
Satu Minggu berlalu...Raisya masih terlihat biasa,tidak ada gerak-gerik dia yg mencurigakan Vica dan Radit...Namun tetap saja Radit masih siaga,beberapa bodyguard masih terjaga di rumah Vica.
Raisya yg awalnya heran,kini sudah terbiasa...Vica pun malah sering berbincang dengan Raisya seputar kehamilan!Tapi tidak mendekatkan Baby Aksa dengan nya.
Lusa adalah satu tahun Kematian Nenek Ati,dan acara pengajian di lakukan di rumah Vica...makanya hari ini orang tua Vica dan Radit berkumpul di rumah Vica. Mereka berbincang di ruang keluarga,tepatnya di lantai 2 rumah Vica .
"Nak....kamu ko biarin Raisya tinggal sementara dengan kalian,kamu tahu sendiri gimana sikap dia sama kamu??" ujar Mamah Lisa.
"Iya sayang...Ibu ga ngerti deh sama sikap kamu??Tapi selama dia tinggal di sini,dia ga macem-macem kan...?" Lanjut ibu sambil memainkan Aksa yg berada di pangkuan ibu.
"Mah...Ibu...Raisya sepertinya sudah berubah,Vica hanya kasian sama anak dalam kandungan Raisya!!" jawab Vica.
Vica mencoba menjelaskan kepada keluarga nya,yg mungkin sedikit tidak masuk akal.
"Terus Radit bagaimana?" Lanjut ibu.
"Mas Radit awalnya marah sama Vica,tapi lama-lama dia bisa mengerti...!" balas Vica.
__ADS_1
Nisa dan Doni sibuk mengatur semua persiapan untuk pengajian di rumah,mereka berdua sangat sibuk...sedangkan Raisya hanya sedikit membantu Bi Ijah di dapur dengan memotong beberapa sayuran.
Tidak lama kemudian datang sosok Tante Bella, Om Darma dan juga Boy...Mereka terheran melihat sosok yg sangat dia hindari saat ini yaitu Raisya.
"Hei kamu....sedang apa kamu di sini??"Tante Tante Bella yg kemudian menghampiri Raisya dengan emosi.
Mereka semua turun mendengar keributan di bawah,akhirnya Vica memberikan Baby Aksa ke Nisa dan menyuruh Nisa untuk masuk ke dalam kamar.
"Memang nya kenapa??Tante heran liat saya...atau kau Boy,takut liat saya??"Balas Raisya menantang.
"Ooohh...Rupanya kamu berani keluar juga sekarang Boy,dasar anak Mami!" Raisya dengan kesal mendekat ke Boy.
"Kalian bisa selesaikan semuanya dengan baik-baik kan!Lisa....Darma..kamu juga Boy,kumpul semua di ruang Tamu!!"Tegas Papah Handoko.
Radit memang sedang tidak ada di rumah,dia masih ada beberapa pekerjaan di kantornya.
Vica hanya menatap kesal ke arah Tante Lisa dan Boy.
__ADS_1
"Raisya....Om mau tanya,benar...anak yg sedang kamu kandung itu anak Boy!"Papah Handoko memulai pembicaraan setelah beberapa menit suasana begitu hening.
"Kak....Kakak ko bicara seperti itu?"Potong Tante Lisa kepada Papah Handoko.
"Diam kamu...!!ini belum waktunya kamu bicara..." balas Papah Handoko sambil menunjukan tangannya kepada Tante Bella.
"Raisya berani bersumpah Om,atas nama Tuhan...anak yg Raisya kandung anak Boy!!" Jawaban Raisya penuh dengan tekanan sambil berurai air mata.
Vica menghampiri Raisya,dia berusaha menguatkan Raisya dan memberikan tissue.
"Raisya berani melakukan test DNA om...!"
"Bohong Om...itu bohong,apa yg Raisya katakan bohong!" Boy berusaha membela diri.
"Pada saat kami melalukan hubungan itu,Boy tahu itu bukan yg pertama untuk Raisya....!"Lanjut Boy,Raisya tidak bisa berkata apa-apa.
"Kalian tahu sendiri,Raisya dan Radit sudah berpacaran cukup lama...atau jangan-jangan..."
__ADS_1
plaaaakkkkk.