
Vica (POV)
Selama 2 hari kami terus membahas perjodohan ku dengan cucu Oma,Nenek bersih keras menjodohkan aku!! Ayah dan ibu tidak bisa berbuat apa-apa lagi,karna nenek terus mendesak mereka.
Kriiing...kriiing...kriiing...suara telepon rumah kami berbunyi, Bi Sum asisten rumah kami segera mengangkatnya...
"Nek...Oma Sukma kritis..!" ucap perlahan Bi Sum
"Kita ke Rumah sakit semua..!!Ajak Nenek dengan cemas,kami pun segera menuju ke Rumah sakit.
Sesampainya di Sana,Nenek segera masuk...Aku melihat arah semua yg ada di dalam ruangan,ada Pak Handoko dan Bu Lisa yg terlihat menangis,dan keluarga yg lain.
"Vica...." seru Bu Lisa menghampiri ku dan memeluk ku
"Iya Bu..." ucapku sambil memeluknya kembali
__ADS_1
Suasana begitu terasa haru,Oma masih belum sadar... Tiba-tiba datang sosok Pria tampan,tinggi dan berhidung mancung sambil membawa seseorang yg tidak lain adalah penghulu. Mereka sibuk membicarakan segalanya...
"Nak...Kamu akan menikah sekarang...!?seru Mamah sedih sambil menenangkan ku,aku ga bisa berbuat apa-apa...
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Vicalita yudistira binti Agus dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"...Suara pria tampan itu mengucapkan ijab kabul dengan nada sendu menahan tangisnya di samping Oma yg masih belum sadar.
"Saaahh ...!"seru semua orang yg berada di dalam. Harus bahagia atau apakah saat ini,kini pria tersebut sudah menjadi suami saah ku...
"Vica...kemari Nak..""seru Nenek, Bu Lisa menggandeng ku mendekati Nenek.
************
Raditya (POV)
Entah apa yg aku rasakan saat ini,aku tidak memperdulikan semuanya,asalkan Oma senang ...Pesan nenek sebelum ia tak sadarkan,ia memintaku menikahi wanita yg belum aku temui sama sekali...dan sekarang wanita dengan wajah polos,cantik yg seketika membuat jantungku berdetak kencang kini berada di hadapan ku. Dia sekarang istri ku Vicalita
__ADS_1
Dia terlihat menahan sedih dan bingung,sama seperti ku saat ini...kaluarga kami berbincang di ruang tunggu di dalam ruangan nenek,mereka meninggalkan kami berdua duduk di samping Oma yg masih belum sadar
Rasa canggung bercampur aduk,wanita ini terlihat menitikkan air mata...sontak tangan ku menempel pada wajah cantik nya dan menghapus air matanya.
"Jangan menangis di hadapan Oma seperti ini...!!ucap ku. Vica menatap ke arah ku dengan lembut,yg membuat jantungku setelah kencang kembali...apa ini sebenarnya...kenapa seperti ini...
"Nak...Ibu sama Ayah pamit dulu ya!!Nanti malam Ibu ke sini lagi...!" seru Ibu mertua ku menghampiri kami.
"Biar Radit antar Bu..Ayah...!!" Aku beranjak dari tempat duduk ku
"Tidak usah Nak...jaga Oma dan jaga Vica!! Balas Ayah mertua ku,beliau terlihat sedikit sedih.
Aku menatap perlahan wajah istri ku yg sedih,dia duduk kembali di kursi samping tempat tidur Oma.
"Mas...!" Suara nya begitu lirih.
__ADS_1
"Iya..."jawabku perlahan,aku duduk kembali di sampingnya.Dia kembali menitikkan air mata,aku mengerti perasaan ku saat ini...karna sekarang posisi kita sama