
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Sedangkan Wanita yang tengah di bicarakan Jojo dan Aldo Baru tiba di indonesia, Kakinya melangka keluar dari dalam pesawat dirinya bergegas keluar dari Bandara menuju ke apartemennya.
Amanda Sudah tidak sabar untuk dapat segera bertemu dengan Aldo.
"Dret drett." Getaran telepon Amanda.
"Apakah kamu sudah mendapatkan Informasi yang saya perlukan?" ucap Amanda.
"Sudah Bos, Ternyata Dia belum menikah ataupun membawa seorang gadis ke perusahaannya."ucap pria di balik telepon.
"Bagus, terus Awasi dia jangan sampai melewati sedikitpun informasi. Jika pekerjaan mu tidak bagus kau akan mati di tangan ku." ucap Amanda menyungginkan senyum devil.
"Ba..baik bos" ucap pria itu terbata bata.
Lalu Amanda mengakhiri panggilannya.
"Aldo, Aldo. Aku tahu kamu pasti masih menunggu ku dan aku juga yakin tidak ada wanita yang pastas menggantikan posisi ku sebagai menantu keluarga Wijaya." ucap Amanda tetawa puas mendengar bahwa Aldo selama ini tidak memiliki hubungan dengan wanita manapun setelah hubungan dirinya dengan Aldo berakhir 3 tahun lalu.
Amanda yang sudah sampai dan tengah berada di dalam apatememya merebahkan tubuhnya. Kini Amanda tersenyum memikirkan beberapa recananya untuk menaklukan kembali hati Aldo.
Tepat sore harinya Amanda menghubungi Aldo karena Amanda masih ingat jelas kapan dan waktu Apa Aldo tengah sibuk dan beritirahat. Selain itu Ia mengingat sewaktu dirinya masih dengan Aldo dan juga karena orang suruhan Amanda yang disusupkan di dalam perusahaan Aldo untuk mengawasi Aldo dan selalu memberinya kabar terbaru mengenainya.
Di Dalam ruang kerja Aldo, Kini dirinya tengah memejamkan matanya sejenak menjernihkan fikrannya sehabis bekerja.
"Ting" 1 pesan Masuk di hp Aldo.
__ADS_1
"Siapa yang mengirimku pesan?" ucap Aldo.
"Apakah Itu Ica?Mungkin dia kangen ingin segera bertemu" Fikir Aldo tersenyum memikirkannya.
Namun senyum Aldo seketika langsung hilang saat melihat isi pesan itu. Aldo mengerutkan kedua alisnya menjadi satu.
"Brengsek!! Apa yang sebenarnya di rencanakan wanita ini sebenarnya." ucap Aldo sehabis membaca pesan yang dikirimkan oleh Amanda.
Aldo segera mengabil telepon dan menghubungi Jojo sekretarisnya itu.
"Bagaimana? Apakah Sudah di temukan?" Ucap Aldo.
" Sudah Al. Ini lagi gue bawa ketempat biasa. Lu segera kesini aja." ucap Jojo di balik telepon.
"Oke gue kesana sekarang." Ucap Aldo lalu mematikan sambungan telepon.
Aldo keluar dari perusahaan. Dengan Cepat Aldo menghidupkan mesin mobilnya menuju tempat Jojo.
3 jam perjalana yang harus di tempuh oleh Aldo. kini waktu menujukan pukul 20.00 malam. Aldo keluar dari dalam mobil.
"Tuk, tak, tuk." suara langkah kaki yang melewati lorong jalan.
"Malam Tuan." ucap dua pria itu membuka pintu mempersilahkan untuk Aldo memasuki ruangan.
Aldo mengangguki kepala dengan dengan posisi tubuh tegap Aldo melangkah masuk kedalam ruangan.
Dilihatnya Jojo disana dan Satu pria yang di ikat serta menggunakan penutup mata.
"Tuan." ucap Jojo.
"Apa dia orangnya?" tanaya Aldo.
"Benar, saya sudah mengorek beberapa informasi tapi sepertinya ia sangat menuruti printa wanita itu. Sehingga tidak ada Informasi yang di dapat." ucap Jojo.
Aldo mengakat tangannya memberi isyarat untuk membuka penutup kepala agar Aldo bisa melihat siapa pria ini. Jojo menuruti perintah Aldo.
Lalu Aldo mendekatkan dirinya kehadapan pria itu.
__ADS_1
Dikeluarkannya sebuah belatih di balik saku Jas Aldo. Diarahkannya belatih itu di dekat Leher pria itu.
Aldo membuka penutup mata pria itu. Saat pria itu melihat sekeliling dilihatnya Aldo yang tengah menaruh belatih tepat di atas kulit lehernya. Dianikannya perlahan belati itu menuju pipinya, Aldo memainkan belati itu di sekitar Wajah pria tersebut.
"Apa yang kau lakukan!" kata pria tersebut.
"Sampai diriku mati aku tidak akan pernah memberikan informasi apapun" Ucap kembali pria itu menyungikan senyum sebelah bibirnya.
"Oh! Lebih menyenangkan jika seperti itu, sangat membosankan jika kau langsung menyerah sedangkan diriku belum bermain main dengan mu." Ucap Aldo tersenyum. Walau dirinya tersenyum tetapi orang yang melihatnya seperti merasakan Ancaman di balik senyumnya itu.
"Hahaha, Apa yang bisa kau lakukan." ucap pria itu.
"Mudah contohnya seperti Ini" Ucap Aldo mengambil cambuk berduri yang sudah di lumuri obat yang dapat membuat kulit dua kali lipat lebuh sensitif. Diarahkannya cambuk itu ke tubuhnya.
"Ahh." Suara terikan dan jeritan memenuhi seisi ruangan.
"Kau fikir aku akan menyerah. Cuih." ucap pria itu meludah ke arah Aldo. Pria yang sudah berlumur darah di sekujur tubuhnya masih bertahan tak memberikan informasi apapun.
"Tenang ini semua hanya untuk bersenang senang, jangan sedih. Untuk membuat dirimu dapat memberikan Infomasi kepada ku hanya cukup memberimu hadia ini." Ucap Aldo menyuruh jojo mengambilkan hadia yang telah di persiapkan. Di putarnya video di dalam video itu terdapat satu orang wanita dan dua anak kecil di pelukan wanita itu. Pria yang melihat isi video itu membulatkan matanya tubuhnya seketika bergetar seperti mengigil kedinginan, keringat bercucuran deras.
"Jangan! Jangan melibatkannya. Mereka sama sekali tidak tau apapun." ucap pria itu.
Sebenarnya Aldo tidak ingin menggunakan cara licik seperti ini. Tetapi dirinya harus melakukan agar mendapatkan informasi yang di butuhkan.
"Tenang mereka aman disana, sudah ada beberapa anak buahku yang kukirimkan tetapi itu jika kau dapat memberikan informasi yang dibutuhkan." ucap Aldo.
"Saya akan memberikan informasi yang di perlukan. Tolong jangan sakiti mereka." Ucap pria itu.
"Baiklah, berikan informasi yang kau ketahui semua tanpa terkecuali." ucap Aldo.
Lalu pria itu menceritakan dan memberika semua informasi yang ia ketahui. Selesai mendengar semuanya Aldo mengepalkan tanganya.
"Berikan dia pengobatan dan jika dirinya sudah lebih baik berikan dia pekerjaan dan kirim dia kembali ke istri dan anaknya." ucap Aldo ke pada Jojo lalu meninggalkan ruangan.
Aldo menuju kendaraan menyalan mesin mobil melaju meninggalkan tempat itu.
๐๐๐๐Sampai jumpa๐๐๐๐
__ADS_1
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บBersambung๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ