
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Tepat pukul 2 dini hari Aldo tiba dikediamannya.
Aldo membuka pintu rumah. Suasana tampak sunyi sepertinya semua sudah bermimpi indah. Ketika dirinya Mengarah ke arah kamar tidurnya dilihatnya Ica tengah menunggu Aldo didepan pintu kamar Aldo.
"Apa yang habis kau lakukan?" tanya Ica saat melihat kedatangan Aldo. Sekita raut Wajah Aldo memucat
"Ada Apa dengan pertanyaan itu? Seperti dia mengetahui sesuatu walau belum ku jelaskan." fikir Aldo.
"Aku lembur" jawab Aldo dengan tenang walau detk jantungnya bergemuru kencang.
"Emm." Ucap Ica mengangukan kepalanya.
"Apa ada yang di perlukan?" tanya Ica.
"Sepertinya tidak ada, jika ada nanti biar kulakukan sendiri." ucap Aldo.
"Baiklah." ucap Ica lalu berjalan meninggalkan Aldo.
Namun langkah kakinya terhenti Saat Aldo dengan cepat menarik lengan Ica. Meraih pinggang Ica yang ramping dipeluknya tubuh Ica dengan erat.
"Ada Apa?" tanya Ica melihat tingkah laku Aldo.
"Tak Apa. Entah kenapa Aku kangen dan ingin sekali memeluk mu" ucap Aldo.
Ica yang mendengar penuturan yang Aldo ucapkan membuat Ica memasang senyum di wajahnya. Dibalasnya pelukan Aldo. Ica juga memeluk dan menghirup Aroma tubuh Aldo. Ica tak mengerti mengapa jika dekat dengan Tuan mudanya ini Ica tak dapat mengontrol dirinya. Seperti wanita mesum fikir Ica. Tak lama kemudian Aldo mulai melepaskan pelukannya.
"Mengapa?" tanya Aldo.
"Mengapa Apanya?" tanya Ica.
__ADS_1
" Mengapa aku seperti melihat kekecewaan di wajahmu saat aku melepaskan pelukanku." Goda Aldo.
"Tidak! Dasar kamu kepedean." ucap Ica pergi berlari dengan muka yang memerah meninggalkan Aldo.
"Haha, hanya sebentar di dekatmu membuat diriku bisa melupa semua masalah yang ada." ucap Aldo pelan.
Kini Aldo merebahkan tubuhnya sehabis membersihkan dirinya.
Dipejamkanya mata Aldo. Hari ini sangat melelahkan baginya. Tubuhnya seakan menjerit ingin meminta untuk beristirahat.
Tak lama Aldo tertidur pulas.
Disis lain Ica tengah tersenyum mengingat kembali yang telah terjadi.
"Terkadang dia bikin kangen, terkadang bikin kesal tetapi juga dapat mebuat ku tertawa bahagia." ucap Ica tersenyum sambil merebahkan tubuhnya.
"Menikah? Aku tak bisa membayangkan bagaimana nanti pernikahan kami, tapi yang ku harap semua dapat berjalan baik dan jika ada rintangan yang menggangu semoga dapat ku atasi." gumamnya.
โข
โข
Saat pagi harinya seperti bisa mereka akan makan bersama dan diakhiri dengan Aldo yang terlebih dahulu meninggalkan rumah.
Tok, tok, tok.
"Krek." suara pintu terbuka.
"Maaf Pak menggangu." ucap Karyawan Itu.
"Ada apa di luar? Berisik sekali sampai terdengar keruangab ku."tanya Aldo.
"Itu Pak, ada seorang wanita yang memaksa ingin bertemu dengan pak Aldo" jawabnya.
"Kalian ini mengurus satu wanita saja tidak bisa!,Saya tidak mau tau urus dia, Saya tidak ingin perusahaan saya seperti pasar malam!" tegas Aldo.
"Ba..Baik Pak." ucapnya undur diri menutup pintu kembali.
Aldo menyandarkan tubuhnya, palanya menengadah ke atas langi langit dihembuskan nafasnya kasar.
Jojo tau siapa wanita yang membuat onar dan memaksa ingin masuk untuk bertemu dengan Aldo.
__ADS_1
"Apa perlu wanita itu gue beresin" ucap Jojo.
"Kita lihat dulu permainannya, kalau sampai ia melewait batas dan menyakiti orang orang yang ku sayangin, jangan harap dirinya dapat melihat indahnya langit biru esok hari." ucap Aldo tersenyum devil.
"Baiklah, Kalau itu keputusan lu, gue akan selalu ikut apapun keinginan lu terlebih gue cuman bisa ikutin alu permainannya" ucap Jojo.
Lalu Aldo da Jojo melanjutkan pembahasan mereka yang tertunda. Walau sejujurnya Aldo sudah tidak berselera lagi untuk membahas mengenai pekerjaan, tetapi dirinya harus tetap profesional. Tak mencampuri urusan pribadi kedalam perusahaan.
Waktu terus berjalan. Kini Aldo dan Jojo mengakhiri pembicaraan, karena Aldo sudah memiliki jadwal untuk rapat hari ini. Tentu saja Jojo sebagai sekretaris Aldo akan ikut serta hadir dalam rapat.
Aldo dan Jojo meninggalkan ruangan. Semua karyawan yang melihat kehadiran Aldo memberi hormat membukukan badan dan menundukan kepala mereka. Setelah Aldo dan Jojo pergi berlalu barulah mereka melanjukan aktifitas dan kegiatan mereka kembali.
Ketika Aldo Tengah berdiri di depan lift. Aldo di kejutkan dengan sebuah tangan yang mendekap dirinya dari arah belakan tubuhnya.
"Apa apan ini!" bentak Aldo.
"Surprise honey" ucap Amanda
"Mau apa lagi kamu!" kesal Aldo.
"Honey jangan marah gitu dong, kamu tidak senang bertemu dengan ku? Apa kamu tidak Kangen dengan ku honey?" ucap Amanda dengan tangan yang membelai dada bidang Aldo.
"Melihat mu saja aku tak sudi! Untuk apa Kau datang kemari!" ucap Aldo sambil menepis tangan Amanda yang berada di sekitaran dada Aldo.
"Security" teriak Aldo.
" Ia Pak, bawa wanita gila ini! Jangan biarkan di masuk kembali ke dalam perusahaanku, jika kalian lalai dan saya melihat dia berada di dalam perusahaan ku, maka kalian akan ku pecat! Dan ku gantikan dengan yang baru." tegas Aldo.
"Baik Pak." ucap kedua security itu lalu membawa Amanda pergi.
"Aldo kamu tidak bisa berbuat begini sama aku, Aldo tidak lepas! Aldo Aldoooo!" Teriak Amanda yang di bawa paksa pergi oleh kedua security tersebut.
"Wah gila tuh cewe Al" ucap Jojo.
"Sudahlah tidak perlu urus dan bahas mengenai dia lagi! membuat mood ku makin buruk!" ucap Aldo.
Akhirnya Aldo dan Jojo menaikin lift dan pergi menuju tempat di adakannya rapat.
๐๐๐๐Sampai jumpa๐๐๐๐
__ADS_1
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บBersambung๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ