
Saat di perjalanan menuju perpustakaan, Nisa, Mely dan Tara berhenti tiba-tiba karena ada seorang laki-laki tampan berdiri di hadapan mereka.
"Tio."ucap Nisa kaget.
Mely dan Tara menatap Nisa dengan tatapan penuh rasa penasaran.
"Nisa, direktur ingin bertemu."ujar Tio
Mely dan Tara semakin penasaran mereka menatap Tio dengan tatapan sisnis.
"Emm guys, kayaknya aku harus pergi deh. Aku bakal jelasin ini semua nanti oke."ucap Nisa dan langsung pergi meninggalkan Mely dan Tara.
Mely dan Tara hanya diam, mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Nisa dan Tio pergi meninggalkan kampus menggunakan mobil mewah yang di gunakan oleh Tio.
Tio membawa Nisa ke sebuah butik terkenal yang ada di kota A.
"Kamu bilang direktur ingin bertemu denganku?" tanya Nisa.
"Direktur ingin anda datang dengan pakaian yang telah dia siapkan, Ayo masuk." jawab Tio dan langsung membawa Nisa masuk ke butik itu.
Saat masuk ke butik, Nisa terpana dengan kemewahan dan keanggunan butik tersebut.
"Tidak heran ini adalah butik terbaik di kota ini." ucapnya dalam hati.
"Selamat siang nona, semuanya sudah di siapkan mari ikut saya." sambut pelayan di butik itu dengan ramah.
Nisa pun mengikuti pelayan itu dan masuk ke ruang ganti baju, di ikuti beberapa pelayan membawa tas, kosmetik, dan high heels.
Setelah setengah jam berada di dalam ruangan akhirnya semua pelayan itu keluar dan di susul oleh Nisa.
Saat Nisa keluar dari ruangan itu semua pasang mata yang ada di butik itu tertuju hanya pada Nisa.
Menggunkan dres sexy berwarna hitam dan dandanan sedikit mencolok membuat Nisa terlihat seperti wanita penuh dengan gairah.
Nisa yang tidak biasa dengan pakaian yang terbuka itu merasa sedikit tidak nyaman dan mencoba menaraik bajunya agar menutupi paha mulusnya itu.
Tio yang melihat Nisa tidak nyamn dengam pakaiannya langsung memakaikan mantelnya pada Nisa untuk menutupi tubuh Nisa.
"Ayo kita berangkat." ucap Tio dan langsung membawa Nisa pergi meninggalkan butik tersebut.
Tidak lama menempuh perjalanan dengan mobil akhirnya mereka tiba di sebuah hotel mewah.
__ADS_1
"Kita ngapain ke sini?" tanya Nisa.
"Direktur sudah menunggu di dalam, Ayo." jawab Tio dan membawa Nisa ke dalam hotel itu.
Mereka berdua pergi ke lantai paling atas di hotel tersebut dan pergi ke kamar VIP yang sudah di pesan oleh Angga.
"Tok tok tok.." Tio mengetuk pintu.
"Masuklah." Perintah Angga.
Saat Nisa dan Tio masuk ke dalam kamar itu, mereka mencium aroma bir yang sangat kuat. Nisa melihat Angga di kelilingi oleh wanita cantik dan sexy sedang minum bir, dan ada satu orang laki-laki yang sudah cukup tua sedang minum di temani dua wanita cantik.
Nisa mencoba untuk bertahan agar dirinya tidak muntah di hadapan semua orang. Tio menggenggam tangan Nisa dan berjalan mendekati Angga.
"Sepertinya kalian bermain-main tadi." ucap Angga melihat Tio dan Nisa berpegang tangan.
Mendengar ucapan Angga Nisa langsung melepaskan tangan Tio.
"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan." ujar Nisa membela diri.
"Tio, keluar." perintah Angga.
Tio langsung menurut dan keluar meninggalkan mereka semua di ruangan itu.
Nisa hanya menatap kepergian Tio dari belakang.
"Apa maksudmu aku tidak mengerti." jawab Nisa.
"Heehh..(senyum tipis) buka mantel itu, aku benci melihatnya." perintah Angga.
Nisa tidak menuruti perkataan Angga ia malah semakin menutupi dirinya dengan mantel itu.
Angga tidak senang melihat Nisa melawan perintahnya, ia langsung berajak dari kursi dan membuka palsa mantel yang di gunakan Nisa.
Bentu tubuh yang begitu menggoda dan kulit putih mulus Nisa membuat Angga tidak berhenti memandang tubuh Nisa.
Nisa yang merasa tidak nyaman dengan pandangan semua orang mencoba menarik pakaiannya agar menutupi pahanya.
"Menarik...tubuhmu sungguh menggoda." ucap Angga sambil menuang bis ke atas badannya.
"Hadiah untukmu ambilah." Angga mendorong Nisa ke panggkuan laki-laki tua itu.
Nisa memcoba untuk melepaskan diri, namun cengkraman laki-laki itu sangat kuat.
"Terima kasih tuan, saya sangat suka." ucap laki-laki itu puas.
__ADS_1
Angga tersenyum melihat Nisa di perlakukan tidak baik oleh laki-laki itu.
Laki-laki tua itu menyetuh tubuh Nisa secara perlahan, mengelap tubuh Nisa yang basah karena bir bahkan menghisap bir langsung dari tubuh Nisa.
Nisa terus memberontak, tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan.
"Lepaskan aku laki-laki tua." ujar Nisa memberontak.
Laki-laki itu semakin menikmati tubuh Nisa hingga akhirnya Nisa tidak tahan lagi dan ia menapar laki-laki itu.
"Prakkkkkk…" tampar Nisa
Laki-laki itu langsung melepaskan pelukannya dari Nisa.
"Dasar perempuan tidak tahu terima kasih." ucap laki-laki itu marah.
Angga hanya tersenyum melihat Nisa menapar rekan kerjanya itu.
"Terima kasih...untuk apa aku berterima kasih untuk laki-laki brengsek sepertimu. Sudah tua bukannya ingat umur, malah bermain wanita di sini." ucap Nisa marah sambil menutupi tubuhnya.
"Kau…." ujar laki-laki itu ingin menapar Nisa.
"Cukup." perkataan Angga menghentikan tangan laki-laki itu.
"Menejer Su sepertinya kerjasama kita cukup sampai disini saja." ucap Anggan sambil memakaikan jas pada Nisa.
Nisa heran dengan sikap Angga yang tiba-tiba menjadi hangat itu.
"Di..direktur, saya tidak melakukan kesalahan apa-apa bagaimana mungkin kerjasama kita berakhir begitu saja." tanya menejer Su membela diri.
"Bukankah sudah jelas kalau anda mencoba untuk menikmati tubuh istri saya." jawab Angga.
"Iiii..istri." menejer Su kaget mendengar penyataan dari Angga.
Bukan hanya menejer Su tapi semua orang yang ada di dalam kamar itu kaget mendengar ucapan Angga kecuali Nisa.
"Di dalam kontrak bukankah sudah jelas kalau salah satu dari kita tidak boleh menggunakan aset pribadi rekan kerja untuk kepentingan pribadi, jika salah satu di antara kita melanggar maka saham sang pelanggar akan di berikan sepenuhnya ke pada korban." jelas Angga dengan senyum tipis.
"Ti..tidak mungkin, anda sendiri yang menjebak saya. Ini jebakan ada benar-benar licik." menejer Su marah dan ingin memukul Angga dengan botol bir tetapi di tahan oleh Tio.
"Bawa dia pergi." perintah Angga.
Tio keluar dari kamar itu membawa menejer mu dengan paksa.
"Direktur Angga ini kesalahan saya, saya tidak tahu bahwa wanita itu istri anda, saya mohon lepaskan saya." teriak menejer Su sambil di bawa paksa oleh Tio.
__ADS_1
Angga sama sekali tidak peduli dengan permintaan maaf menejer Su, ia kembali duduk dan menikmati bir seperti tidak terjadi apa-apa.
"Sungguh laki-laki yang kejam." gumam Nisa dalam hati.