Suami Pilihan Nenek

Suami Pilihan Nenek
Eps 53 (EPILOG)


__ADS_3

Vica (POV)



Hari terus berganti,sekarang usia kehamilan ku sudah 9 bulan...Mas Radit dan keluarga kami sangat over protective pada ku.



Ibu dan Ayah juga sering bolak-balik Jakarta-Bandung,karna buat mereka ini cucu pertama mereka...



"Mas....Hari ini ga ke kantor??"Tanya ku...



Selama cuti 2 Minggu,Mas Radit kini sudah mulai masuk kerja kembali.



"Rencananya Mas mau ke kantor hari ini...kenapa??" Tanya dia kembali,aku memasangkan dasi di kemeja suami ku



"Tadinya Vica minta tolong sama Mas,buat anterin Vica....!!"



"Kemana...??"



Aku pun selesai memasangkan dasi Mas Radit,dan mengambil Jaz nya yg berada di atas tempat tidur kami



"Vica mau ke makam Nenek dan Oma...!!" seru ku.



Mas Radit langsung terdiam,dan berjalan menuju arah ku.



"Kita berangkat bareng....Mas ga akan ke kantor hari ini...!!"Balas nya.



"Tapi Mas....



" Ga ada tapi-tapian....!!Mas akan temenin kamu hari ini....!!



Aku pun langsung bersiap-siap,karna Mas Radit sudah siap...kami turun dan sarapan terlebih dahulu,tapi rasanya ada yg aneh dengan perut ku.

__ADS_1



Selesai sarapan kami langsung masuk dalam mobil dan menuju tempat pemakaman Nenek dan Oma



Setelah beberapa menit,kami sampai di tempat pemakaman Nenek dan Oma yg memang makam mereka berdampingan.



"Nek....Oma...!!Vica dan Mas Radit datang!!" ucap ku sambil berdiri di antara makam Nenek dan Oma



Perlahan aku pun duduk jongkok di samping antara makam Nenek dan Oma.



"Maafin Vica dan Mas Radit,baru bisa datang ke sini....!!" ucap ku sambil menahan tangis



"Nek..Oma...Radit mau ngucapin sesuatu sama kalian berdua!!" apa yg mas Radit katakan ya.



"Nek...Oma....Terimakasih banyak,kalo bukan karena kalian berdua...Radit ga akan pernah bertemu sama Vica,istri Radit!!Terimakasih sudah memberikan Radit kebahagiaan yg sangat berharga,Vica adalah hadiah dari Tuhan lewat Nenek dan Oma....kalo bukan karena Nenek dan Oma,Radit ga akan pernah bisa bertemu dengan Vica...!!" ucap Mas Radit sambil menggenggam tangan ku erat.



Apa yg Mas Radit ucapkan membuat air mata ku ga bisa di bendung lagi,air mata ini tiba-tiba menetes begitu saja...aku menatap wajah Mas Radit begitu tajam,aku ga pernah menyangka dia akan menyampaikan hal itu di hadapan makam Nenek dan Oma




Raditya (POV)



Setelah aga lama,kami pun pulang.



"Mas....perut Vica!!" aku sedikit terkejut saat hendak memapahnya untuk berdiri



Vica memegang perutnya "Mas...Pertumbuhan Vica ko mules ya...!!" ujarnya kembali..



Aku segera menggendong tubuhnya,awalnya dia tidak mau karna takut berat...tapi aku terus menggendongnya hingga masuk ke dalam mobil.



"Mas...ini cairan apa??" seru Vica sambil memegang rok nya yg basah oleh cairan.

__ADS_1



"Mang Jana...kita langsung ke rumah sakit ya...!!



Kami pun segera menuju rumah sakit,keringat Vica keluar begitu banyak...dia terus menahan mules yg semakin kuat,aku kemudian memberi kabar pada keluarga kami.



Sesampainya di rumah sakit,Vica langsung mendapatkan penanganan dan di lakukan pemeriksaan.



"Pak Radit....!!" seru Dokter Siska yg baru keluar dari ruang periksa.



Dokter menyampaikan Vica akan segera melahirkan,dia menyampaikan pada ku untuk segera melahirkan bayi nya...karna air ketuban Vica sudah keluar cukup banyak.



Awalnya Vica bersih keras untuk melakukan persalinan normal,tapi khitnya kami memutuskan untuk operasi secar.



Aku dan keluarga menunggu di depan ruangan operasi,setelah hampir setengah jam...terdengar suara tangis banyu yg begitu kuat .



"Pak Radit...selamat ya,anak bapak dan ibu laki-laki dan sehat!!



"lalu....bagaimana keadaan istri saya??" tanya ku cemas.



"Ibu Vica juga sehat pak...!kita tunggu sebentar lagi,setalah selesai...ibu Vica akan langsung i pindahkan ke ruang perawatan!!



Betapa bahagianya aku dan keluarga,akhirnya aku sekarang sudah menjadi orang tua!!



Setelah selesai,Vica segera di pindahkan di ruang perawatan VVIP ...Aku langsung mencium keningnya begitu dalam.



"Terimakasih sayang...!!ucapku,Rasa haru dan bahagia ga bisa kami tutupi....sampai kami berdua menangis bersama.



"Bapak....ibu...ini anak bapak dan ibu!!" seru perawat sambil memberikan anak kami.


__ADS_1


Vica yg masih terlihat sakit,seketika hilang dengan melihat dan menggendong putra pertama kami yaitu Aksa Davin Arion. itulah putra kami


__ADS_2