
Raditya (POV)
Sepulangnya dari pemakaman,kami berkumpul semua di ruang tamu...masih banyak tamu dan keluarga yg berdatangan di rumah Nenek.
Vica terlihat masih begitu sedih,aku menghampirinya yg sedang duduk di sudut kamar Nenek.
"Sayang..."ucap ku sambil duduk di samping Vica.
"Iya Mas...." sahut Vica sambil menghapus air matanya.
Aku menggenggam tangan istri ku,dan menatapnya dengan lembut.
"Nenek pasti akan mendapatkan tempat yg indah di sana...!!kamu ga boleh nangis terus,kasian Nenek....!!
Vica tersenyum sambil menyembunyikan kesedihannya.
"Vica....!" seru Oma,sambil menghampiri kami
Vica segera beranjak dan mendekati Oma,dia memapah Omah duduk di tempat tidur Nenek.
"Kamu jangan sedih terus ya....Oma juga sangat kehilangan nenek kamu,dia sahabat terbaik Oma!!ujar Oma sambil memegang kedua tangan Vica. Vica segera memeluk Oma dan mereka berdua menangis.
Dari pintu kamar Nenek,Ayah mertua ku memperhatikan kami...Aku menghampiri beliau.
"Boleh Ayah bicara sebentar...!"Tanya Ayah,
__ADS_1
"Iya...!"
Kami berjalan menuju halaman belakang rumah nenek,dan duduk sambil melihat kebun belakang rumah.
"Vica begitu dekat dengan Neneknya,wajar dia begitu kehilangan neneknya...!!Dari SMA dia sudah tinggal bersama Nenek di sini,karena tugas Ayah yg sering berpindah tempat....!! seru Ayah sambil menceritakan Vica.
"Ayah minta sama kamu,tolong jaga Vica baik-baik...walau dia slalu ceria,tapi hati nya gampang rapuh !!pinta Ayah.
"Iya Ayah....Radit janji ga akan buat Vica bersedih!! jawab ku.
Hari semakin larut,Vica sudah mulai terlihat lebih baik dan tenang.
"Iya sayang...kita akan tinggal di sini,selama kamu mau!!" Aku mengecup kening istri ku.
***********
Vica (POV)
Mas Radit begitu perhatian sekali pada ku,dia selalu berada di dekat ku.
kriiing...kriiing....kriiing....terdengar bunyi handphone suami ku,Mas Radit segera mengangkat topik nya dan sedikit menjauh dari ku.
Aahh...mungkin itu dari kliennya,karna di sini sedikit ramai makanya dia menjauh.
__ADS_1
"Siapa Mas...??tanya ku,Mas Radit sedikit kebingungan.
"Oohh...tadi Doni tlp,katanya ada berkas yg harus di tandatangani...!!"jawabnya gugup.
"Yu sudah,kalo gitu Mas berangkat aja!" ucap ku.
Mas Radit menolaknya,alai aku sudah menyuruh nya untuk pergi ke kantor.
"Mas Ga mau ninggalin kamu sekarang...!!sekarang udah malem...kita tidur yuk!seru Mas Radit sambil merangkul pinggangku.
Aku dan Mas Radit sudah berganti pakaian,dan segera menuju tempat tidur.
"Heeii....kenapa melamun!" seru Mas Radit sambil mencolek hidung ku.
"Dengar Mas baik-baik ya...Kamu ga boleh nangis terus,liat mata kamu...sembab gitu!!kekiatan jelek tahu..." goda Mas Radit sambil mendekap tubuh ku.
Mas Radit sudah banyak berubah,dia jadi jauh perhatian dan sangat menyayangi ku.
Aku ga boleh sedih berlarut-larut Ats meninggalnya Nenek,Nenek pasti sudah tenang di sana!!Aku masih punya orang-orang yg sangat menyayangi ku.
"Mas...Aku sangat mencintai kamu Mas..." Seru ku dalam dekapan suami ku.
Mas Radit tidak membalas ucapan ku,dia hanya memeluk ku erat. Mas Radit kenapa ya...aga sedikit sedih sih karna Mas Radit tidak pernah mengucapkan rasa cinta nya pada ku.
__ADS_1