
Vica (POV)
Dua Minggu sudah berlalu,hubungan ku dengan Mas Radit jauh lebih baik ...Dia benar-benar memperlakukan aku sebagai istri yg sangat ia cintai,Mas Radit juga sering mengajak ku untuk berkunjung ke rumah Nenek dan ke rumah Oma.
Mas Radit sekarang lebih lembut,sikap jutek dan cuek dia kepada ku kini berganti dengan kehangatan dan kemesraan.
Aku memutuskan untuk berhenti bekerja dan menghabiskan waktu ku untuk menjadi istri yg selalu ada buat Mas Radit. Dia juga selalu mengajak ku dalam perjalanan bisnis nya saat ke luar kota atau pun luar negeri.
"Sayang....Tolong ambilkan tas laptop ku ya!" seru Mas Radit sambil bersiap-siap berangkat kerja.
Aku menyimpan Tas laptop di atas tempat tidur ku,dan membantu Mas Radit memasangkan dasi.
"Sini biar Vica bantu...!" Aku segera memasangkan dasi di kerah kemeja Mas Radit, Mas Radit menatap mata ku dengan lembut...kedua tangan nya berada di pinggang ku.
"Kenapa liatin Vica kaya gitu...!" ucap ku sambil memasangkan dasi.
"Mas benar-benar beruntung punya istri kamu...!" goda Mas Radit sambil menarik tubuh ku kedalam dekapannya.
"Hhhmngg...Mas!!" aku terkejut,saat wajah Mas Radit begitu dekat dengan wajah ku
"Udah selesai...!!Rapih kan..."
Cuuupp....Mas Radit langsung mengecup bibir ku,dan aku langsung membalasnya.
__ADS_1
tookkk...tookkk...tokkk...
Mas Radit terlihat kesal "Bi Ijah menganggu saja...!!" Gumam Mas Radit sambil melepaskan ciuman hangatnya.
"Kita sarapan yu...Vica udah masak nasi goreng spesial buat suami ku!! seru ku sambil sedikit meledek dan menariknya keluar kamar.
***********
Raditya (POV)
Vica begitu cekatan...setiap pagi-pagi sekali dia selalu memasak untuk sarapan pagi,dan menyiapkan semua keperluan ku.Aku selalu melarangnya,tapi dia tidak mau mendengarkan ku.
"Radit....!"sapa Tante Bella yg langsung duduk di ikut gabung di meja makan bersama kami.
"Tante....!Sarapan bareng yuk..." ajak ku pada Tante Bella
"Hhmmg...Tante ga suka Nasi goreng!"
"Ini enak loh Tante....Vica yg masak!" Tante tidak menjawabnya,malah mengacuhkannya.
"Oia Radit....kemarin kan Tante sama Boy pergi ke Mall,Tante ko kaya liat Raisya ya...??"
__ADS_1
Aku seketika menghentikan makan dan hanya terdiam sambil memegang sendok dan garpu. Tante terus berceloteh tentang Raisya.
"Maaf Tante....Radit harus segera ke kantor! seru ku sambil meninggalkan Vica dan Tante,sekilas Vica terlihat bingung.
"Mas....!" seru istri ku mengikuti ku dari belakang
"sayang....??Kamu baik-baik aja kan...?" Tanya khawatir istri ku. Aku belum bisa menceritakan siapa Raisya sebenarnya.
"Iya sayang....Mas baik-baik aja!Mas lupa kalo hari ini ada rapat,Mas berangkat kerja dulu ya..." aku langsung mencium kening istriku dan langsung menuju ke mobil.
Tante berada di depan mobil ku.
"Kamu belum menceritakan tentang Raisya sama Vica...??"Tanya Tante dengan nada yg sedikit aneh.
"Radit harap....Tante ga usah ikut campur urusan rumah tangga Radit,kalo Tante lakuin itu...Tante liat sendiri apa yg akan Radit lakuin!!"
Aku harus sedikit menggertak Tante,karna dia memang usil.
__ADS_1