
Raditya (POV)
Setelah mengurus biaya dan jenazah almarhum Oma,kami semua pulang k kediaman orang tua ku.
Ayah dan Ibu pun sudah berada di rumah kami
"Vica....Kamu harus kuat sayang,kamu ga boleh seperti ini...!! seru Mamah sambil memeluk tubuh lemas Vica.
"Radit...kamu harus kuat ya! sahut Ayah.
" Iya Ayah..."jawab ku.
Kami semua duduk dan mendoakan Oma,aku melihat ke arah istri ku...dia benar-benar terlihat begitu sedih!! Oma begitu dekat dengan nya.
"Mas....!!" seru Vica sambil menangis,aku duduk di sampingnya dan menghapus air matanya.
"Dengerin Mas ya...Oma sudah tenang sekarang!!Kamu ga boleh menangis seperti ini,kita boleh bersedih...tapi jangan berlarut-larut!!
"Tapi Mas...kenapa Vica harus kehilangan orang yg Vica sayangi??kenapa Mas....??"
Dia begitu terguncang....aku berusaha menenangkan,aku menggendong tubuhnya yg lemas itu dan membawanya ke kamar.
__ADS_1
"Tuan...Barin Non Vica minum dulu,biar lebih tenang!" seru Bi Ijah sambil memberikan segelas teh manis hangat.
Vica meminumnya sedikit,dia menghapus air matanya yg masih terus keluar itu.
"Mas mau....kalo kamu ikut ke pemakaman,kamu ga boleh seperti ini!!semua menyayangi Oma,tapi Tuhan lebih sayang sama Oma...kita harus ikhlas menerima ini semua sayang!!
Vica mengatur nafasnya,dia menarik dalam-dalam nafasnya...agar lebih baik! Aku terus berada di sampingnya,aku ga peduli tamu yg berdatangan di luar sana.
Tubuh Vica begitu lemah sekali,aku ga mau terjadi sesuatu padanya.
"Radit....Papah kamu mencari kamu...!" seru Ibu mertua ku. Aku pun meninggalkan Vica bersama Ibu nya.
Vica (POV)
Ibu menemani ku di dalam kamar.
"Dengar Ibu...Kamu harus kuat,ga boleh terus-terusan seperti ini...Kasian Oma di sana!! pasti dia akan sedikit kiat kamu seperti ini...." ucap Mamah sambil membelai wajah ku.
Aku belum sempat memberi tahu Oma,kalo dia akan mempunyai Cicit...Pasti Oma akan senang mengetahui aku hamil.
Kenapa Oma pergi secepat ini,sekarang...apa yg harus aku lakukan??Oma orang pertama yg mempertemukan aku dengan Mas Radit,walau orang tua Mas Radit menyayangi ku...tapi aku lebih dekat dengan Oma.
__ADS_1
"Ibu....Vica sedang hamil sekarang!!" ucap ku sambil menghapus air mata ku.
"Benar sayang...??" Tanya Ibu seolah tak percaya.
"Vica belum memberitahu siapapun,karna Vica juga baru tahu kehamilan Vica saat di rumah sakit tadi...!!
Aku menjelaskan kehamilan ku pada Ibu,tapi aku meminta Ibu untuk tidak memberitahukan terlebih dahulu pada Mas Radit...karna suasana masih dalam keadaan berkabung.
"Vica minta tolong...Ibu jangan beritahu Mas Radit,Biar Vica sendiri yg beritahu Mas Radit tentang kehamilan Vica!!" Tegas ku.
Ibu hanya menganggukan kepalanya.
"Vica...apalagi kamu sedang hamil sekarang,jadi...jaga kondisi kamu baik-baik!!kamu pasti sedih...tapi ingat kandungan kamu sayang...!!" seru ibu sambil mengelus perut ku.
" Vica....semua sudah mau berangkat ke pemakaman,kamu baik-baik aja kn??
"Vica mau ikut Mas...!!" seru ku.
" Tapi Mas minta kamu yg kuat,ga boleh terus bersedih....!!" Balas Mas Radit...Mas Radit keluar terlebih dahulu.
"Liat suami kami...Dia begitu mengkhawatirkan keadaan kami,apa lagi kalo dia tahu kamu hamil!!pasti dia lebih khawatir dari ini..." goda Ibu.
__ADS_1