
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Kini Aldo , Ica Serta Ibu Dahlia tengah berada di tempat perhiasan. Kini giliran Ica untuk menetukan model cincin Pernikahan mereka berdua. Sesampainya Ica disana, mereka si sambut dengan ramah, belum lagi tidak ada yang tidak mengenali keluarga Wijaya. Kemanapun tempat yang mereka kunjungi selalu di sapa hormat dan di layani dengan baik.
"Selama datang di Mutiara." Ucap pegawai membuka pintu kaca mempersilakan Ibu Dahlian, Aldo Serta Ica.
Ibu Dahlia dan Ica Masuk dengan memasang senyum ramah di wajah. Sedang kan Aldo masuk tanpa mengubah mimik wajahnya masih memasang wajah dinginnya.
"Hallo Nyonya Wijaya" Sapa Manager Mendekati Ibu Dahlia dan menjabat tangannya.
"Halo Pak?" Ucap Ibu Dahlia Terhenti.
" Ah, maafkan saya, perkenalkan saya Herman Manager di sini" Ucap Herman tersenyum ramah.
"Oh, hallo Herman. Saya kesini Ingin menani calon menantu saya untuk memelih model cincin pernikahan mereka berdua." Ucap Ibu Dahlia.
"Ah baiklah lah, silahkan Nona, ikut dengan kami, akan kami perlihatkan beberapa koleksi terbaik kami." Ucap ramah Herman.
"Cih cari perhatian." Ketus Aldo pelan namun dapat di dengar oleh Ica dan Herman Serta Ibu Dahlia Turut ikut mendengar juga.
Herman yang mendengar Ucapan Aldo perlahan senyumnya memudar, hanya sebentar Herman dapat kembali melanjutkan kegiatannya dengan senyum ramah di wajahnya. Bersikap propesional Seperti tidak pernah mendengar ucapan tersebut.
"Dasar Tuan Muda angkuh, padahal dia hanya bersikap ramah? kenapa dia seyot banget, apa dia lagi kedatangan tamu?" Gerutu Ica.
Herman Menyuruh beberapa karyawan Untuk mengeluarkan beberapa model cicin.
"Wah." Ucap Ica melihat model cicin yang diperlihatkan.
"Silakan Nona, Ini jenis model terbaik yang kami miliki." Ucap Herman.
"Emm, ini semua bagus sekali. Tetapi bisakan pilihkan aku beberapa jenis model cicin yang simple karena semua ini terlalu mewah bagiku." Pintanya kepada Herman.
"Ah baiklah, mohon tunggu saya akan ambilkan." Ucap Herman. Ica yang mendengar mengangukan kepalanya tanya mengiahkan ucapan Herman.
Tak berselah lama Herman datang di bantu beberapa pelayan di belakannya.
"Ini dia Nona, silakan dilihat." Ucap Herman.
Ica lantas tidak membuang waktu yang melihat beberapa jenis model yang sesuai dengan seleranya.
Ada 3 jenis cincin yang mecuri pandangan matanya.
Dilihatnya ketiga jenis cicin itu. Menurut Ica ketiganya bagus. Tetapi model cicin yang kedua lebih mencuri hati dan Ica memutuskan Untuk memilih cincin Ini.
__ADS_1
"Bgaimana menurutmu?" Tany Ica kepada Aldo.
"Bagus, Apapun yang kamu pilih aku pasti akan menyukainya." Ucap Aldo tak mengubah mimik wajahnya yang dingin.
"Ini calon suwamiku apa robot sih? Kaku banget enggak ada senyumnya. Nyebelin! Untung ganteng jadi kan sayang mau di buang! Kalau enggak udah aku pites pites ku buang ke comberan" Kesal Ica.
"Yasudah saya mau yang tadi sudah saya pilih." Ucap Ica. Tak lama Ibu Dahlian menghampiri Ica.
"Gimana sayang? Sudah semuanya ada yang cocok?" Tanya Ibu Dahlian Kepada Ica.
"Sudah Bu. Ini, Ica pilih model Ini. Bagaimana menurut Ibu?"Tanya Ica.
"Emm, Kenapa memilih model yang itu? kan masih ada model yang lain? Apa tidak ada yang kamu mau lihat lagi?" Tanya Ibu Dahlia.
"Apakah jelek pilihanku Bu? Ica tidak suka yang terlalu berlebihan. Ica lebih suka yang simpke saja." Ujar Ica.
"Bagus, tapi apa tidak terlalu biasa? Kamu yakin ini pilihan mu?" Tanya lagi Ibu Dahlian memastikan keputusan Ica.
" Ica yakin Bu, ini pilihan Ica. Lagi pula tidak penting mau dia bentuk mewah atau model yang gelamor lainnya. Yang penting nyaman di kenakan dan Ica senang Untuk memakainya."Ujar Ica.
" Bailah sayang, Jika itu pilihanmu." Ucap Ibu Dahlia tersenyum.
"Terimasih Bu." Ucap Ica membalas senyum Ibu Dahlia.
Tak lama Aldo datang sehabis berbicara tentang seseorang.
"Bagaiman apakah sudah semua?" Tanya Aldo.
" Ia, kita akan sekalian bertemua dengan wedding organizer untuk membahas dekorasi pernikahan kita." Ucap Aldo.
"Kamu yakin sekaligus ?" Tanya Ibu Dahlia.
"Iya bu, sekalian lagian sekarang baru pukul 13:30 siang kita masih bisa membahasnya sekalian." Ujar Aldo.
"Baiklah, apakah kamu capek sayang? Tanyaa Ibu Dahlia Kepada Ica.
"Enggak Ibu, Ica kuat kok." Ucap Ica.
"Baikalah." Ucap Ibu Dahlia.
โข
โข
โข
โข
30 menit berlalu kini mereka tiba di tempat yang dudah di janjika.
Mereka ber3 keluar dari dalam mobil. tidak lama kemuadian saat meraak tengah menunggu dateng seorang Wanita.
"Selamat siang Pak." Ucapnya menyapa Aldo.
__ADS_1
"Siang, anda Bu Yanti?" Tanya Aldo.
"Benar, Perkenalkan saya Yanti wedding organizer." Ucap Yanti.
"Oh baiklah." Ucap Aldo.
"Kalau begitu mari kita ketempat yang lebih nyaman sebelum melanjutkan penbahasannya." Ucap Yanti.
Saat tiba di ruangan. Aldo, Bu Dahlian dan Ica di persilakan untuk duduk terlebih dahulu. Sedangkan Yanti mengambil Beberapa contoh desain dekorasi pernikahan.
"Maaf menunggu lama, Ini beberapa contoh yang saya bawa silahkan untuk melihatnya terlebih dahulu." Ucap Yanti.
Aldo, Ibu Dahlia dan Ica melihat bersama beberapa contoh desain dekorasi pernikahan.
Setelah melihat beberapa , ada beberapa contoh desai dekorasi yang menurut Ica dan Ibu Dahlia patut untuk dipertimbangkan.
Ini bcontoh dekorasi indor dan outdor yang menjadi pilihat Ica dan Ibu Dahlia.
Indor.
Outdor.
"Semuanya bagus Ica jadi bingung" Ucapnya.
"Semuanya memang bagus, jadi yang manapun menjadi pilihanmu tak masalah. Tetapi kalau boleh Ibu kasih saran Ibu lebih tertarik di di dalam ruangan sajah dan Ibu suka dengan contoh dekorasi ini." Ucap Ibu Dahlia menunjuk satu contoh dekorasi pernikahan.
"Ini bagus bu, Ica ikut pilihan Ibu saja." Ucap Ica.
"Baiklah dan sekarang kita tentukan Kue pernikahan kalian."Ucap Ibu Dahlia bersemangat.
Lalu Ibu Dahlia memelihkan beberapa Desai kue yang menarik perhatiannya. Dipilihnya empat jenis model kue.
"Ini pilihan Ibu, kamu pilh yang mana?" Ucap Ibu Dahlia
"Ica Pilih yang ini Bu." Ucapnya menujuk salah satu pilihan Ica.
"Wah bagus, baiklah semuanya sudah di pilih." Ucap Ibu Dahlia.
"Semua sudah di tentukan, mari kita bahas waktu dan tempatnya."Ucap Yanti.
Meraka lalu membicaranya lebih lanjut sampai akhirnya waktu pukul 5 sore. Mereka Bertiga memutuskan untuk menyudahi hari ini. Karena Ibu Dahlia sudah letih apa lagi kondisi tubuhnya yang bukan seperti anak muda lagi. Mudah baginya untuk meraakan letih.
๐๐๐๐Samapai jumpa๐๐๐๐
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บBersambung๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1