
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Di dalam kamar Aldo menutup pintu , dikuncunya pintu itu.
Aldo perlahan melangkakahkan kakinya semakin dekat, Semakin mendekati tubuh Ica. Lalu Ica perlahan memundurkan langkah demi langkah mengikuti langkah kaki Aldo yang semakin mendekat.
"Apakah akan terjadi sekarang?
Bantin Ica.
Tiba tiba bruk suara Ica terjatuh di atas tempat tidur.
"Ah tamat sudah riwayatku. Selamat tinggal diriku yang polos." Batin Ica terpojok dirinya tak dapa pergi kemanapun pergerakan Ica telah di kunci oleh Aldo.
Dibelainya lembut wajah Ica. Pandang Ica tak dapat lepas dari Aldo begitu pun dengan Aldo yang memandang lekat wajah Ica.
perlahan waja Aldo mendekat ke arah Ica. Detak jantung Ica bergemuruk kencang tapi semua dihiraukan oleh Ica karena fokusnya tertuju kepada Aldo. Semakin dekat, Aldopun tak kalah tegang detak jantungnya semakin berdetak menggebu gebu. Gairah Aldo sudah menyala berkobar. Keringat mulai keluar di sekitar wajah Aldo. Ica pun menyadari bahwa hal ini juga baru untuknya. Membuat Ica senang karena Aldo pun menyerahkan dirinya hanya kepada Ica.
Aldo memulai membelai bibir lembut Ica. Begitu tipis dan lembut. Aldo mengecup bibir Ica."Manis." Ucap Aldo lembut. Membuat Ica malu.
__ADS_1
"Apakah aku boleh membukanya." Tanya Aldo. Ica menganggu tanya memperbolehka Aldo.
Kecupan beralih ke leher turun kearea dada Ica dan berhenti di Puncang gunung yang Ica miliki. Dikecup perlahan diberikannya beberap tanda merah di sekujur tubuh Ica. setelah puas dengan maha karyanya yang ia buat di tubuh Ica. Aldopun mulai membuka hidangan utama.
"Kulakukan dengan pelahan" Ucap Aldo.
"Kumasukan" Ucap Aldo.
"Ahh,,." Suara desah Ica menahan sakitnya patokan Aldo.
"Apakah sakit? mau kuhentikan." Tanya Aldo.
"Tak apa, lanjutkan mas." Ucap Ica.
Aldo pun mulai mengenjot Ica dan sabil mencium bibir manis Ica. Terengulah sudah kesucian Ica oleh suawaminya. Hari yang pasan kedua pasangan tersebut berlanjut sampai malam hari. Aldo selalu memita jatahnya berulang kali sampai Ica tak kuat untuk bangun dari tempat tidurnya.
Dipeluk dan di kecupnya Kening Ica.
Sedangkan di bawah Ibu Dahlia, sang Suwami dan Nenek Sumi menunggu kedatangan Ica dan Aldo.
"Kemana mereka? Sudah waktunya makan malam." Tanya Sang Suwami kepada Istrinya.
"Enggak tau Yah, dari tadi merak masuk kamar enggak keluar samape sekarang." Ucap Ibu Dahlia.
"Yasudah biar Ibu yang panggilkan." Ucap Nenek Sumi.
"Jangan Bu. Ibu disini saja biar Dahlia yang kesana." Ucap Ibu Dahlia.
Kini Ibu Dahlia audah berada di depan pintu Kamar Aldo dan Ica.
Tok, tok, tok.
__ADS_1
"Sayang ini Ibu." Ucap Ibu Dahlia.
"Krek." Suara pintu terbuka.
Aldo membukakan pintu untuk sang Ibu.
"Loh kok kamu yang buka pintu? Ica mana?" Tanya Ibu Dahlia.
"Coba Ibu lihat keadaan Aldo."Ucap Aldo.
Sang Ibu pun memperhatikan Aldo dilihatnya rambut yang berantakan, hanya memakai bokser tapi pandangan Ibu Dahlia terhenti pada bagian leher Aldo yang terdapat jejak tanda merah di leher anak lelakinya itu. Sang Ibupun memasang senyum dan mengerti dengan maksud yang ingin di sampaikan sang anak.
Ibu Dahlia pergi meninggalkan Aldo sambil mengacungkan jempol.
"Hebat kamu nak." Ucap Ibu Dahlia pergi meninggalkan Aldo.
Ibu Dahliapun turun dan menuju meja makan dengan hati yang gembira.
"Loh Bu, mana Aldo sama Ica tidak ikut turun." Tanya Sang Ayah heran begitupun dengan Nenek Sumi.
"Mereka capek Yah, meraka berdua abis olahraga." Ucap Ibu Dahlian mengambil kan nasi dan lauk untuk sang Suwami dan Nenek Sumi.
"Olahraga apa sampai malam seperti ini?" Tanyanya Ayah Dito
"Ih si Ayah kaya enggak pernah ngerasain jadi penganti baru aja, tentu saja mereka habis buat Aldo junior. Biki cucu untuk Ibu Pamerin pas pergi arisan." Ucap Ibu Dahlia.
Sang Suwami mengerti maksud sang intri tapi kemudian menggelengkan kepalanya melihat ucapan sang istri. Nenek Sumi yang kawatir menjadi lega kembali mendengar ucapan Ibu Dahlia.
Makan malam pun berlalu. Nenek sumi beritirahat sedangkan Ibu Dahlia dan sang suwami juga tak mau kalah menikmati momen berdua sambil menyeruput segelas teh hangat.
๐๐๐๐Sampai jumpa๐๐๐๐
__ADS_1
๐บ๐บ๐บ๐บBersambung๐บ๐บ๐บ๐บ