Suami Pilihan Nenek

Suami Pilihan Nenek
Eps 38


__ADS_3

Benar kata dokter bilang,emosi ibu hamil pasti lebih sensitif dan mudah berubah-ubah...aku sama sekali ga marah,cuma hanya bingung mesti gimana ngadepin Vica.



Aku ga mau liat dia bersedih "Mas minta maaf ya sayang...!" Bujuk ku sambil mendekap tubuhnya yg di tutupi selimut itu.



"Gimana kalo besok kita ke rumah Mamah...!!" Tanya ku sambil menggodaku Vica.



"Bener ya...!tapi Mamah pasti sibuk...??" jawab Vica sambil membuka selimut nya.



"Mamah ga sibuk ko,besok kita ke rumah Mamah ya...! " seru ku sambil memeluknya.



Dia terlihat senang "Tapi dari tadi Mas main handphone ngapain??"Tanya dia curiga.



Aku tersenyum melihat tingkahnya yg cemburu dan ke kekanakan menurut ku.



"Mas cuma liat laporan yg Doni kirim tadi,cek aja handphone Mas....!!Mas ga akan macem-macem sayang...!" Goda ku sambil mencium keningnya.



"Mas...Vica minta maaf ya!!Vica ga tahu kenapa Vica seperti ini sama Mas,Mas pasti kesel dan marah ya sama Vica...?"



"Denger Mas yyaa...Mas ga akan kesel atau marah sama kamu,mau kamu gimana juga Mas ga akan marah!!Mas bakalan marah kalo kamu ga mau makan,dan minum obat kamu teratur!! Sekarang ada calon anak kita sayang...Mas cuma minta kamu makan sedikit aja,tapi sering...!!Mas ga mau kamu kenapa-kenapa...!! ujar ku



Aku terus mendekap tubuh mungil istri ku.



"Kamu tahu...Mas justru merasa sedih dan khawatir sekali liat kamu seperti ini,kamu harus merasa mual muntah berlebih...kalo aja bisa di nego,biar mas aja yg ngerasain itu!! asal jangan kamu...!!Mas benar-benar ga mau kamu sampai sakit,kamu boleh ga makan nasi...tapi makan lauk,sayur dan buah sedikit-sedikit...ngemil juga boleh ko!! "



Aku berusaha memberitahu dia perlahan,karna aku benar-benar ga mau dia kenapa-kenapa.

__ADS_1



*************



Vica (POV)



Mas Radit begitu perhatian pada ku,dia memberitahu kepada ku apa yg dia rasakan. Aku sedikit terharu mendengarnya.



"Iya Mas....Vica sangat mencintai Mas!" ucap ku sambil mencium pipinya.



"Mas justru...sangat teramat mencintai kamu sayang !!" jawab Mas Radit yg makin mempererat pelukannya .



"Sekarang udah malam...Tidur ya!"ajak Mas Radit sambil menarik selimut.



Keesokan harinya,aku melihat Mas Radit masih tertidur pulas...aku terbangun karena rasa mual yg timbul lagi.




"Vica...!!" Mas Radit terlihat panik saat aku berada di wastafel kamar mandi.



"ini morning sick...!! ujar Mas Radit sambil mengusap belakang leher ku menggunakan minyak angin...



"Huueekkk....!!" aku terus memuntahkan isi dalam perut ku,Mas Radit mengusap wajah ku dengan tissue.



Dia tidak terlihat jijik melihat ku mual muntah seperti ini,dia justru terus berada di dekat ku.



"kita ke dokter ya...!"

__ADS_1



"Mas...Vica ga apa-apa!!Jawab ku sambil mengatur nafas ku.



"gimana ga apa-apa,liat keadaan kamu seperti ini sayang!!



"Mas...liat Vica,Vica baik-baik aja!!



Mas Radit langsung mengajak ku untuk mandi,dia bersih keras menemani ku saat mandi. Setelah aku selesai mandi,gantian Mas Radit yg mandi.



"Kita ke ruang tv ya Mas....!



Mas Radit terus memegang tangan ku erat.



"Bi...Tolong buatin Terhadap manis hangat.!" seru Mas Radit pada Bi Ijah



"Vica ga mau teh manis,air putih hangat aja ya Bi....!" Pinta ku.



Bi Ijah segera membawakan air putih hangat pada ku.



"Non...Bibi buat bubur ayam,non Vica mau??" Aku melihat Bi Ijah sama khawatirnya seperti Mas Radit. Aku pun menganggukan kepala ku.



Bi Ijah pun segera membawakan sarapan untuk kami,aku mencoba untuk makan bubur ...semoga ini ga buat aku mual.



"Makan sedikit-sedikit dulu ya sayang...! seru Mas Radit.


__ADS_1


Mas Radit pun memakan sarapan nya dan duduk di dekat ku,aku mencoba beberapa suap bubur buatan Bi Ijah ...dan aku tidak merasa mual,tapi hanya beberapa sendok saja!!Ga apa-apa deh,yang penting masuk dan ga keluar lagi.


__ADS_2