
Raditya segera bangun saat suara sang istri terdengar di telinga nya,pemandangan pagi hari yg selalu buat dia bahagia.
"Anak Daddy udah bangun ya...??" Radit segera menghampiri Vica yg sedang menggendong baby Aksa.
"Iya dong...Daddy kalah sama Aksa!" jawab Vica seolah Baby Aksa yg berbicara.
"Mas...Tolong gendong Aksa sebentar ya,Vica mau siapin perlengkapan Aksa mandi..."
"Biar Mas aja yg mandiin Aksa...kamu siapin aja pakaian Mas sama Aksa ya!"Radit berusaha mengambil alih pekerjaan Vica,memang Radit sering membantu Vica dalam mengurus Baby Aksa.
Tanpa rasa takut dan kikuk,Radit memandikan Aksa sambil dia berceloteh...seolah berinteraksi dengan anak kesayangannya.
"Eehh....Aksa dah selsai mandi ya,Aksa seneng di mandiin sama Deddy??"goda Vica sambil mengambil Aksa yg di baluti handuk dan meletakan di atas tempat tidur.
"Naahh....sekarang giliran Daddy yang mandi,ini handuknya sayang!" Vica mengelus pipi sang suami yg sedikit berkeringat dan aga basah.
Cuupp
Radit memberikan kecupan kilat di bibir Vica,saat Vica mulai memakaikan pakaian kepada Aksa.
__ADS_1
"Morning kiss...!!" Radit segera berlari ke kamar mandi.
"Liat Daddy kamu sayang...." seru Vica kepada sang anak.
Mungkin Baby Aksa belum mengerti semua yg di bicarakan oleh orang tuanya,tapi Vica dan Radit berusaha berinteraksi dengan baby Aksa sebisa mungkin....agar Aksa merasakan kehadiran,kasih sayang dan kehangatan yg di berikan oleh orang tua dan keluarganya.
************
Di tempat lain Tante Bella yg semakin bingung harus mengurus anak manja nya itu, dia terus mondar mandir di depan kamar Boy yg masih terkunci.
"Boy....Boy bangun kamu,cepat buka pintunya...!!" Teriak Tante Bella sambil terus mengetuk pintu kamar Boy.
"Sudahkah Mah...Dia pasti takut melihat kamu!" Om Darma mencoba menenangkan istri nya yg sudah sangat emosi.
"Mah....Pah...!" perlahan Boy membuka kan pintu kamarnya.
"Bagus kamu buka pintu,kalo tidak...Mamah pasti akan menyuruh orang untuk mendobrak pintu ini...!!" jawab Tante Bella sambil menyilang kan kedua tangan nya.
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga, suasana terlihat begitu pelik....tidak ada suara untuk beberapa saat.
__ADS_1
"Tolong jelaskan sama kami Boy,kamu jangan jadi pengecut seperti ini...Kasian Raisya!" Om Darma mencoba memulai pembicaraan.
Jangan di tanya gimana Tante Bella,dia pasti sedang menunggu waktu buat melempar bom kepada anaknya.
"Boy salah Pah....tapi Boy ga yakin kalo itu anak Boy!!Boy memang pernah tidur sama Raisya saat di Amerika,tapi itu cuma sekali...
"Tapi tetapbsaja kamu tidur dengannya Boy" teriak Tante Bella sambil memukul pundak anaknya.
"Mah...sabar,tolong jangan emosi!!kita beri kesempatan Boy buat jelasin semuanya...!" Om Darma sedikit lebih tenang dalam menyikapi masalah dalam keluarganya.
"Lalu....sekarang apa yg akan kamu lakukan,kamu liat Raisya...dia sekarang sedang hamil besar,dan itu anak kamu!!"lanjut Om Darma.
"Kalo iya itu anak Boy...!" celetuk Tante Bella yg masih kesal.
"Kita mungkin belum tahu pasti,anak siapa yg Raisya kandung...tapi mau...kamu harus bertanggung jawab!!setelah anak itu lahir,kita baru membuktikan anak siapa itu...! Om Darma begitu meyakinkan keluarganya.
"Tapi Pah...!!
"Kamu jangan melawan Papah!" Tekan Om Darma sambil menaikan satu oktaf suaranya.
__ADS_1