
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Di tempat yang berbeda seorang wanita dengan pakaian seksi dan ketat memperlihatkan bentuk tubuhnya yang ramping serta kaki yang putih dan mulus. Duduk di depan cermin mengagumi bentuk tubuh serta wajah yang menjadi kebanggaanya
"Siapa yang berani menolak pesona ku?, Aku cantik, seksi dan dapat memuaskan lelaki mana saja." Ucapnya dengan mengukir senyum dibibirnya.
"Aldo tunggu aku, ku tau kau pasti tak akan pernah bisa mencari penggantiku, karena Aku yang lebih pantas menjadi Nyonya Wijaya, istri yang mendampingimu dan memiliki semua harta kekuasaan keluaga Wijaya" Ujarnya tersenyum devil
Wanita itu ialah Amanda mantan kekasih Aldo yang menghianatinya ia berselingkuh dengan pria lain.
Tapi wanita ini akan kembali datang mengusik kehidupan Aldo mantan kekasihnya itu.
Tak lama suara ketukan terdengar suara pria memanggil namanya.
Tok, tok, tok.
Seorang mengetuk pintu kamar Amanda.
__ADS_1
"Amanda buka pintunya ini aku." Kata pria tersebut di balik pintu.
"Sial, ganggu aja, siapa sih." Gerutu Amanda.
Saat pintu di buka, ada sosok paras pria tampan dengan tubuh tinggi berkulit putih, ia adalah rekan bisnis Aldo yang sekarang menjadi sumber uang bagi Amanda, dirinya tidak tahu bahwa selama ini hanya di manfaatkan saja oleh Amanda. Sama seperti Aldo dulu yang menjadi sumber uang bagi Amanda.
"Sayang kamu kesini enggak ngabarin aku dulu?" Tanya Amanda yang langsung memeluk lengan Tio manja.
"Kenapa? Apakah kau menyimpan pria lain? Aku kengen ingin bertemu dengan mu, apakah hanya aku sajah yang merasakan rindu?" Tanya Dimas.
"Aku hanya milikmu sayang, akupun rindu dengan mu, bagaimana kalau kita bermain bersama? Biar kau tau seberapa rindunya aku dengan mu." Ujar Amanda menjatuhkan tubuh Dimas di atas ranjang dan menindih tubuh pria itu. Hubungan pun berlanjut suara desahan Amanda memenuhi seisi ruangan.
Setelah kegiatan mereka selesai, Amanda bersandar, dada Dimas menjadi bantal untuk Amanda bersandar.
"Sayang." panggil Dimas.
"Emm" Jawab Amanda menoleh ke arah Dimas.
"Mungkin seminggu lagi, setelah semua urusanku selesai Aku akan kembalik ke Indonesia." Jawab Amanda tersenyum bukan karena adanya Dimas tapi dirinya membayakan akan segera bertemu kembali dengan Aldo.
"Cepat sekali, padahal aku masih kangen dengan mu, tak bisakah waktumu disini lebih lama." Pinta Dimas.
"Aku bukannya tidak mau sayang, tapi semuanya sudah di jadwalkan, pesawatku juga sudah di pesan tidak mungkin aku membatalkan semuanya, ayolah jangan seperti anak kecil." Kesal Amanda menarik kepalanya yang tengan bersandar di dada Dimas.
"Seharusnya kamu beruntung aku masih mau bertahan dengan mu selama ini, kalau bukan karena uangmu mungkin sudah ku tinggalkan. Mana mungkin aku bertahan dengan ikan kecil sementara ada ikan besar yang menunggu untuk ku tangkap." Fikir Amanda.
"Maaf jangan marah padaku, aku begini karena takut kehilanganmu, kau akan menjadi Ibu dari anak anak kita nanti aku akan membawamu segera ke rumah orang tuaku." Ujar Dimas mendekap tubuh Amanda yang polos tanpa sehelai benangpun.
__ADS_1
"Apa? kenapa secepat ini? Aku belum siap. Aku masih mau berkarir. Menikah! Itu sangat merepotkan." Ketus Amanda melepas dekapan Dimas.
"Mengapa? Apakah salah jika aku ingin bertanggung jawab, selama ini kita berhubungan tanpa ikatan pernikahan. Apakah kau tak takut jika nanti kau hamil di luar nikah? Aku tak mau anakku akan di bilang anak haram." Ujar Dimas memberi perngertian kepada Amanda.
"Hamil? Ia kalau aku hamil ? Tapi aku sekarang tidak hamil, walaupun kita berhubungan tanpa pengaman, tapi aku juga selama ini memakai pil KB jadi tidak mungkin aku hamil." Ujar Amanda.
"Jadi selamaa ini, kamu minum pil itu? Pantas saja aku heran kita selalu berhubungan tanpa pengaman, tapi kamu tak kunjung hamil? Kau minum obat seperti itu tanpa sepertujuan dari diriku?" Kesal Dimas.
"Ia, karena aku tidak mau memiliki anak dari pria kere kaya kamu, mau dikasih makan apa anakku nanti? Anakku harus hidup dengan bergelimbangan harta." jawab Amanda sinis.
"Apa selama ini yang ku berikan kurang cukup untuk mu? Uang, Rumah mewah, mobil mewah, perhiasan dan semua kebutuhan yang ada di tubuh mu." Bentak Dimas.
"Ia itu benar, semua itu kurang, aku wanita yang selalu hidup mewah, jangan munafik lah! Kamu juga menyukai diriku karena aku cantik, kau menyukai dan menikmati tubuhku karena aku memiliki tubuh yang seksi dan menarik. Apa kau fikir semuanya itu tidak butuh uang, kau beriku uang aku berikan tubuhku. Seimbang bukan? Kita saling membutuhkan. Aku butuh uang mu. dan kamu butuh tubuhku" Sinis Amanda.
"Kau salah Amanda, selama ini ku berikan semuanya untukmu, karena aku mencintai mu. Aku tidak memberika uang semata mata hanya karena aku menginginkan tubuhmu, aku juga ingin kau memberikan hatimu untuk ku, tapi selama ini, 2 tahun kita menjalin hubungan kau hanya menganggap ku pria yang haus akan tubuhmu saja." Ujar Dimas terlihat wajah yang penuh kekecewaan.
"Semua pria sama. Yang mereka butuhkan hanya tubuh dan wajah yang menarik juga cantik dan kau bilang kau ingin mendapatkan hatiku? Omong kosong!" Ucap Amanda membalut tubuh dengan selimut meninggalkan ranjang.
Tio uga pergi meninggalkan kamar Amanda.
Di dalam mobil milik Tio, dirinya meluapkan emosi dan kekesalannya.
"Wanita sialan, selama ini kau hanya menjadikanku sumber uang bagi mu." Teriak Tio di dalam mobil.
"Lihat apa yang akan aku lakukan pada mu, kau fikir aku akan terima begitu saja, setelah kau puas kau mencampakanku begitu saja." Ujar Tio dengan mata memerah terpancar kebencian dari sorot matanya.
Tio meninggalkan kediaman Amanda dengan membawa kebencian dan kekecewaaan di dalam hatinya bersumpah untuk membalas semuanya dengan setimpal.
__ADS_1
๐๐Tunggu kelanjutannya๐๐
๐บ๐บ๐บ๐บBersambung๐บ๐บ๐บ๐บ