Suami Pilihan Nenek

Suami Pilihan Nenek
Eps 64


__ADS_3

Keesokan harinya...Vica bangun pagi seperti biasa,dia sibuk menyiapkan sarapan untuk suami nya.


"Pagi sayang....?" Sapa Radit sambil menggendong Aksa yg sudah berganti pakaian.


"Aksa sudah mandi sayang....?" seru Vica sambil memegang tangan mungil anaknya


"Udah dong...Tadi sama Daddy!" ucap Mas Radit menirukan bicara bayi.


"Sarapan dulu Mas ...!" Vica mengambil alih menggendong Aksa.


"Habis sarapan....kita ke rumah Mamah ya,Tadi Mamah telepon kalo ada yg ingin mereka bicarakan!" seru Mas Radit di sela waktu makannya.


Vica hanya menganggukkan kepalanya,hari ini memang hari libur...makanya Radit menghabiskan waktu bersama keluarganya.


"Non....Biar Aksa Bibi gendong ya!!" seru Bi Ijah,agar Vica bisa sarapan bersama dengan suaminya.


"Oia Mas....Raisya gimana ya??"Tanya Vica sedikit ragu,dia yakin suaminya malas untuk membahas hal itu.

__ADS_1


"Sudah ya....jangan bahas itu lagi,Mas udah ga mau ikut campur urusan mereka!" Benar saja dugaan Vica.


Mereka melanjutkan sarapan pagi kembali tanpa membahas hal lain selain rumah tangga tangga mereka.


************


Siang harinya Radit dan Vica juga Baby Aksa pergi ke rumah Mamah Lisa,sepertinya Papah Handoko ada yg ingin di bicarakan mengenai Tante Bella.


"Apa yg mau Papah bicarakan ya Mas...??"Tanya Vica sambil melihat ke arah suaminya.


"Sepertinya Papah mau membahas masalah Boy...!


Sesampainya di rumah Mamah,mereka segera di sambut Zilly yg langsung berlari menghampiri Radit yg menggendong Aksa.


"Baby Aksa...!" Zilly terlihat senang dengan kehadiran Aksa,Kak Mona,Mamah Lisa dan juga Papah menyambut kedatangan kami.


Semua kini berkumpul di ruang keluarga,Mamah Lisa dan Papah Handoko masih sibuk bermain dengan cucu-cucu nya.

__ADS_1


"Pah...Apa yg mau Papah bicarakan?"Tanya Radit memulai pembicaraan.


"Radit...Papah sudah lihat semua bukti-bukti yg Vica dan Doni kumpulkan,lantas...apa tindakan kamu selanjutnya??" seru Papah Handoko


"Boy sudah di luar batas,itu sudah termasuk tindakan kriminal yg sangat berbahaya...!Papah ga mau sampai keluarga Papah dalam bahaya....!" lanjut Papah Handoko.


Radit sekilas melihat Vica,terutama jidat Vica yg masih terbalut oleh perban.


"Radit akan serahkan semuanya ke polisi Pah,Radit juga ga mau kalo apa yg Radit alami...sampai terulang sama keluarga Radit!" jawab Radit sambil memegang tangan Vica.


"Mas...Pah...Apa tidak bisa di bicarakan baik-baik??"Tanya Vica ragu.


"Sayang...apa lagi yg mau di bicarakan,ini sudah tindakan kriminal!!dan kamu sendiri tahu,apa yg Boy lakukan sama Mas dan kamu!" Radit berusaha menyakinkan Vica,karna dia tahu...Vica pasti tidak akan tega melakukan itu.


"Vica....kali ini Boy sudah sangat keterlaluan, dia memang harus di beri pelajaran!Dan tindakan nya itu kepada Radit,sudah sangat melebih batas!" Kak Mona mencoba meyakinkan Vica


"Kita tidak akan menuntut lebih jauh Nak,kita berusaha memberi pelajaran kepada Boy...!!Lanjut Papah Handoko.

__ADS_1


Radit mengerti posisi Vica sekarang,dia merasa pasti merasa bersalah...karna kebenaran itu dia yg memberi tahu.


"Sayang...kamu ga perlu merasa bersalah sayang,lambat laun kebohongan Boy pun akan terkuak!"Radit mengecup kilas kening istrinya.


__ADS_2