
Raditya (POV)
Vica sedikit bingung sepanjang perjalanan,saat di kantor...aku meminta Doni menyiapkan semuanya dengan cepat!!Aku membawanya ke sebuah hotel berbintang.
Aku segera mengajak Vica masuk ke sebuah kamar yg sudah Doni pesan kan untuk ku.
"Mas....??"
Vica terkejut melihat kamar itu sudah penuh dengan bunga" yg indah,dan ada meja makan yg sudah di lengkapi oleh bunga-bunga dan lilin yg menyala.
Aku berjalan menghampiri Vica,aku berlutut di hadapannya sambil mengeluarkan kotak kecil...
"Sudah hampir 2 bulan kamu mendampingi aku sebagai istri ku,tapi tidak ada cincin pernikahan kita selama ini!!Maaf aku baru memberikannya..."seru ku sambil memasangkannya di jari manis istri ku.
Dia menahan rasa haru saat aku memasangkan cincin pernikahan kami
__ADS_1
"Dan ini....Ini adalah buku Sah pernikahan kita!!ini buku Nikah kita....!"
Air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi,saat aku mengeluarkan buku nikah yg baru sempat aku ambil. karna dulu pernikahan ku mendadak,aku belum sempat mendaftarkan pernikahan ku secara hukum. kini pernikahan ku dan Vica sudah terdaftar.
Tanpa berkata-kata...Vica langsung memeluk tubuhku ku erat
"Mas....Vica sangat terharu !!ucapnya dalam dekapan ku. Dia terus menangis ...
Aku menghapus air matanya,dan mengecup kening istri ku.
"Siapa yg nyiapin ini semua...??tanya Vica sambil duduk di meja makan yg sudah di siapkan. ledek Vica....kami pun makan malam dengan suasana yg begitu romantis. Doni benar-benar jago untuk urusan seperti ini,ucap ku dalam hati
Vica sudah mandi dan berganti pakaian yg sudah di siapkan juga oleh Doni...Hhmmg ..tapi kenapa dia memilihkan baju tidur yg begitu sexy buat Vica.
__ADS_1
Aku segera menuju kamar mandi sebelum Vica menyadari kalo aku dari tadi melihat nya.Aku keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk saja...Vica terlihat mau dan canggung.
Vica terlihat begitu cantik dengan baju tidur itu,perlahan aku mendekati nya yg masih duduk di depan meja rias hotel.
"Mas....!" seru lirih Vica saat aku mencium pundaknya. aku menggendong tubuh mungil istri ku dan membawanya ke samping tempat tidur.
"Kita mulai dari awal ya..." ucapku sambil mengecup bibir tipis istri ku, aku terus mengecupnya bibirnya begitu dalam...Vica pun membalas ciuman ku,lidah ku mulai mamasuki mulutnya dan memainkan semua yg ada di dalam.
Lidah nya melilitkan ke lidah ku,ciuman kami begitu dalam...Aku mulai membaringkan tubuh istri ku ke atas tempat tidur,dan aku mulai berada di atas tubuhnya.
Aku langsung melumati kembali bibir tipis nya,dan tangan ku mulai meraba seluruh tubuh mungil istri ku.
Aaahhhgg...desahan dari mulutnya mulai terdengar saat aku mulai mencium dan menjilat leher mulusnya. Nafas Vica mulai berdesain lebih cepat,tubuhnya menggeliat seakan menahan gejolak dari setiap sentuhan kuu
__ADS_1