
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Ica kini sedang memasak mie di dapur.
"Nyalakan kompornya, sediakan tempat memasak mienya. Masuk air tunggu mendidih masukkan telur lalu masukkan mienya, lalu masukkan sayuran yang telah di potong-potong. Dan tunggu hidang matang." ucap Ica.
"Sambil menunggu mari kita siapkan bumbunya. Potong-potong cabe rawitnya ijonya. Buka bumbunya. Nah, kayanya udah mateng nih mienya. Waktunya kita angkat." ucap Ica.
"Hidangan Siap." ucapnya kembali.
Icapun segera memanggil Aldo.
Ditarunya mie di atas meja makan. Lalu
Ica menaiki tangga menuju kamar.
"Mas, mienya udah jadi." ucap Ica.
"Cepet banget sayang. Ayuk kita turun." ucap Aldo.
Sesampainya di meja makan.
"Wahhh... Aromanya enak banget sayang. Aku coba ya." ucap Aldo.
"Iya, Mas." jabaw Ica tersenyum.
Dimasukannya mie kedalam mulut Aldo.
__ADS_1
"Wah, ternyata mie enggak kalah enak sama spaghetti ya sayang." ujar Aldo kagum pada rasa mie instan.
"Tentu, aku saja suka dengan mie mana mungkin kamu enggak." ucap Ica.
"Hehe, oh ia sayang makanan untuk mu mana? Katanya kamu juga ingin mie?" tanya Aldo.
"Aku mau makan yang kamu makan."ujar Ica.
"Kan kamu bisa buat menunya sama kaya aku." ucap Aldo.
"Ica, enggak mau Mas. Ica maunya yang lagi Mas makan." ujar Ica.
"Terus Mas makan apa? Kalau kamu abil mie Mas?" tanya Aldo yang merasa sepertinya istrinya mulai lagi bersifat aneh dan nyebalkan.
"Yaudah Mas tinggal buat lagi sendiri." ucap Ica tersenyum manis
"...."
"Mas, enggak mau kasih mienya ke aku? Mas kok jadi pelit sih !" ucap Ica cemberut.
"Bukan pelit sayang. Ini buat kamu sayang, mana mungkin aku pelit sama kamu. Yaudah kamu makan, Mas mau masak mienya lagi." ujar Aldo.
"Kalau aku suapin kamu, siapa yang buat mienya?" tanya Aldo.
"Oh, jadi gitu! Mas lebih mentingin buat mie untuk kamu dari pada suapin aku?" ujar Ica sebal.
"Bukan gitu sayang, tentu kamu lah yang paling penting. Sini aku suapin kamu sayang." ucap Aldo duduk kembali dan mengabil mangkuk mie dan menyuapin Ica.
"Aaa.." ucap Aldo.
Di bukanya mulut Ica, dengan senang Ica memakan mie suapan demi suapan yang Aldo berikan.
"Ternyata di suapin enak ya, Mas." ujar Ica.
"Pantas dulu kamu suka sekali memintaku untuk menyuapin kamu." ucap Ica kembali.
"Kalau bahas itu jadi ingat kita dulu ya sayang." ujar Aldo.
"Aku enggak nyangka bisa menikah dengan kamu. Dulu kukira hati ku telah mati. Tapi ternyata kamu datang mengobati. Memekarkan kembali hati ku yang telah layu dan hampir mati." ujar Aldo kembali.
__ADS_1
"Begitupun dengan ku Mas. Aku enggak menyangka aku juga bisa menjadi istri kamu setelah kesan pertama yang kamu berikan sama aku, lelaki yang Jutek, pemarah dan tukang nyuruh seenaknya. Tapi setelah aku menikah dengan kamu. Ternyata kamu sosok suwami yang baik, penyang, lembut dan pengertian dengan semua apa yang telah aku lakuin sama kamu. Sampai aku minta yang macem-macem sama kamu, tapi kamu tetep sabar ngadepin aku. Walau sebenarnya aku juga bingung akhir-akhir ini ada apa sama aku Mas, satu sisi kadang aku kanget tapi nanti aku benci banget liat kamu, sebentar kemudian aku mau di manja kamu. Akhir-akhir ini sepertinya mood ku berubah-ubah." ucap Ica.
"Aku sih juhmga merasa kamu agak sering berubah-ubah tapi mungkin itu karena kamu kecapean saja. jadi kalau nanti kamu ngerasa sesuatu yang kurang enak jangan di pendem sendiri, bilang langsung sama aku ya sayang. Aku ini suami kamu, jangan menutupi apapun dari aku." ujar Ica.
"Iya, Mas. Aku janji. Tapi aku juga ingin agar kamu juga jujur dengan aku, jangan ada yang kamu tutupin ya, Mas. Kamu taukan aku paling benci kebohongan sekecil apaun itu." pinta Ica.
"Ten-tentu sayang aku tau itu, aku juga benci berbohong." ucap Aldo menyuapkan kembali mie kepada Ica.
"Udah, Aku kenyang. Aku cuman pengen ngerecokin kamu doang, hihi. Aku sebernya pengen makan Ayam bakar Mas tapi enggak mau ada rasa gosong." ucap Ica.
"Mulai nih, peraasaan jadi enggak enak" batin Aldo.
"Yaudah di panggang aja sayang?"ucap Aldo.
"Enggak mau, aku kepengen di bakar pake areng batok kelapa itu sayang. Tapi enggak mau ada arengnya nempel di ayamnya sama enggak mau ada gosong-gosong di ayam bakarnya." ucap Ica.
"Gimana caranya? Kamu kalau minta aku kaya lagi ngerjain tekateki silang deh sayang." ujar Aldo.
"Pokoknya aku maunya begitu." ucap Ica.
"Yaudah, tapi nanti ya sayang ini masih pagi baru jam 07.00 pagi. Masih belum ada yang buka." ucap Aldo.
"Aku maunya sekarang, Mas!" ucap Ica cemberut.
Aldo hanya bisa pasrah mau tidak mau Aldo harus pergi mencari Ayam bakar sesuai keinginan sang istri.
"Iya, Mas berangkat sayang."
"Ia, Mas. Hati-hati ya sayang." ujar Ica.
"Ia sayang, makasih udah perhatian sama aku." ucap Aldo senang walau Ica akhir-akhir ini keinginannya aneh tapi ia masih peduli dengan suwaminya.
"Bukan sayang, aku maksud hati-hati bawa ayam bakarnya jangan sampe jatu rusak atau yang lainnya kamu harus bawa dalam keadaan rapih." ujar Ica.
Aldopun yang tadi ceria mendadak senyumnya layu dan hilang dari wajahnya.
"Kirain peduli." geruti Aldo sambil pergi membawa kunci mobil.
๐บ๐บ๐บ๐บSampai jumpa๐บ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1