
Vica (POV)
Langkah kaki ku terasa begitu berat,saat aku menghampiri Mas Radit yg terbaring di tempat tidur pasien...Beberapa alat terlihat terpasang di tubuh Mas Radit.
"Mas....!" seru ku lirih sambil melihat wajah Mas Radit,wajah Mas Radit tidak banyak luka.
"Mas...Vica di sini!!"
Aku duduk di kursi sebelah Mas Radit,aku memegang dan menggenggam tangan nya dengan erat.
Air mata ku terus saja jatuh dengan sendirinya,walau aku coba untuk menahannya.
"Mas....Vica mohon,bangun!!Mas janji ga akan ninggalin Vica sendiri....
Kenapa ini harus terjadi pada ku,aku ga bisa kuat jalani ini semua.
Mas Radit mengalami kecelakaan di ruas tol Cipularang saat pulang dari Jakarta,dia menabrak trotoar ...dan langsung di lari kan ke salah satu rumah sakit swasta di Bandung.
"Mas....Vica mohon bangun,demi Vica dan calon anak kita!!Mas....!!" Tangis ku semakin tidak bisa aku bendung.
Aku mengingat-ingat kembali masa-masa bahagia kami berdua,Mas Radit yg selalu ada buat ku.
"Mas....!!"
"Vica....!!" ternyata Ayah sudah berada di samping ku.
Ayah memapah ku untuk keluar dari ruangan ICU,karna tangis ku sudah mulai tidak bisa di bendung.
"Ayah....Vica masih masuk di dalam!!"ucap ku sambil menangis.
__ADS_1
"Vica...dengar ayah,Nak!!Kamu harus kuat,kamu ga boleh seperti ini....ingat kandungan mu dan anak kamu!!"
Aku terdiam mendengar ucapan ayah,benar apa yg ayah bilang pada ku...aku ga mau sampai terjadi sesuatu sama anak aku dan Mas Radit.
Kami berdua keluar dari ruang ICU
"Vica....Makan dulu ya!" seru ibu sambil membawakan kotak nasi.
"Vica ga lapar Mah....!!" Aku menghapus air mataku,walau masih terus saja jatuh.
"Kalo kamu seperti ini,kasian sama anak kamu di dalam perut kamu Nak...!!"Balas Ibu
Bena apa yg di sampaikan keluarga ku,aku mengambil minuman yg di berikan oleh Mamah.
"Vica makan nanti aja...!!
"Keluarga Pak Radit...??"Tanya dokter pada kami.
"saya istri nya dok...!" Dokter menjelaskan tentang kondisi Mas Radit.
Saat ini kondisi Mas Radit masih dalam keadaan kritis,dan dia mengalami perdarahan di kepalanya dan mengalami koma...Dokter menyampaikan,kalo koma nya Mas Radit tidak tahu sampai kapan.!
Tubuh ku mulai terasa lemas dan aku terduduk kembali di kursi...air mata ku masih saja jatuh dengan sendirinya.
Aku beranjak dari tempat duduk ku,dan berdiri di depan jendela ruang ICU menata ke ruangan yg tertutup oleh tirai.
"Mas....Mas Radit!" suara ku terasa berat sambil menangis
__ADS_1
Aku memukul jendela dengan tak berdaya,Papah segera memegang tubuh ku yg terkulai lemas.
"Paaahhh.....Vica mau Mas Radit,kenapa Mas Radit belum bangun,Vica mau Mas Radit...
"Vica....!!" sahut Mamah sambil memeluk ku
"Mamah....Vica mau bersama Mas Radit!!" tangis ku sambil memeluk Mamah.
Semua keluarga ku pun ikut menangis bersama ku,kami semua sangat bersedih atas apa yg terjadi sama Mas Radit.
Doni menghampiri kami semua,dia pun terlihat begitu sedih.
"Om...Tante....bagaimana keadaan Radit??Tanya dia pada Papah.
"Dia masih belum sadar...!! balas Papah sambil menghapus air matanya.
Tangis Doni pun pecah,dia terlihat terisak tangis,emosi dan penyesalan.
"Maafin aku om...kalau saja aku ikut dengan Radit,mungkin ini ga akan terjadi!!" ucap nya dengan rasa penyesalan.
Semua yg terjadi atas kecelakaan Mas Radit,bukan lah salah siapa pun...ini memang sudah kehendak Nya,kami semua tidak pernah menyalahkan Doni.
Kan semua berkumpul di depan ruang ICU,Ibu dan Mamah terus memegang kedua tangan ku.
"Nak....kamu pulang ya...!!" seru Papah
"Gaa Pah....Vica mau tetap di sini,nemenin Mas Radit!" balas ku sambil menghapus air mata ku.
__ADS_1
Mereka terus memaksa ku untuk beristirahat di rumah,karna ini ga baik buat ku dan kandungan ku.Tapi aku tetap memaksa untuk tetap berada di sini,.