raditya (POV)
Padahal itu semua bukan salah Vica,kami hanya menjadi korban atas keadaan...dan aku tidak menyalahkan keluarga kamu,terutama nenek dan Oma.
Aku melihat tubuh istri ku tertutup oleh selimut,sepertinya dia merasa sedih atas sikap ku!! Aku sudah keterlaluan terhadapnya...
"Maaf...!!" Ucap ku lirih,entah dia mendengar atau tidak. Dan aku segera tidur di sebelah tubuhnya yg di batasi oleh bantal guling.
Keesokan hari nya,saat aku terbangun...aku sudah tidak melihat Vica di samping tempat tidur kami. Aku berlari ke kamar mandi dan ruang kerja ku,mencari tiap sudut kamar kami...tapi Vica tidak ada.
__ADS_1
Aku segera turun dari lantai atas dan mencarinya di bawah...di tiap sudut rumah kami.
"Bii....Tolong ambilkan wortel itu!!" Terdengar suara khas Vica yg merdu itu,ternyata dia sedang menyiapkan sarapan.
"telah...lama aku bertahan..
demi...cinta wujudkan sebuah harapan
namun kurasa cukup ku...menunggu..
semua rasa tlah hilang...
Sekarang aku tersadar ..
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu...tak cinta lagi..."
Terdengar merdu suara Vica yg khas itu mengikuti alunan musik yg ia dengarkan, Ia bernyanyi begitu asik sambil memasak.
Bi Ijah yg ikut membantunya melihat dengan senang karna memang suara Vica begitu indah dan merdu sekali...sepertinya dia memang suka bernyanyi dan suka dengan musik.
Aku mengamatinya terus dari jauh,perlahan aku menghampirinya.
__ADS_1
"Tuan...!" Bi Ijah terkejut melihat kedatangan ku,Vica segera berbalik menghadap ku dan mematikan musik di handphone nya.