
Vica (POV)
Keesokan hari nya aku masih terjaga di depan ruang ICU,aku melihat ke sekeliling...keluarga ku masih terlelap.
Sekarang sudah jam 6 pagi,aku berdiri di depan jendela kaca ruang icu....aku memegang perut ku yg sudah membesar.
"Nak....Kita do'akan Daddy ya,biar dia cepat sadar dan berkumpul dengan kita...!!"Batin ku.
"Vica...!!" sahut Ibu yg baru terbangun,ibu menghpiri ku.
"Nak...ikut ibu ya...!!"
Awalnya aku menolak,tapi aku ga mau buat ibu semakin mencemaskan keadaan ku. Kami berjalan menuju kantin rumah sakit yg buka 24 jam,Ibu langsung memesan bubur ayam dan teh manis buat kami berdua .
"Dengar ibu ya....Aku harus kuat,kamu harus sehat!!demi anak kamu dan suami kamu,yang sedang berjuang di sana...kalo kamu terus-menerus seperti ini,ga mau makan dan istirahat. Radit pasti sedih melihat nya....!!" ucapan Ibu benar,aku segera menghapus air mata ku yg jatuh dengan sendirinya.
__ADS_1
"Ibu Benar....Vica ga boleh sedih berlarut-larut, Vica harus kuat dan sehat buat mendampingi Mas Radit di saat seperti ini!" seru ku menguatkan diri,walau tidak bisa aku pungkiri...hati ini begitu kacau dan sakit!!Tapi aku harus kuat.
Ibu segera menyuapi ku bubur yg baru saja datang di meja kami,aku pun memakan nya... Aku terus memakan bubur dan teh manis hangat,agar tubuh ku tidak lemas.
Setelah selesai sarapan,kami pun kembali ke depan ruang ICU....tapi aku tidak melihat siapa pun di sana,semua keluarga ku ke mana??
"Don...yg lain ke mana??" Tanya ku saat melihat Doni.
"Vica....aku mencari kamu!" balasnya sambil menghampiri ku.
Aku segera bergegas menuju kamar perawatan Mas Radit di ruang VVIP, aku membuka pintu kamar perlahan...keluarga ku sedang berkumpul di ruang tunggu yg berada satu kamar dengan Mas Radit.
Tapi aku terus melangkahkan kaki ku ke arah Mas Radit,aku duduk di kursi sebelah yg berada di samping tubuh Mas Radit.
"Mas....Mas harus bangun ya,Vica dan calon anak kita menunggu di sini!! seru ku lirih.
__ADS_1
Aku ga boleh menangis di dekat Mas Radit,aku ga mau Mas Radit merasakan kesedihan ku...itu akan membuatnya tambah sulit!!
"Mas...Tadi Vica udah sarapan sama ibu,ibu bilang....Mas Radit pasti marah kalo Vica ga sarapan!!Bener kan Mas....kalo Mas bangun juga pasti akan marah kalo Vica ga makan dan ga nurut !! ucap ku sambil memegang tangan Mas Radit.
Aku mengingat apa yg dokter sampaikan pada alami,agar kami terus mengajak Mas Radit berinteraksi sekali pun dia dalam keadaan Koma...itu salah satu upaya penyembuhan Mas Radit secara batin dan emosional nya!!
Kini tubuh Mas Radit tidak penuh dengan alat-alat yg buat ku ngeri melihatnya,hanya ada beberapa alat yg masih terpasang di tubuhnya.
"Mas....Rasain gerakan anak kita,sepertinya dia memberikan semangat sama Mas...agar Mas cepat sadar dan berkumpul dengan kita!!" Aku berdiri dan memegang tangan mas Radit dan menempelkannya ke perut ku yg besar.
Karna dari tadi anak kami terus-menerus bergerak, seolah dia juga ingin memberikan semangat untuk Daddy nya aga cepat sadar.
Entah kenapa air mata ku jatuh lagi,aku mengecup kening Mas Radit begitu dalam. aku kembali memegang tangan Mas Radit dan menempelkannya di perut ku,agar Mas Radit merasakan gerakan calon anak kita.
"Anak kita ga mau diem Mas,dia gerak-gerak terus dari tadi...!!" seru ku kembali sambil menghapus air mata ku.
__ADS_1
Semoga dia bisa merasakan kehadiran aku dan calon anaknya di sini.