Suami Tampanku

Suami Tampanku
44.


__ADS_3


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนSelamat membaca๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โ™ข


โ™ข


โ™ข


โ™ข


Setelah Aldo masuk kedalam ruangan, tak lama kemudian Ica tersadar.


"Mas." ucapnya dengan suara samar.


"Sayang." ucap Aldo menengok ke sang Istri, merasa seprti mendengar Ica memanggilnya.


"Mas." ucap Ica kembali dengan suara kecilnya namun kali ini dapat terdengar jelas di telingan Aldo.


"Sayang, kamu sudah sadar. Tunggu sayang, aku akan panggilkan dokter." ucap Aldo keluar mencari dokter yang menangani Ica.


"Dok. Istri saya sudah sadar, Dok.! ucap Aldo saat melihat sang dokter kebetulan sedang melewati ruangan Ica saat aldo membuka pintu.


Dokterpun bersama suster sefera masuk untuk mengecek kondisi Ica.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi istri saya, Dok? tanya Aldo.


"Kondisinya baik. Dan kalau tidak merasakan keluhan yang lain bisa gesera pulang. Dan besok saya akan data lagi untuk melihat kondisi ibu Ica. Kau sudah baikan maka besok di perbolehkan untuk meninggalkan sakit." ujar sang Dokter.


"Baiklah, Dok. Terimaksih." ujar Aldo.


Seperginya dokter Ica menengok ke arah Aldo.


"Mas, kenpa aku bisa berada di rumah sakit?" tanya Ica.


"Aku yang harusnya nanya sayang. Kenapa kamu bisa sampai enggak sadadkan diri begitu? Aku panik banget, saat melihat kamu enggak sadarkan diri. Kamu tau sebera paniknya aku tadi." ucap Aldo.


"Maaf ya, Mas. Pasti repot gara-gara aku." ucap Ica sendu.


"Kenapa kamu berfikir aku merasa kerepotan? Memang aku ini siapa kamu. Kamu itu istri aku dan aku ini suwami kamu dan itu memang sudah menjadi kewajiban seorang suwami untuk melindungi atupun menolong sang istri ketika sang istri sedang kesusahan atau dalam keadaan apaun." ucap Aldo.


"Apa kita perlu periksa keadaan kamu kebih lanjut? Yah bukan aku mengharapkan kamu ada sesuatu tapi aku cuman enggak mau kita terlambat tau jika memang ada sesuatu yang salah di dalam diri kamu." ucap Aldo yang sebenarnya juga penasaran dengan sikap Ica akhir-akhi ini. Apakah ada sesuatu yang salah sama dirinya dikarena itu sifat sang istri jadi sering berubah.


"Enggak, Ica enggak mau lebih lama di sini, Mas. Ica enggak nyaman, Ica mau balik aja." rengek Ica.


"Ia sayang. Aku tau, nanti kita lihat apa kata dokter, kalau besok kamu diperbolehkan pulang, kita akan balik secepatnya." ucap Aldo.


"Apakah kita akan balik ke jakarta, Mas? tanya Ica.


"Ia sayang, ada pekerjaan yang harus Mas selesaikan." ucap Aldo.

__ADS_1


"Baiklah, Mas. Ica sebenarnya masih betah, tapi Ica tau Mas juga punya tanggung jawab yang lain." ucap Ica.


"Makasih sayang kamu pengertian banget. Aku bangga punya istri sebaik dan sepengertian kamu." ucap Aldo menciun kening Ica.


"Makasih, Mas. Ica juga beruntung punya suwami setampan, pintar dan sebaik kamu." ucap Ica tersenyum.


"Yasudah kamu istirahat. Mas akan nemeninkamu." ucap Aldo.


Ica menggelengkan kepalanya. " Ica mau Mas juga tidur di samping Ica. Enggak pake protes." pinta Ica.


Aldo tersenyum dan menggukan kepanya.


"Yasudah, ayuk kita bobo bateng." ucap Aldo naik ke atas dan tidur dengan posisi seperti biasa mereka saat tidur bersama dengan Ica berada di perlukan Aldo.



Setelah ica tertidur Aldo mengecup keningnya. Pekerjaan yang di maksud Aldo ialah bukan susatu pekerjaan yang Ica fikirkan. Pekerjaan yang di maksud Aldo ialah mengenai Amanda yang sudah membuat ulah, ia tidak mau kedua orang tuanya ataupun Ica tau. Sebenarnya Aldo ingin membicarakn masalah ini saat di Bali tapi karena akhir-akhir ini sifat Ica yang tak menentu membuat ado yang yakin menjadi bimbang kembali. Apakah ia harus menceritakannya? atau apa Ica tak perlu tau soal Amnda?


Aldo benar-benar bingun dan pada akhirnya Aldo mengambil keputusan sendiri dan memutuskan untuk tak memberitahukan masalahnya dengan Amanda kepada Ica dan menyelesaikan semua urusannya sendiri.


"Aku harap kita akan selamanya seperti ini, Aku tak ingin jauh darimu atau kau yang menjauh dari diriku. Mencintau adalah suatu yang amat aku sykuri. Bertemu dengan mu juga anugerah terberas dari Allah yang di berikannyan kepada ku. Tidak cukup hanya sekali aku ingin mengatakan aku cinta padamu, tak cukup hanya sekali aku kata aku menyayangimu dan tak ingin kehilangan dirimu. Jika bisa maka akan ku ikat kamu agar selallu berada disisiku tapi aku juga tak ingin merenggut kebebasan mu. Karena yang kusa itu senyumu yang nyata." ucap Aldo memandang wajah sang istri yang tertidur lelap di sampinya.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Maaf ya kalau agak-agak kurang gimana gitu ๐Ÿ™‡, Autor lagi kurang sehat ๐Ÿ˜ท jadi otaknya agak ambay.

__ADS_1


...๐ŸŒนSampai jumpa.๐ŸŒน...


__ADS_2