
Kini usia kehamilan ku sudah 8 bulan,kami rutin memeriksakan tiap bulan...malah terkadang ga sampe satu bulan,Mas Raditya sudah ngomel untuk memeriksakan kehamilan ku.
Orang tua aku pun,kadang pulang hanya untuk melihat ku dan ikut saat aku memeriksakan kehamilanku.
"Sayang....Mas berangkat kerja dulu ya...!!" Pamit Mas Raditya pada ku
"Hhmmg....ikut...!!"rengek ku manja
"Nanti kamu bete lagi di kantor,hari ini juga Mas ada meeting di Jakarta...gimana??" Mas Radit langsung memeluk ku erat.
"aku ikuutt....!!"
Mas Raditya terus membujuk ku,agar aku tidak ikut...Dia mengkhawatirkan aku dan kehamilanku yg sudah besar.
"Mas berangkat ya...!!" Pamit Mas Radit sambil mencium kening ku,saat di depan pintu
Aku segera masuk ke dalam dan duduk di depan tv.
"Non....ini buah nya!!" seru Bi Ijah sambil memberikan buah.
"Non....saya udah ga sabar liat Dede bayi nya!!"seru Bi Ijah
Bi Ijah sudah seperti keluarga buat kami semua,dia begitu menyayangi ku dan Mas Radit. Maka nya aku dan Bi Ijah sangat dekat.
Waktu semakin sore...aku sudah menyiapkan makan malam buat Mas Radit,tapi semenjak tadi siang Mas Radit belum ada kabar!!apa dia sudah pulang dari Jakarta ya....??
"Non....makan dulu aja,tuan pasti lagi sibuk !!" ajak Bi Ijah pada ku.
kriiing...kriiing...kring...terdengar bunyi handphone ku
__ADS_1
"Iya Mah....??sahut ku dalam telepon.
Mamah bilang akan mengajak ku keluar,aku segera bersiap-siap.
Setelah satu jam,Mamah datang dengan raut yg panik,cemas dan seperti menahan tangis.
"Ayo nak....! seru Papah sambil memegang tangan ku.
Aku ga banyak bertanya,dan langsung mengikuti Papah dan Mamah menuju mobil.
"Ada apa Pah...??Tanya ku,mereka benar-benar terlihat panik.
"Nak....Papah minta kamu tenang ya...!!seru Papah.
semua terlihat menahan tangis,tapi akhirnya tangis Mamah pecah.
"Raditya....Raditya...!!ucap Mamah dengan tangisnya.
Papah begitu berat untuk memulainya.
"Raditya mengalami kecelakaan...saat balik dari Jakarta.!!
Sontak aku terdiam terpaku,mendengar apa yg Papah bicarakan...air mata ku jatuh dengan sendirinya.
"Papah....bohong kan??Mas Radit ga kenapa-kenapa kn Pah..." suara ku begitu berat,
"sayang....kamu harus kuat!!"
"Mas Radit.....!!" teriak ku dengan Isak tangis
__ADS_1
Apa yg harus aku lakukan sekarang,isak tangis ku begitu pecah dan ga bisa aku tahan...berharap ini semua hanya mimpi. pandangan ku menjadi kabur.
"Nak...Bangun sayang!" terdengar suara Mamah di telinga ku
Aku mulai membuka mata ku perlahan,aku langsung bangun dari tempat tidur ku.
"Mas...Mas Radit....dimana Mas Radit,Naahh...!!DIMANA MAS RADIT!!teriak ku
"Vica..Tenang sayang!!kamu jangan seperti ini...kamu tenang dulu...!!
Berulang kali Mamah dan Papah mencoba menenangkan ku,tapi aku hanya ingin bertemu dengan Mas Radit.
"Vica...!!"seru Ibu dan Ayah yg baru saja sampai di rumah sakit.
"Vica...kamu harus terbangun kamu,Ingan kandungan kamu!!Tegas Ayah ku.
"Tapi Vica mau liat Mas Radit...Ayah!! tegas ku dengan rasa tangis .
kenapa ini harus terjadi,aku ga mau terjadi sesuatu sama Mas Radit...aku mencoba menenangkan hati ku,aku harus kuat demi mas Radit dan calon anak kita.
"Mah...Ibu...Vica mau liat Mas Radit sekarang!" ucap ku lirih sambil menahan tangis.
Keluarga ku mengajak ku ke ruang ICU,aku melihat tubuh suami ku yg terbaring di atas tempat tidur pasien...tubuhnya penuh dengan alat-alat medis.
kenapa seperti ini,aku berharap apa yg aku liat dan alami saat ini,aku memejamkan mata berharap apa yg aku liat dan aku alami hanya sebuah mimpi.
perlahan aku membuka mataku dan melihat kembali tubuh Mas Radit yg masih berbaring di ruang ICU!
"Vica mau masuk...!" seru ku sambil menahan tangis,awalnya mereka menahan ku...tapi aku terus memaksa.
__ADS_1
Sebelum masuk ke dalam ruang ICU,aku memakai pakaian khusus untuk di dalam ruang ICU. setelah selesai berganti pakaian,aku mulai membuka pintu ruang ICU dan masuk ke dalamnya.