
Vica (Pov)
Aku berjalan mengikuti langkah Mas Radit,semua mata tertuju pada ku...karna orang baru seperti ku sudah masuk ke ruangan CEO seperti Mas Raditya.
Mas radit menghentikan langkahnya secara tiba-tiba,buat ku menabrakan tubuh ku secara mendadak di pundaknya.
"Aduuh...." Aku mengusap jidatku sendiri
Tubuh tegap mas Radit berbalik menghadap ku,dengan tatapan yg tajam Mas Radit menatapku...
"Aku mau pernikahan kita di rahasiakan, jangan sampai orang kantor mengetahui soal pernikahan kita!! Tegas Mas Radit.
Aku ga tahu maksud Mas Radit apa berbicara seperti itu...namun,aku ga mau ambil pusing dan langsung menganggukan pertanyaannya.
"Sekarang kamu boleh keluar...!"
Aku langsung meninggalkan ruangannya, sesampainya di ruangan ku...
"Vica...Ada apa Pak Radit memanggil kamu??Tanya Bu Yolla sedikit kepo,dia sepertinya naksir deh sama boss sombong itu.
__ADS_1
Pekerjaan hari ini sangat melelahkan,aku harus lembur karna Bu Yolla menyuruh ku mengerjakan beberapa laporan.
"Oohh tidak...sekarang sudah jam 10 malam...!" ucap ku sendiri. aku melihat ke kanan dan ke kiri...memastikan apa ada orang di sini,dan ternyata hanya tinggal aku sendiri...
Aku merapihkan meja ku dan langsung menuju lift,sedikit takut...karna tidak ada siapa-siapa di sini,hari ini aku tidak membawa mobil!karna mobil ku masih di rumah nenek.
"Udah malem....apa masih bisa pesan Taxi online..??gumam ku dalam hati,aku duduk di depan kantor,melihat apa masih ada Taxi yg lewat.
Hingga terlihat sorot lampu mobil sport menghampiri ku.
***************
Aku melihat Vica batu keluar dari perusahaan ku,sepertinya dia habis lembur...aku memperhatikan Vica dari jauh,dia terlihat sedang mencari Taxi.
"Cepat naik...!!" seru ku saat kaca mobil aku turun kan,Vica hanya menggelengkan kepalanya.
braagg....aku menutup pintu mobil dan menarik tubuh mungil Vica yg sedang duduk.
"Jangan pernah membantah ku.!"tegas ku.
__ADS_1
"Bukannya Mas sendiri yg bilang,jangan sampai orang kantor tahu!!kalo ada yg liat gimana..."celoteh Vica sambil memasangkan sabuk pengaman.
Jidatnya yg tertutup oleh poni nya aku sentil dengan jari ku "Malam gini...mana ada yg liat!!
Vica terlihat mengusap jidatnya "sakit tahu...!!" Bibir tipis dan merah itu mencibir.
Aku segera menancapkan gas mobilku "Mas...Aku lapar..!!kita berhenti cari makan dulu ya..." pinta Vica
"Ini udah malem...kita pulang ajah" jawab ku sinis,dia tidak membalasnya dan memalingkan wajahnya.
Sesampainya di Rumah,ia segera turun dan langsung masuk begitu saja...apa dia marah ya??Aku segera masuk ke dalam rumah,Vica sedang berada di dapur.
"Non....Biar Bibi aja yg buatin" seru Bi Ijah yg berusaha membantu Vica
" Ga usah Bi...Biar Vica aja yg buat,Vica bisa ko!!" Vica terlihat begitu ramah dan baik terhadap Bi Ijah.
Aku melihatnya dari jauh,dia terlihat begitu lapar saat memakan masakannya...walau hanya dengan telor mata sapi.
Dia berjalan menuju tangga,dan aku segera berlari sebelum dia melihat ku yg sedang melihat nya.
__ADS_1
"Kenapa aku mesti lari" tanya ku dalam hati sambil mengatur nafas.