
Raditya (POV)
Vica terlihat begitu lelah,semenjak tiba di rumah sakit ia belum memejamkan matanya...
Aku duduk di samping Vica yg tertidur.
"Radit...Apa yg sedang kamu pikirkan??Tanya Mamah sambil menghampiri ku
"Radit ga apa-apa ko Mah!!
"Kamu anak Mamah...Mamah kenal siapa kamu!" pertegas Mamah.
Aku menceritakan semua kepada Mamah tentang Raisya dan Vica.
"Nak...Mamah yakin kamu pasti bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik...!!Mamah cuma minta satu hal sama kamu... Tolong jangan sakiti istri kamu..." Ujar Mamah.
Tidak lama kemudian,datang dokter dan perawat untuk mengecek keadaan Oma...
"Mas...!" seru Vica terbangun dan segera duduk di samping Oma.
"Pak Handoko...Ibu Sukma masih dalam keadaan Koma,sejauh ini tidak ada perkembangan atas kondisinya..." ujar dokter menjelaskan semua tentang kondisi Oma.
Vica terlihat sangat bersedih mendengar penjelasan dokter,dokter pun meninggalkan ruangan kami.
"Mas...apa Oma akan baik-baik saja??"Tanya Vica.
"Kita harus banyak berdoa sayang...Oma pasti akan baik-baik saja! jawab Mamah sambil merangkul pundak Vica.
__ADS_1
Aku sudah memberitahu Doni,bahwa hari ini aku tidak masuk kerja...tidak lama kemudian.
"Mamah....!!" sahut Tante Bella histeris sambil menghampiri Oma,ternyata Tante datang tidak sendirian.
"Hallo Tante....??" sapa Raisya kepada Mamah Ku. seketika Vica melihat ke arah Raisya.
Raisya segera menyalami Mamah dan Papah,dia bertingkah seperti tidak ada apa-apa ...yg ada dia malah cari muka kepada orang tua ku.
Vica mulai bergeser saat Raisya mulai mendekati Oma,dan dia keluar dari ruangan Oma.
"Radit....!"seru Raisya saat aku hendak menyusul Vica.
Raisya menghampiri ku,dengan wajah sendu nya.
"Radit...Cari istri kamu!" Tegas Papah. Raisya tidak bergeming sedikitpun pun.
Aku segera keluar dari ruangan Oma,dan melihat Vica duduk di kursi dekat ruangan Oma.
"Kenapa keluar...?" Tanya ku sambil duduk di samping nya.
Vica hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.
"Mas sendiri kenapa keluar...??"Tanya kembali Vica,dia berusaha menutupi kesedihannya itu. Aku tahu Vica sangat tidak nyaman dengan keberadaan Raisya dan Tante Bella.
__ADS_1
Perlahan aku memegang tangannya,dan dia tersenyum lebar sambil menutupi kegelisahannya.
Raisya keluar dan menghampiri kami.
Plaaakkk....dengan cepat Raisya mendaratkan tamparan di pipi Vica.
"Raisya....!!apa yg kamu lakukan..."teriak ku,aku segera memegang wajah Vica yg memerah akibat tamparan Raisya.
"Raditya....aku pacar kamu,dia sudah merebut kamu dari aku!" Raisya sudah mulai kehilangan kendali,aku memegang tangan nya dengan sekuatki.
"Dengarkan baik-baik...Dia adalah Istri ku!!kalo kami sampai menyakitinya lagi,kamu tahu apa yg akan aku lakukan...!!" Tegas ku sambil menarik Raisya menjauh dari Vica.
"Disini Rumah sakit...Tolong jangan buat keributan di sini,silahkan pergi...!!
Raisya pun pergi sambil menangis,aku ga perduli dengan dia...aku segera menghampiri Vica yg terus memegang pipi memerah itu.
"Sayang...kamu baik-baik aja,pasti sakit!ucap ku dengan penuh rasa khawatir.
Dia menghapus air matanya yg jatuh di pipinya
"Vica baik-baik aja ko Mas...!Oia...Vica mau keluar dulu,biarin Vica sendiri dulu Mas...
"Kamu mau kemana...??Tolong Maafin Mas...
"Mas...Vica ga apa-apa!Vica cuma mau sendiri dulu....!!Tegas Vica.
__ADS_1
Aku tidak bisa menahannya,hatinya pasti merasa sakit sekali...karna aku pun merasakan hal yg sama!!