Suami Tampanku

Suami Tampanku
36.


__ADS_3


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนSelamat membaca๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โ™ข


โ™ข


โ™ข


โ™ข


Pagi harinya Aldo terburu-buru berangkat ke kantor dan belum sempat sarapan pagi.


Karena hal itulah Ica, memutuskan utu membuat makan siang untuk Aldo. Memberi kejutan dan menghabiskan waktu berdua dengan sang suwami.


Sekarang kedua orang tua Aldo mulai jarang datang karena Ibu Dahlia harus ikut dengan sang suwami pergi keluar negeri untuk urusah perusahaan dan akan pulang sekitar 2 bulan lamanya.


Ica kini tengah di dapur memasak makanan kesukaan Aldo. Yaitu Rendang dengan sambel ijo padang kesukaannya.


"Tarat, semua sudah siap kita foto dulu." ucap Ica senang


"Mas, pasti suka." ucap Ica mulai memfoto.



'Sambel ijo padang ulekan ala Ica" ucapnya sambil memfoto kembali.



"Semua sudah beres, sekarang tinggal aku tata di kotak makan." ucap Ica yang tak henti tersenyum membayangkan Aldo memakan masaknnya buatannya. Walau sudah sering Ica masakan taoi ini baru pertama kali Ica mulai memasak setelah dirinya menjadi istri Aldo.


"Halo, Non. Kelihatannya seneng banget. Wah aromanya wangi sekali." ucap Bibi Tini melihat makanan yang sudah tertata rapih.


"Ia, Non. Simbok ampe ileran nih nyium aroma masakan, Enon." ucap Simbok Ina.


"Haha, Simbok sama Bibi bisa saj mujinya, ini Ica lagi buat masakan untuk makan siangnya Mas Aldo." ucap Ica.


"Wihh, pastis Mas Aldo seneng banget di bawaiin makan dari istrinya." goda Bi Tini.


"Ia bener, udah cantik bisa masak pula. Beruntung banget Tua dapet istri seperti Enon." ujar Simbok Ina.


"Ih, Simbok sama Bibi godain Ica mulu deh, Ica juga beruntung bisa dapet suwami seperti Mas Aldo, yang baik dan pengertian." ujar Ica.


"Ia deh yang masih anget angetnya ya." Ucap Bi Tini.


Mereka bertiga pun tertawa sambil mengobrol.

__ADS_1


Pukul 11 siang Ica berangkat dari rumah.


Perjalan memakan waktu cukup lama sekitar 30 jam lamanya waktu yang di tempuh. Ica menaiki mobil yang memang di siapkan Aldo khusus untuk Ica jika sewaktu-waktu dirinya ada urusan di luar rumah ditambah dengan supir, karena Ica tidak bisa mengendari mobil.


30 menit telah berlalu. Kini Ica berada di depan gedung perusahaan sang suwami.


"Kok deg degkan yah, kaya mau ngapelin pacar" batin Ica.


Saat masuk kedalam perusahaan. Ica melihat dua wanita resepsionis.


"Permisi, Mba." ucap Ica.


"Ia ada yang bisa saya bantu." ucapnya sedikit ketus. Melihat Ica yang berpenapilan biasa tapi aura kecantikannya tetap terpancar di tampah dengan polesan makeup yang natural dan kulit yang seputih susu menabah daya pikat bagi yang melihatnya.


"Sial cantik banget, bodynya juga oke. Huh! paling oplas atau bekaa di pake om om." Batin wanita resepsionis itu.


Ica tidak memperdulika tatapan dua wanita yang ada di depannya.


"Saya mau mengantar ini untuk suwami saya." ucap Ica.


"Masih muda tapi udah punya suwami, pasti hamil di luar nikah." bisik wanita itu kepada temannya yang dapat di dengar oleh Ica.


"Hello. Muka gue emang kelihatan muda tapi umur gue udah 21 tahun. lagian kenapa sih nih due cewek repot banget urusin hidup orang. Noh urusin depul lu." Batin Ica geram.


Hal ini sudah tidak asing, terkadang banyak yang salah mengenai umur Ica karena di sangka dirinya yang masih berumur 15 atau 16 tahunan ditambah dengan tubuh kecil namun berisi yang ia miliki.


"Mba,bisa enggak saya mau nganter makanan buat suami saya." ucap Ica kembali.


"Memang siapa nama suwami emba? dan apa jabatannya? ketus wanita itu.


"Namanya Aldo Wijaya dan jabatannya dia yang mempunya perusahaan ini." ucap Ica.


Dan tiba tiba kedua wanita itu tertawa meremehkan Ica.


"Aduh Mba halu ya?" ucapa wanita lertama sebut saja Dewi.


"Tau nih, asal ajah gue juga mau jadi istrinya pak Jojo." ucap Tiwi.


"Saya bener, cepat kasih tau dimana ruangannya saya tidak ada waktu untuk ngeladenin kalian berdua." ucap Ica yang mulai tersulut emosi.


"Security" teriak Dewi.


"Bawa nih, cewek sakit jiwa." ucap Dewi.


Saat Ica si serek 2 Security, tak sengaja Jojo melihat Ica yang tengah di di paksa keluar oleh Securty.


"Berhenti" teriak Jojo.

__ADS_1


"Apa-apaan kalian ini" Bentak Jojo.


"Ica, elu enggak papah?" tanya Jojo.


Melihat Jojo yang mengenali Ica membuat 2 wanita resepsionis itu menjadi gugu, jangan-jangan apa yang Ica katakan kepada nya itu benar.


"Kenapa elu bisa di seret kedua security ini?" tanya Aldo.


"Itu" tunjuk Ica kepada kedua wanita di hadapannya.


"Apa yang kamu lakukan! Apa kamu tau siapa dia!" Bentak Jojo.


"Tidak, Pak." ucap keduanya tertunduk kaki mereka begetar dan mulut mereka kaku.


"Untuk kalian semua saya beri tahu, ini adalah istri Aldo Wijaya Bos yang menggaji kalian, saya melihatvkalian bersikap kurang ajar atau tidak sopan saya pastikan besok kalian tidak usah kembali keperusahaan kalian akan di pecat. Dengar kalian semau." ucap Jojo dengan suara yang lantang.


Membuat semua karyawan yang mendengar menjadi kaget dan tak menjangkan bahwa bos mereka telah menikahi seorang wanita yang cantik dan terlihat masih muda.


Kedua wanita dan security itu tertunduk takut, terlebih Dewi dan Tiwi yang telah teang-terangan menghina Ica.


"Kamu, jika lain kali kalian bersikap kasar pada siapa pun tanpa terkucuali kalian akan saya pecat menegerti, dan karena kelalian kalian maka akan saya poting gaji mu selama 5 bulan untum menebusnya." ucal Jojo kepada kedua security itu.


"Baik, Pak." ucap keduanya pasra dari pada harus di pecat poting gaji tak apalah fikir mereka.


"Yausudah sana kembali berjaga." ucap Jojo dan keduanyapun meninggalkan tempat.


"Dan untuk kalian, sikap kekurang ajaran, ketik sopannyan kalian dapat mencoreng nama baik perusahaan ini, mau seperti apapun orang yang datang berkunjung kedalam perusahaan ini, kalian harus tetap berperilaku sopan. Apakah kalian lupa aturan itu." Betak Jojo.


"Maaf, Pak." ucap keduanya gemetar.


"Bukan pada saya kalian meminta maaf!" ketus Jojo.


"Maafkan saya, Mba. Saya telah sombong dan merendahkan emba." ucap Dewi.


"Saya juga minta maaf, karena telah menghina dan meremehkan emba." ucap Tiwi.


"Yasudalah semua sudah terjadi dan tak bisa di putar kembali, anggap saja ini pelajaran untuk kalian berdua agar kedepannya dimanapun kalian nekerja janganpan pandan seseorang hanya dari luarnya saja. Karena sesungguhnya kalian tidak tau siapa dia sebenarnya." ucap Ica.


"Ia mba maafkan kami." ucap Dewi dan Tiwi.


"Aku sudah memaafkan kalian." ucap Ica yang tak mau lebih berderama dan ingin segera bertemu sang suwami.


"Tapi Maaf walau Ica sudah memaafkan kalian tatapi karena apa yang kalain lkukan sudah mencoreng dan daoat menjatuhkan reputasi perusahaan, tak ada jamina kalian tidak ada jaminan kalian tidak akan melakukan lagi di mas yang akan mendatang, terlebih jika Aldo tau apa yang kalian lakukan kepada istrinya. Aku tak tau bagaimana nasib kalian. Lebih baik kalian berurusan dengan ku mengingat aku masih memandang kalian yang tlah berjasa pada perusahaan selama ini. Ambilah gaji kalian. Kalian sudah lama bekerja dan tau haru kemana untuk mengambil gaji terakhir kalian." Jelas Jojo.


"Baik, Pak. " ucap Dewi dan Tiwi pasra sebwnarnya mereka tidak terima di pecat begitu saja, namun ada bebepa yang Jojo katakan itu benar, jika Aldo yang menangani mungkin kami takkan bisa melihat indahnya langit biru esok hari.


...๐ŸŒบSampai jumpa๐ŸŒบ...

__ADS_1


__ADS_2