
Vica (POV)
Beberapa hari berlalu,keadaan Oma semakin membaik...hari ini aku libur kerja,jadi aku bisa menyambut Oma pulang dari rumah sakit.
"Bi Ijah....!!" terdengar teriakan Tante Bella yg nyaring itu,aku segera berlari menuruni tangga...dan ....
Aaahhhgg...Aku kira aku terjatuh,tapi Mas Radit dengan sigap menarik tangan ku hingga tubuh ku mendekap tubuhnya.
Dia menatap wajah ku,dan aku menengadah kan kepala ku ke wajahnya..."Lain kali hati-hati...dasar ceroboh!"
Aku menjauhkan tubuhku dari tubuh Mas Radit,dia tidak bisa bersikap baik pada ku...yg ada hanya ucapan nya yg ketus dan sinis itu!
"Oma...!" Aku berlari memeluk Oma yg sudah terlihat sehat.
"Cucu Oma..." Oma balas memeluk ku
"Udah...jangan lama-lama peluk Omah,Oma harus istirahat!" celetuk Tante Bella
Aku dan dan lain mengantar Oma masuk ke kamar nya "Vica...Tolong ambilkan obat Oma di dalam tas Mamah! ujar Mamah mertua ku
__ADS_1
Kedua orang tua Mas Radit begitu baik terhadapku,walau kami baru saling mengenal... berbeda jauh dengan anak nya.
Kami memberikan waktu untuk Omah beristirahat.
"Nak...Oma meminta kalian untuk menempati rumah yg di dekat kantor kalian ...!! seru Papah.
Mereka ingin memberikan waktu untuk kami lebih saling mengenal dan mendekatkan diri satu sama lain,Mas Radit sedikit menolak namun akhirnya ia menuruti ke inginkan keluarganya.
Kami mengemasi pakaian Kami,dan segera turun menghampiri orang tua Mas Radit .
Adduuhh...bagaimana ini,aku sesudah sebagai bisa keluar dari sini agar bisa tidur dengan kamar yg berbeda sama Mas Radit.
************
Radit (POV)
"Apa sebenarnya rencana Oma...?" Tanya ku dalam hati,sambil merapihkan pakaian ku.
__ADS_1
Hari semakin larut,kami belum selesai merapihkan pakaian kami.Vica dan aku masih tinggal satu kamar...karna kalo kita tidur di kamar terpisah, Bi Ijah pasti melaporkannya ke orang tua ku.
Vica terlihat sibuk menata pakaiannya,dia menaiki kursi dan berusaha menyimpan tas di atas lemari...
Bruugg....aku memegangi tubuhnya yg hampir terjatuh.daagg...diigg...duugg.... kenapa jantung ku berdegup kencang saat mendekapnya,kami saling bertatapan..aku menggendongnya ala bridal style. Aku menurunkan tubuhnya perlahan.
Cuuupp....Aku langsung mengecup Bibirnya secara spontan,dan terus menempelkan bibir ku ke bibir tipis miliknya aku mulai melumati bibirnya...perlahan Vica juga mulai memainkan bibirnya dan membalas kecupan bibirku,seperti mendapat lampu hijau lidah ku mulai memasuki mulutnya dan meraba semua yg ada di dalam nya...Lidah Vica mulai melilitkan ke lidah ku,dan tangan Vica mengalungkan ke leher ku,ini benar-benar ciuman yg bergairah.
tookkk...tokk...tookkk....sontak cium hangat itu terhenti,namun wajah kami masih saling menempel...Vica mengatur nafasnya yg tidak beraturan itu.
Aku mengusap bibir tipisnya dan segera meninggalkan nya yg masih mematung. Di dalam ruang kerja ku aku menggaruk-garuk and kepala ku,ini buat ku sedikit frustasi.
"Kenapa aku harus mencium bibirnya...??dan Bibirnya itu...kenapa jantungku berdetak kencang seperti ini..." seru ku sendiri yg semakin kacau kalo mengingat kejadian barusan.
Apa yg ahrus aku bicarakan,bagaimana aku menghadapinya...??batin ku terus berontak...Aku baru merasakan hal seperti ini yg buatku frustasi.
__ADS_1