Suami Pilihan Nenek

Suami Pilihan Nenek
Eps 50


__ADS_3

Vica (POV)



"Vica...!!" terdengar lirih suara seseorang memanggil nama ku



Wajah ku masih berada begitu dekat dengan wajah Mas Radit,terlihat gerakan bibir Mas Radit dan mata nya yg mulai tersadar.



"Mas....!!" ucap ku sambil menghapus air Mata.



"Mah...Ibu...!!Mas Radit..."



Mamah dan ibu segera menghampiri ku dan Mas Radit.



"Radit... !!" seru mereka berdua.



Aku memegang wajah Mas Radit begitu lembut



"Mas.. .kamu udah sadar!!



"Sayang....!!" suara Mas Radit begitu berat,dia masih sedikit kesulitan untuk berbicara.



"Mas....!!" Akhirnya tangis ku pecah kembali,aku begitu bahagia melihatnya sudah sadarkan diri.



"Ibu....tolong panggilan kan dokter dan suster!!



Ibu segera menekan tombol darurat,tidak lama kemudian beberapa dokter dan perawat datang ke ruangan.



Dokter memeriksa keadaan Mas Radit,mereka terlihat sangat teliti memeriksa keadaan Mas Radit.



"Bu...kondisi Pak Radit kini sudah normal semua,kita benar-benar bersyukur atas doa dan dukungan dari orang-orang yg di cintai nya!!hingga Pak Radit bisa melewati masa sulitnya."


__ADS_1


Dokter menjelaskan tentang kondisi Mas Radit pada kami semua,kemudian mereka semua keluar dari kamar Mas Radit.



Aku duduk kembali di samping Mas Radit,dan hanya menatapnya tanpa berkata apa pun.



"Mas minta Maaf...!" entah sudah berapa banyak air mata yg aku keluarkan,aku menghapus kembali air mata ku.



"Selamat ulang tahun sayang....!!" ucap nya lirih, Mas Radit pun tertidur...ini reaksi obat yg baru dokter suntik kan.



Rasanya aku tidak sabar melihat Mas Radit besok terbangun kembali.



*************



Radit (POV)



Aku mulai membuka mata ku kembali,aku melihat pancaran sinar matahari yg masuk ke dalam ruangan ku.



Kini alat-alat yg terpasang pada tubuh ku sudah di lepaskan,aku bisa dengan leluasa bergerak.




Oh Tuhan...terimakasih untuk kesempatan yg sangat berharga ini,engkau telah memberi ku kesempatan untuk tetap bersama orang yg aku cintai.



"Mas....!!" ucapnya sambil mengusap wajahnya yg masih terkantuk.



"Iya sayang...!!" senyum manis itu kini merekah di bibir nya yg tipis itu,mungkin senyum itu baru terlihat lagi setelah beberapa hari dia harus bersedih.



"Maafin Mas ya....karna sudah buat kamu menangis! ucap ku.



"Kenapa ga dari kemarin ya,Vica marahin Mas...biar Mas bangun!" Goda Vica sambil menutupi rasa haru nya.



"Liat aja...kalo berani tinggalin Mas!!Mas ga akan pernah lepasin kamu,biar kamu ngumpet di lubang terkecil...Mas pasti nemuin kamu!!

__ADS_1



Vica tertawa sambil menitikkan kan air mata,dia memalingkan tubuhnya dari ku...untuk menutupi rasa haru nya.



Aku memegang tangannya erat,tapi Vica masih membelakangi ku.



"Maafin Mas ya....!!



Vica berbalik dan langsung memeluk ku erat.



"Lain kali....jangan seperti ini,cepat bangun sebelum Vica marahin Mas...!!Vica ga kuat harus liat Mas seperti itu...!!"



Tangis Vica sudah tidak bisa di bendung lagi,dia menangis di pelukan ku...aku membelai pundaknya.



"Kamu kurusan....!!" aku menarik tubuhnya dari dekapan ku.



"Hhmmg....ga ko!!" aku tahu dia sedang berbohong,aku mengelus-elus perutnya yg sudah membesar dan....



"Sayang....!!" aku sangat terkejut merasakan gerakan dari anak kami.



" Iya Mas....anak kita sepertinya senang sekali,bisa merasakan kembali belaian dari Daddy nya...!!



Keluarga kami pun terbangun dan langsung menghampiri ku dan Vica.



"Nak....kamu sudah lebih baik??" Tanya Ayah mertua ku,ternyata selama aku koma...mereka silih bergantinya merawat aku dan Vica di rumah sakit.



"Iya Ayah...ibu!!Radit minta maaf sudah merepotkan Ayah dan ibu...!" balas ku



"Kamu ga usah bicara seperti itu,kita kan keluarga...!!lanjut Ibu.



Aku terus memegang tangan istri ku,rasanya tidak ingin melepaskan nya walau hanya sesaat.

__ADS_1



"Kamu harus lebih berhati-hati!!mulai saat ini,kamu di larang bawa mobil sendiri...kamu harus bawa Mang Jana ke mana pun kamu dan Vica pergi...!!" Tegas Mamah .


__ADS_2