
Vica (POV)
Kini aku sudah menjadi istri seseorang, Raditya adalah nama suami ku...Wajahnya memang tampan,gagah dan postur tubuhnya yg tinggi,pasti banyak perempuan di luar sana yg mengejar nya atau bahkan dia sudah punya kekasih.
Perbedaan usia kami cukup jauh yaitu 10 tahun,di usianya yg sudah 31 tahun dia begitu dewasa dan berkarisma.
"Mas...boleh Vica tanya sesuatu..?" Tanya ku ragu
"Iya...??"jawabnya tanpa ekspresi.
"Ga jadi deh...!!" Aku sedikit ragu dan canggung berbicara dengan nya.
"Dengar baik-baik....Aku hanya ingin menikah 1 kali,dan aku paling ga suka di bohongi!!Ucapnya tegas. Siapa juga yg mau menikah 2 kali batin ku
Pak Handoko dan Bu Lisa menghampiri ku
"Vica...sekarang kamu adalah menantu kami, jadi kami sekarang adalah orang tua kamu sayang....!!" Bu Lisa begitu baik pada ku
"Iya Bu...!! ucapku
__ADS_1
"Jangan panggil ibu ya...panggil Mamah aja..!" balas Mamah Lisa
"Radit...kamu ajak Vica pulang dulu,biar Papah sama Mamah yg jaga Oma!! Papah mertua ku juga ternyata sangat baik,walau di perusahaan dia begitu tegas
Aku dan Mas Raditya berpamitan,kami segera menuju mobil sport milik Mas Radit...Sepanjang perjalanan Mas Radit hanya terdiam,dia hanya berfokus mengendarai mobilnya.
**************
Radit (POV)
Kami sampai di kediaman Vica yg terlihat begitu sederhana tapi sangat indah di lihat. Pintu warna putih itu terbuka,dan Nenek Ati pun tersenyum menyambut kedatangan kami.
Aku terus melihat tiap sudut rumah minimalis Nenek Ati yg begitu bersih dan tertata.
"Hai Nak..." Sapa Ayah mertua ku.
" Hai Om...!" jawabku sambil menyalaminya
"Panggil ayah aja..." seru Ayah.
__ADS_1
Sedikit canggung...karna kami baru saja saling bertemu,tapi beliau begitu asik saat berbincang dan santai. Ayah Agus memberitahu beberapa hal tentang putri nya,dan meminta ku untuk menjaga nya...karna sekarang dia adalah istri ku !!
Vica menghampiri ku di ruang tamu dengan membawa koper pakaian dan Tas, Orang tua ku berpesan untuk membawa Vica ke rumah kami.
Ibu Ani dan Nenek Ati terlihat paling sedih,karna harus berpisah dengan Vica.
"Vica bakalan sering mampir ke sini Nek..." seru Vica sambil memeluk Nenek...Suasana haru mulai terlihat,aku melihat Vica begitu sedih.
Selesai berpamitan,aku segera membawa koper dan Tas milik nya...kami segera memasuki mobil dan berlalu meninggalkan mereka,sekilas aku melihat wajah Vica murung...dia masih sedih harus meninggalkan rumah Neneknya.
Sesampainya di rumah,aku segera membawa Vica masuk ke dalam kamar ku...Dia melihat setiap sudut kamar ku.
"Ini kamar ku...ini tempat menyimpan pakaian,dan ini kamar mandi...!!" aku memberitahu beberapa tempat dalam kamar ku.
"Kamu mandi dan langsung istirahat...kalo kamu butuh sesuatu,kamu panggil aja Bi Ijah di bawah!!
"Mas....??" Tanya dia canggung.
"Aku mau ke ruang kerja ku,ada beberapa pekerjaan yg harus aku kerjakan!!
__ADS_1
Sebenarnya nya aku masih belum terbiasa ada orang lain di dalam kamar ku,bukannya menghindar...hanya entahlaaahhh...