Suami Pilihan Nenek

Suami Pilihan Nenek
Eps 41


__ADS_3

Vica (POV)



Tubuh harum dan segar Mas Radit yg baru selesai mandi begitu menggoda ku,selesai aku mandi aku terus mendekapnya..



"Mas...!" godaku dalam pelukan.



Tanpa menunggu lama Mas Radit langsung mencium bibir ku dalam,dia terus melumati tiap ciuman yg bergairah itu.



Kenapa gairah dalam tubuhku sangat bergejolak,Lidah kami saling melilit satu sama lain...tangan Mas Radit mulai meraba semua tubuh ku sampai pada payudara ku.



Dia mencium ku sambil terus meremas payudaraku.



"aaggghhh....Mas...!!" desah ku menahan gairah dalam tubuh ku,ciuman Mas Radit turun pada leher ku,dia mencium dan menjilati leherku yg buat bulu kuduk ku berdiri seketika...



"Mas...!!" seru ku dengan nafas yg tersengal-sengal.



"Iya sayang...!!balas Mas Radit sambil tersenyum menikmati semuanya.



Tubuh kami sudah berbaring di atas tempat tidur,Mas Radit berada di atas tubuh ku...tapi tidak sepenuhnya menindih tubuh ku.



"Boleh Mas melihat anak kita...!!" ucapnya dengan suara yg begitu berat menahan gairahnya.



"Boleh Mas...tapi perlahan ya...!!balas ku malu.



Mas Radit melepaskan ku dan juga pakaian nya,kini kamu sudah tidak memakai pakaian sehelai pun.



Dia segera mencium ku kembali dan terus turun pada payudara ku yg sudah menegang ,ku ukurannya lebih besar karna kehamilan ku...justru itu makin buat mas Radit menikmati itu,Mas Radit terus menciumi kedua payudara ku dan memberi beberapa tanda merah di sekitarnya.


__ADS_1


"Hhmmg...Mas...!!" seru ku yg makin ga karuan,saat bibir Mas Radit menjilat dan menghisap ****** payudara ku.



Mas Radit terus menciumi semua tubuh ku,hingga kami terhanyut pada gairah yg sangat bergejolak.Akhirnya Mas Radit selesai menengok anak kita di dalam sana.



***********



Raditya (POV)



Gairah sex wanita yg sedang hamil memang lebih tinggi,tapi aku harus bermain dengan hati-hati...jangan sampai aku menyakitinya dan calon anak kami.



Wajah Vica terlihat basah oleh keringat,padahal Ace di kamar kami dingin...perlahan aku mengeluarkan senjata ku yg menancap hangat di tempat terindah....hehehe...



"Maafin Mas yyaa...apa yg kamu rasa kan sekarang,apa terlalu sakit??"tanya ku sedikit cemas.



Vica tersenyum bahagia,dia malah mendekap ku dalam pelukan.




Aku sangat senang melihatnya tersenyum seperti ini,kami berdua tidur tanpa memakai pakaian terlebih dahulu.



Keesokan harinya,dia terus mengusel-usel pada perut ku,aahh...ini buat aku makin ga bisa menolaknya.



"Mas....!!" seru dia lirih sambil menciumi perut ku.



"Sayang...kamu jangan menggoda Mas seperti ini ya!!" ancam ku sambil menarik tubuh nya mendekat dengan ku.



"memangnya Mas kenapa...??



Tanpa menunggu lama aku langsung memberikan rangsangan balik padanya,yg buat dia pun begitu bergairah.

__ADS_1



2 kaki sudah aku menengok anak kami,Vica segera menuju kamar mandi. Dia terlihat malu...aaahhhgg...dia begitu menggoda ku,aku langsung menyusulnya ke kamar mandi.hehehe....



hampir satu jam kami mandi...hehehe,kami keluar dengan saling malu,kami pun berganti pakaian .



"Mas...pulang kerja jam berapa??"Tanya ku sampai memasangkan dasi.



"Mas kurang tahu sayang,soalnya hari ini jadwal Mas padat di kantor!!



"Tapi kan hari ini Kak Mona pulang Mas...!



"Oia Mas lupa...!!seru ku sambil melihat beberapa jadwal yg sudah Doni kirimkan pada ku.



"Sayang...sepertinya Mas ga bisa jemput Kak Mona deh!!



"Terus gimana...??Tanya dia yg masih sibuk memasangkan dasi.



"kalo kamu ikut Mamah gimana??



"Ga mau ahh...kalo ga ada Mas...Vica ga mau ikut!!Balasnya sambil cemberut.



"Ya sudah...gimana kalo kamu istirahat aja di rumah,nanti pulang kerja kita langsung ke rumah Mamah bertemu sama Kak Mona...!!" suku menjelaskan pada istri ku yg langsing Ng ngambek.



Dia langsung tersenyum sumringah.



"Udah selesai...!" serunya



cuuupp....Dia langsung memberiku kecupan singkat di bibir ku.

__ADS_1



"Kenapa cuma sebentar ....!!" ledek ku.


__ADS_2