
Raditya (POV)
Aku begitu terkejut,dan langsung terduduk saat Mamah memberitahu ku lewat telepon...kalo Nenek Ati meninggal dunia.
"Vica....!"batin ku,Aku segera mengambil jas ku dan kunci mobilku.
"sayang...kamu mau ke mana??"cegah Raisya.
"Raisya...Boss Radit ada hal yg harus segera di selesaikan!!itu sangat penting...." seru Doni menjelaskan pada Raisya...
Aku langsung menuju mobil ku,dan langsung menancapkannya dengan cepat...sepanjang perjalanan aku terus memikirkan Vica.
"Maafin aku sayang....aku ga bermaksud mengabaikan panggilan mu...!kamu pasti merasa sedih sekali saat ini...aku akan datang! seru ku sambil terus melajukan mobil ku dengan cepat.
Sesampainya di kediaman Nenek,semua keluarga dan tetangga berdatangan ke rumah nenek...Isak tangis keluarga begitu pecah,aku melihat ayah dan Ibu mertua ku pun sudah berada di dalam.
Aku langsung masuk ke dalam rumah Nenek dan mencari istri ku. Aku terdiam saat melihat tubuh mungil istri ku duduk tak berdaya sambil terus menangis di samping jasad Nenek.
"Radit...."ucap Ayah sambil memeluk ku,aku tidak begitu memperhatikan yg lain...aku terus melihat ke arah istri ku,perlahan aku menghampirinya yg duduk bersimpuh di samping nenek.
__ADS_1
"Sayang...!" ucap ku lirih menahan rasa haru,Vica mengangkat wajahnya melihat ke arah ku...wajah yg penuh dengan air mata itu begitu sayu,aku segera mendekapnya barusaha menghapus semua kesedihan yg dia rasakan sekarang.
"Mas.....!!" Tangis Vica langsung pecah saat berada di dekapan ku,aku pun ikut menangis dalam pelukan.
Aku berusaha menenangkan istri ku yg begitu sedih kehilangan sosok yg sangat ia sayangi.
"Kamu harus kuat...!"ucapku dalam pelukan,sambil mengusap-usap pundak Vica yg sudah tak berdaya itu.
"Mas....Kenapa Nenek pergi secepat ini!Nenek tidak pernah mengeluh sakit,kamu tahu sendiri...saat kita k sini,nenek baik-baik aja kan!!
"Vica....kamu ga boleh gitu sayang!kamu harus kuat....!!" seru Ibu sambil membelai wajah Vica yg masih berada di dekapan ku.
"Vica....Vica...Vica sadar sayang!" Aku begitu panik saat tubuh Vica terkulai lemas tak berdaya.
Aku segera mengangkat tubuhnya,dan memindahkan nya ke dalam kamar nya...Aku berusaha menyadarkan Vica yg pingsan...
Beberapa saat kemudian,dia pun mulai membuka matanya yg sayu itu.
__ADS_1
"Mas....!" seru Vica begitu lirih.
Dia kembali menitikkan air mata,entah sudah berapa banyak air mata yg ia keluarkan hari ini ! ini benar-benar buat hatiku sedih melihat istriku seperti ini.
"Vica...Liat Mas ya,dengar Mas Baik-baik!!kamu HARUS kuat...kamu ga boleh seperti ini...ini akan buat Almarhum Nenek dlsedih di alam sana!!" seru ku sambil berusaha menguatkan istri ku.
Aku langsung mendekapnya dengan erat,dan memberinya air putih agar dia sedikit lebih tenang.
"Vica...!" seru Ayah menghampiri kami
"Vica...dengar Ayah yah,Nenek sudah selesai di sholati dan sekarang kita akan memakan kan nya....!" Ayah mertua ku berusaha menenangkan Vica
"Mas....Vica mau ikut ke pemakaman!"
"Tapi Mas mau,Vica ga boleh seperti ini...Vica harus kuat...harus tegar!!Kasian Nenek kalo liat Vica seperti ini,dia ga akan tenang di sana....!
Vica mulai menghapus air matanya yg kadang masih suka keluar,dia sedikit lebih tenang sekarang. Kami pun turun dan bergabung bersama yg lain untuk mengantarkan nenek ke tempat peristirahatan nya yg terakhir.
__ADS_1