Suami Tampanku

Suami Tampanku
24.


__ADS_3


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนSelamat membaca๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โ™ข


โ™ข


โ™ข


โ™ข


Pagi hari pun datang Ica terbangun lebih dulu. Dirasanya badan Ica yang remuk.


Saat Ica ingin terbangun


"Aww." Rintihnya Aldo yang mendengar terbangun.


"Sayang kenapa? masih sakit, kita kedokter saja. Kupanggilkan dokter saja." Ucap Aldo tak tega melihat Ica yang menahan sakit.


"Tak perlu mas, ini memang hal biasa. Nanti sakitnya bakalan ilang kok." Jelas Ica.


Aldopun tenang mendengarnya.


"Biar kubantu."Ucap Aldo menggendong Tubuh Ica membawanya kedalam kamar mandi.


Didalam kamar mandi.


"Apa ingin ku bantu memandikan juga?" Goda Aldo.


"Ih mas belom cukup apa. Aku saja masih lemas." Ucap Ica cemberut.

__ADS_1


"Hehe.. baiklah aku keluar." Ucap Aldo.


" Ia mas." ucap Ica.


Icapun menghadap ke arah Kaca betapa kagetnya Ica dengan keadaan tubuhnya


"Aahhh." Teriak Ica.


"Kenapa sayang." Panik Aldo mendengar teriakan Ica tanpa banyak bicara Aldo langsung menbuka pintu kamar mandi. Dilihatnya Ica di tengah berdiri di depan kaca.


"Mas liat ini." Ucap Ica menujuk kearah jejak jejak merah yang di tinggalkan Aldo.


"Mengapa bagus kok."Ucap Aldo bangga sambil melihat jejak yang ia tinggalkan di tubuh Ica semalam.


"Ih mas Ica malu, gimana mau keluar kamar nanti Ibu, Ayah dan Nenek liat gimana?"Ucap Ica kesal.


"Pokoknya aku enggak mau turun kebawah, enggak mau keluar kamar." Ucap Ica kembali.


"Yasudah ia maaf, jangan ngambek sayang. Nanti aku bawakan sarapan ke kamar dan juga apa kamu mau jadi makana pembuka dulu." Ucap Aldo melihat tubuh polos Ica menaikan alisnya keatas dan kebawah.


"Ia ia enggak kan aku nanya doang. Kamu mau lagi yah ayuk abang angkut kalau enggak ya udah, nanti juga dapet." Ucap Aldo.


"Mas" Ucapnya kembali dengan nada dingin.


Aldo pun hanya pergi melengos meninggalkan Ica. Seperti gunung yang ingin meletus lebih baik dihindari.


"Dasar binatang buas" Gerutu Ica kembali menatap tubuhnya. Mau gimana lagi hanya bisa pasrah dengan yang sudah terjadi.


Ica bergegas mandi dan lalu Ica keluarnya dari dalam kamar mandi. Dirinya tak melihat Aldo di dalam kamar. Icapun tak peduli dirinya masih kesal dengan sang suwami. Ica saat ini sudah rapih. Hanya memoleskan make up tipis kewajahnya.


Tak berselang lama Aldo datang membawa nampan berisi makanan. Membawa sarapan untuk Ica dan dirinya.

__ADS_1


"Pagi sayangku udah rapih. Ini Aku bawa sarapan untuk kamu." Ucap Aldo.


"Kamu udah makan mas?" Tanya Ica.


"Belum, Aku mau makan bareng kamu." Ucap Aldo.


"Tapi ini kok cuman satu piring? Porsinya banyak banget lagi? ini porsi kamu makan Mas? Sejak kapan kamu porsi makanmu sebanyak ini?"Heran Ica.


"Tentu saja untuk kita berdua lah sayang. Mana mungkin aku makan sebanyak itu." Jelas Aldo.


"Mas ini mau aku suwapin?" Tanya Ica.


"Ia, mas mau di suapin istri Mas." Ucap Aldo.


"Ih mas kaya anak kecil deh, manja." Ucap Ica.


"Biarin aja, aku manja sama Istriku sendiri." Ucal Aldo.


"Huf aku kalah kalau berdebat sama kamu pak Direktur." Ucap Ica. Lalu menyuapkan makanan untuk suaminya itu.


Suapan demi suwapan Ica suapkan kedalam mulit sang suwami. Ica dan Aldo bergantian salaing menyuapkan makanan.


Selesainya makan Aldo membawa napan piring yang telah kosong.


"Kamu ingin kubawakan apa untuk pencuci mulut." Tanya Aldo.


"Aku mau jeruk sajah Mas atau semangka deh." Ucap Ica.


"Oke siap Nona akan ku ambilkan." Ucap Aldo.


Ica tertawa mendengar Ucapan Aldo.

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐ŸSampai jumpa๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบBersambung๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2