
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Kini Aldo da Ica sudah hampir sebulan lamanya berada di Bali.
Dan saat ini Aldo tengah berada di luar dan singgah sejenak membeli roti untuk mengganjal perutnya.
Setelahnya Aldo memakan roti di dalam mobil sambil mencari-cari dan tak jau dari sana ada resto yang buka. Aldo pun mendekati resto itu.
"Rahajeng semeng(selamat pagi). Tabe (permisi), Ibu. Bolehkah saya bertanya apakah reastonya suda buka?" tanya Also kepada seorang wanita umurnya sepertinya tidak jauh berbeda dengar Ibu Aldo.
"Dane(ia), rahajeng semeng. Ngindih pelih (mohon maaf) kami masih menyiapkan keperluan. Akan di buka nanti pukul 11 siang." ucap Ibu itu.
Aldolin kebingungan dan wajah bingung Aldo dapat terlihat oleh ibu itu.
"Memang ada ape ya? Ada yang bisa tiang(saya) bantu."ucap ibu itu.
"Jadi begini, Bu. Kurenan titiang (istri saya) ingin dibelikan ayam bakar, tetapi tidak ada gosongnya dan arenya tidak menepel di ayamnya.
"Oh, Kurenan ne ngidam ya, Bli." ucap Ibu itu.
"Dane, Meme(ibu)." ucap Aldo tersenyum. fikir Aldo lebih baik di iyakan dari pada tidak berhasil memenuhi keinginan sang istri.
"Kalu begitu, lantasang(silahkan) masuk. Akan saya buatkan." ucap Ibu itu membukaan pintu mempersilahkan Aldo untuk masuk dan duduk.
"Baik, terimakasi
"Sama-sama.
15 menit memudian makanan yang di pesapun sudah datang.
"Ini, Bli." ucap Ibu itu.
"Terimaksih , Meme.
"Dane, sama-sama.
Aldopun berjalan meninggalkan resto tersebut dan menuju rumah untu menemui sang istri.
Perjalan memakan waktu 20 menit dari resto ke tenpat penginapannya.
Saat Sampai.
Aldo keluar dari mobil dengan senyum yang indah. Hari ini dia berhasil dengan waktu yang cepat dari jam 7 pagi dia keluar dan berhasil membawa ayam bakar pada pukul 9 pagi.
__ADS_1
Aldo menghapiri pintu dan membunyikan bel rumah.
"Ting tong!"
"Iya tunggu sebentar" ucap Ica dari dalam rumah.
"Mas." ucap Ica saat membuka pintu dan melihat ternyata sang suwami yang membunyikan bel.
"Mas kok cepet banget baliknya? Mas, enggak nyari pesenan aku ya?" tuduh Ica.
"Ih asal nuduh-nudu, mana mungkin aku berani pulang kalau belum berhasih cari pesenan yang kamu mau. Nih aku udah bawaain khusus spesial di campur cinta buat istriku tercinta." ucap Aldo memperlihatkan bungkusan kotak berisi ayam bakar pesenan Ica.
"Wah, kamu hebat sayang. Cepet banget nyarinya. Aku sayang kamun, Mas. Makasih." ucap Ica mencium pipi Aldo dan mengambil bungkusan ayam di tangan Aldo.
"Cium iya tangan juga langsung nyerobot aja." celetuk Aldo.
"Hehe, aku udah lapern, Mas. Kita makan bareng-bareng ya yang." ucap Ica menarik Aldo ke meja makan.
Dibukanya Kotak pembungkus ayam bakar.
"Emm, wangi banget Mas. Ica coba ya Mas." ucap Ica mengabil potongan ayam dan mencocolnya kedalalam sambal.
"Wah, mantep Mas. Kamu juga harus coba." ucap Ica mengambil potongan ayam untuk sang suwami dan menyuapin Aldo.
"Giman, Mas?" tanya Ica.
"Wew, enak yang. Ternyata enggak sia-sia beli di sana, ayamnya napol. Dan pemiliknya juga ramah." ucap Aldo sambil mengunyah ayam yang Ica suapkan kembali kedalam mulutnya.
"Ia bener. Kok kamu tau." bingung Aldo apa istrinya menjadi peramal.
"Itu enggak penting, aku tau dari mana. Yang kutanya pasti dia cantik kan, Mas." ucap Ica jengkel.
"Cantik?" bingung Aldo.
"Ia, cantik! Orang Balikan cantik-cantik manis-manis, kesukaan Mas banget pasti. Dasar ganjen cari-cari kesempatan." gerutu Ica.
Aldo tau ini seperti bau-bau kecemburuan. Aldopun menyunggingkan senyum di wajahnya.
"Emm, bener kata kamu sih sayang. pemiliknya emang cantik, cantiiikkkk banget." ucap Aldo menderamai memuji sang pemilik resto di depan Ica.
"Kamu! Kamu berani, Mas. Muji-muji cewek lain di depan aku? Kamu udah bosen sama aku?" ucap Ica marah.
"Waduh! Gawat, istriku marahnya serem amat. Menantang namanya nih. Membangunkan singa betina." batin Aldo.
"Jawab, Mas! kenapa diem ajah!" kesal Ica.
"Hehe, sa-sayang itu tadi enggak serius. Pemilik restonya Ibu-ibu sayang. Usianya enggak jauh kaya Ibuku. Kalau kamu enggak percaya. Ayuk aku bawa kesana sekarang juga." ucap Aldo meredakan emosi Ica.
"Gak perlu!" ucapnya yang langsung meninggalkan sang suwami.
"Loh-loh mau kemana sayang. Ini ayam bakarnya." ucap Aldo.
__ADS_1
"Enggak mood! udah enggak mau." ambeknya dan pergi.
"Aduh-aduh, puyeng nih pala. kemana istriku yang manis dan pemalu. Kok sekarang jadi kaya singa. Dan lagian sayang banget kalau enggak dimakan buat aku aja. Kebetulan cuman ganjel roti belum sempet sarapan." ucap Aldo mengambil nasi dan memakan ayam bakar dengan lahap.
Sedangkan di dalam kamar Ica tengah menunggu Aldo yang tidak datang membujuknya.
"Kemana sih, Mas Aldo! Kok enggak dateng baik-baikin aku sih yang lagi kesel. Apa Mas Aldo uda enggak sayang sama Ica lagi." ucapnya menangis di dalam kamar.
Selang berapa menit Aldopun selesaai makan. Aldo memutuskan melihat sang istri karena tak ada suara.
"Sunyi sekali." ucap Aldo.
"Krek" suara pintu kamar di buka.
"Sayang." panggil Aldo melihat Ica terlelap di atas tempat tidur.
"Kamu tidur sayang."ucap Aldo memegang pipi Ica yang basah karena air matanya.
"Maaf sayang. Tadi sudah keterlaluan buat kamu sampe marah dan menangis seperti ini." ucap Aldo kemudian mencium kening Ica.
Aldopun ikut tertidur sambil mendekap tubuh Ica.
Hingga siang pun tiba. Pukul 14:00 siang Aldo sudah terbangun lebih dulu. Dilihatnya Ica nampak masih pulas terpejam. Aldopun bangun dan menuju dapur menyiapkan makanan untuk sang istri sebagai permintaan maafnya.
Di dalam dapur.
Aldo yang tengah berfikir ingin membuat apa untuk sang istri.
"Masak apa yah kita hari ini?" gumam Aldo
"Emm masak makana kesukaan aku ajah. Spaghetti carbonara , kebetulan ada telur, keju, sama daging. Pasti dia suka." gumam Aldo.
Dengan cepat Aldopun langsung mengolah bahan-bahan yang sudah di siapkan untuk membuat spaghetti carbonara.
Aldopun menghabiskan waktu sekitar 20 menit untuk membuat dua porsi spaghetti carbonara.
Selang 20 menit kemuadia hidangan siap di sajikan.
"Semua sudah beres, sudah jam 14:30. Waktunya membangunkan istri tercinta" ucap Aldo
Membayangkan Ica memakan masakannya. Baru kali ini ia membuatakan makanan untuk seorang wanita. Hanya Ica yang bisa membuatnya menjadi seperti ini.
Saat Aldo masuk kedalam kamar Ica masih tertidur di dalam kamar.
"Aduh istriku. Masih bobo, pules banget."ucap Aldo mengelus pipi Ica lembut.
dan membangunkan Ica.
"Sayang." ucap Aldo menciumin pipi Ica agar terbangun. Namun Ica tak terganggu dan masih tertidur lelap.
"Sayang." ucap Aldo kembali yang kini menggerakan tubuh Ica. Namun tak ada sedikutpun repon yang Ica berikan.
"Sayang!" ucap Aldo yang kini mulai panik.
__ADS_1
๐บ๐บ๐บ๐บSampai jumpa๐บ๐บ๐บ๐บ