
Vica (POV)
Mas Radit sudah berangkat,aku hanya terdiam di kamar dan kadang pergi ke dapur bersama Bi Ijah.
Hari semakin sore,Mas Radit biasanya selalu menelepon aku...aku mencoba meneleponnya tapi tidak di angkat.
"Ma Radit kenapa ya ga angkat telepon ku...??" gumam ku.
Aku menyiapkan makan malam untuk Mas Radit,biasanya jam 5 sore dia sudah pulang...tapi ini belum pulang juga!!
"Non....Bangun Non!!" seru Bi Ijah membangunkan ku yg tertidur di meja makan.
"Bi....Mas Radit belum pulang??"Bi Ijah menggelengkan kepalanya.
Aku melihat ke arah jam,sekarang sudah jam 11 malam...aku masuk ke dalam kamar dengan rasa sedih,biasanya Mas Radit tidak seperti ini.
kreekkk....terdengar pintu kamar ku terbuka saat aku hendak duduk di tempat tidur.
"Mas...??seru ku melihat wajah lelah suami ku.
Dia hanya terdiam,dan duduk di samping ku.
"Mas...kamu kenapa??"Tanya ku perlahan.
Dia tidak menjawab pertanyaan ku dan langsung tertidur di samping ku,aku langsung menitikkan air mata...kenapa dia seperti itu sekarang.aku menangis hingga tertidur.
Keesokan harinya aku terbangun,tapi Mas Radit sudah tidak ada di samping ku...Aku mencari ke setiap sudut rumah kami,tapi dia tidak ada.
"Mas...!!" ucap ku saat melihat dia berada di ruang kerjanya.
Dia menatap ku dan kemudian menatap kembali laptopnya.
"Mas...Sebenarnya Mas kenapa??kenapa diemin Vica seharian,kalo emang Vica ada salah...tolong bilang sama Vica!!" seru ku sambil menitikkan air mata.
Mas Radit menghampiri ku dan langsung memeluk ku
__ADS_1
"Maafin Mas yyaa...Mas benar-benar sibuk seharian di kantor!!
"Tapi Mas ga seharusnya diemin Vica seperti ini...!!
*************
Raditya (POV)
Aku benar-benar ga bermaksud buat Vica bersedih,keadaan di kantor sedang dalam masalah...banyak hal yg harus aku kerjakan.
"Sayang...aku minta maaf...!!"ucap ku kembali.
Dia meninggalkan ku,aku berusaha mengejar dia.
"Mas....!!" Vica berpegang pada lemari pakaian.
"Sayang....!!" aku segera menahan tubuhnya dan hendak terjatuh.
"Bii....Bibi!!" teriak ku.
Bi Ijah datang dengan tergesa-gesa
"Kenapa tuan....??Non Vica...??" Bi Ijah sangat terkejut melihat keadaan non Vica.
"Aku ga tahu Bi...??Bi tolong buatin teh manis hangat.
Nikah keluar dan segera membuatkan teh manis.
"Tuan...ini teh manisnya!" seru Bi ijah sambil memberikan teh manis.
"Tuan...sepertinya Nona lemas gara-gara tidak makan semalam!!
"kenapa Bi...??" Tanya ku terkejut
__ADS_1
"Non Vica seharian nunggu tuan,dia sangat mencemaskan tuan...dia pun tertidur saat menunggu tuan di meja makan!!
Hati ku begitu sakit mendengarnya,aku benar-benar ga bermaksud membuat mu seperti ini.
Vica terus membalikan tubuhnya dari ku,dia tidak mau berbicara pada ku.
"Tolong jangan hukum Mas seperti ini,Mas ga sanggup liat kamu seperti ini...Mas benar-benar salah!!kamu boleh hukum Mas apa pun,kalo boleh pukul Mas atau tampar Ma sampai km puas...!!"
Vica langsung mendekap ku erat,tangisnya begitu pecah...aku langsung mendekapnya erat.
"Maafin Mas...!!
Dia lama memeluk ku,dia sudah lebih tenang sekarang!
"Sekarang makan ya...!!" ucap ku sambil menghapus air matanya.
Aku meminta Bi Ijah membawakan makanan ke kamar kami,Vica terus mendekap tubuh ku dia sama sekali ga mau jauh dari ku .
"Don....Tolong kamu k rumah,bawa semua file-file yg belum selesaibke rumah!!" seru ku dalam telepon.
"Mas...kalau sibuk,ke kantor aja!!" seru istri ku.
Aku ga mau ninggalin istri ku,aku sudah membuatnya bersedih.
"Mas mau di rumah aja sama kamu,Mas bisa ngerjain laporan di sini....!!" aku berusaha membuat istri ku senang.
Ga lama kemudian Doni pun datang,dan langsung masuk ke kamar ku...Vica ternyata sudah terlelap di pangkuan ku,aku memindahkan tubuhnya perlahan...tapi tangan istri ku malah memegang baju ku.
Bagaimana ini,Doni tersenyum melihat tingkah kami...Akhirnya aku mengerjakan laporan ku di samping Vica yg tertidur pulas
__ADS_1