Suami Tampanku

Suami Tampanku
46.


__ADS_3

...----"๐ŸŒบSelamat membaca๐ŸŒบ"----...



Kini Aldo dan Ica tengah berjalan menelusuru tempat dari satu ketempat ke tempat yang lainnya. Aldo benar lelah mengikuti Ica, namu disisi lain Aldopun senang dapat melihat senyuman ceria di wajah Ica.


"Melihat senyum indahmu itu perlahan lelah ku mulai menghilang." batin aldo memandang Ica.


Hingga malam datang Ica dan Aldopun menikmati makan malam romatis mereka berdua. Dengan melihat indah langit malam dan laut malam yang menambah indah suasana.


Disaat makan malam telah usai Aldo meraih tangan Ica dan Icapun menatap Aldo saat itu juga.


"Sayang, aku mau bilang terimakasih sudah mau bersama dengan ku, sejak aku menikah dan hidup dengan mu. Kamu telah menjadi tempatku untuk pulang dan aku ingin mengucapkan kata Maaf apabila jikalau nanti aku akan membuat kamu kecewa, aku harap kamu dapat memaafkan kesalahanku dan dapat terus bertahan untuk ku. Memang ini terdengaran egois tapi aku sangat mencintai mu dan tak ingin kehilanganmu, munkin kamu akan bosan aku selalu mendengar mengucapkan kat cinta dari mulutku. Tetapi itulah yang aku rasakan dan tak ada kata lain yang dapat ku ucakan selain aku bekata bahwa aku sunggu mencintai dirumu." ucap Aldo mengecup tangan Ica.


Ica menitihkan air matanya, dan Aldo menyekat air mata Ica yang membasahi kedua pipinya dengan lembut.


"Mas, Ica seneng mendengarnya. Tak ada seorang istripun yang tak senangg jika sang suami mengungkapkan perasaanya dan mengucapkan kata indah dan romantis untuknya. Ica juga amat sangat mencintai, Mas. Mungkin ini terdengar tidak masuk akal mengucapkan cinta yang datang dari beberapa bulan aku mengenalmu, tapi terkadang cinta itu bisa tumbuh kapan saja dan tak mengenal waktu juga tempat. Ica juga mungkin memiliki banyak sekali kekurangan yang ada pada diri Ica tetapi Ica akan berusaha menjadi istri yang terbaik buat, Mas."ucap Ica.


"Kamu enggak perlu jadi yang terbaik, dan tak perlu sempurna. Karena di mata aku kamu itu istri dan wanita yang sempurna. Kekurang yang kita miliki akan saling kita isi dengan kelebihan yang aku dan kamu miliki." ucap Aldo.


"Jangan berkata jika kamu buka wanita yang baik atau pun wanita yang banyak kekurangan. Karena aku suka semua kekurangan ataupun kelebihan yang kamu miliki. Aku mau kita akan terus bersama, membesarkan buat cinta kita bersama dan melihat mereka bertumbuh dan menggapai cita-cita mereka dan kemudian melihat anak kita menikah dan memberikan kita seorang cucu. Dan pada saat itu tiba kita menikmati masa tua dengan di temani cucu dan anak serta menantu kita nanti. Dan saat di mana kita berada pada akhirnya untuk kita menghembuskan nafas terakhir bersama dengan senyum yang terukir di wajah." ucap Aldo.

__ADS_1


"Iya, Mas. Ica akan menantikan momen itu. Ica sunggu berharap kita akan berada pada masa itu nantinya." ucap Ica memeluk Aldo.


"Pasti sayang, karena itu keinginan kita berdua. Pasti Allah akan mengujudkannya. Dengan terus memohon dan memita pada Allah. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah menghendakinya." ucap Aldo.


"Iya, Mas." ucap Ica yang masih memeluk tubuh Aldo.


Dan kemudian Aldo dan Ica meninggalkan tempat itu, dan menuju ke tempat penginapan.


Sesampainya Ica mengepak barang-barang sebelum beristirhata. Seselesai itu Ica dan Aldo tidur bersama.


Pagi harinya Ica dan Aldo terbangun. Bersiap-siap dan lekas menuju bandara.


Kini Icapun tengah duduk di dalam pesawat. Ica tertidur kembali dan bersandar pada bahu Aldo.


Ica turun dari dalam pesawat dengan senyum mengembang.


Dan setelah itu Ica dan Aldo menunggu mobil yang akan menjemput Aldo dan Ica.


Setibanya di ruamah Aldo dan Ica.


Simbok Ina dan Bibi Tini menyambut kedatangan Aldo dan Ica.

__ADS_1


"Selamat datang kembali Tuan, Enon." ucap Sombok ina dan Bi Tini.


"Iya, Mbo, Bi. Dan gimana kabar Mbo dan Bibi." tanya Ica.


" Alhamduliha, Simbo dan Bibi baik, Non." ucap Simbok dan Bi Tini mengambil koper Ica dan Aldo.


"Ah, syukur jika begitu, ah ia apa Bibi dan Simbok memasak ayam opor." ujar Ica.


"Ia, Non. Kok Enon bisa tau? Kan Bibi belum kasih tau." ucap Bi Tini.


"Aromanya kecium, Bi. Ica jadi laper, soalnya tadi Ica dan Mas Aldo buru-buru jadi belum sempat sarapan." ujar Ica.


"Ah, kalau begitu silahlan , Non dan Tuan kemeja makan. Bibi akan membawa koper kedalam kamar dan Simbok akan menyajikan hidangannya." ujar Bi Tini.


"Baiklah, makasih ya , Bi." ucap Ica tersenyum.


"Iya, Non. Ini memang sudah kewajiban Bibi dan Simbok untuk melayani Enon dan Tuan." ujar Bi Tini.


Lalu Ica dan Aldo menuju meja makan. Dan Bi Tini menaruh kopernya kedalan kamar.


----"๐ŸŒบSelamat membaca๐ŸŒบ"----

__ADS_1


Ica Up kembali , maaf jika lama upnya dan sudah 3 hari ini Ica baru up kembali, Ica sudah mulai melanjutkan kembali kesibukan Ica dan beberapa hari ini hanya bisa up di satu novel saja. Maaf Atas keterlambatannya ๐Ÿ˜Š


__ADS_2