Suami Tampanku

Suami Tampanku
19.


__ADS_3

Flasback


Tak lama Ica mendapat pesan. Ica melihat dari siapakah pesan Itu.


Dilihatnya ternyata itu pesan dari Aldo.


Ica dengan cepat membuka dan membaca isi pesannya.


----------""------""----------



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนSelamat membaca๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โ™ข


โ™ข


โ™ข


โ™ข


๐Ÿ’ŒAldo.


"Sudah tidur?"


๐Ÿ’ŒIca.


"Belum. Ada apa?"


๐Ÿ’ŒAldo.


"Emm, Tidak hanya karena seharian ini aku tidak bertemu dengan mu. Padahal setiap hari aku selalu melihat wajahmu saat diriku ingin bekerja atau beritirahat."


๐Ÿ’ŒIca.


"Bersabarlah Tuan mudaku, ini hanya berlangsung selama 3 hari sekarang sisa waktu 2 hari."


๐Ÿ’ŒAldo.


"Tapi aku merasa waktu berjalan begitu lambat. Tak bisahkan aku melihatmu sekarang?"


๐Ÿ’ŒIca.


"๐Ÿ˜‘ Tidak bisa, apakah kau ingin di marahi oleh Ibu ๐Ÿ˜ฏ."


๐Ÿ’ŒAldo.


"huf.. Baiklah aku takkan memaksa. Aku akan mencoba bersabar untuk tak melihat wajahmu."


๐Ÿ’ŒIca.


"Aku juga ingin sekali bertemu dengan mu ๐Ÿ˜ถ, ku coba menahan egoku untuk tak memikirkan mu, berhatap dapat mengurangi rinduku ๐Ÿ˜ณ, tapi aku salah. Rinduku menjadi semakin bertambah. Rasanya aku ingin segera berlari mengetuk pintu kamar mu hanya untuk dapat melihat wajahmu."


๐Ÿ’ŒAldo.


"๐Ÿ˜ถ Em, aku mengerti itu juga ku rasakan. aku tak sabar ingin segera bertemu dengan mu."


๐Ÿ’ŒIca.


"Begitupun aku juga sama ingin segera bertemu dengan mu."


๐Ÿ’ŒAldo.


"Sudah larut, beristirahatlah aku pun juga akan segera beristirahat. Besok aku tak mau jika ibu tiba tiba datang ke kamar ku lalu memarahiku karena mengajakmu begadang ๐Ÿ˜‘."


๐Ÿ’ŒIca.


"๐Ÿ˜… Benar yang kamu ucapkan, nanti aku harus bangun pagi melakukan aktifitas perawatan yang harus aku ikuti ๐Ÿ˜ฅ. Baiklah selamat malam,"


๐Ÿ’ŒAldo.

__ADS_1


"Selamat malam, mimpi indah ๐Ÿ˜™."


Ica yang membaca pesan terakhir Aldo tak hentinya tersenyum.


"Terkadang dia bisa semanis ini, aku jadi bingung yang manakah dirinya yang asli." Fikir Ica sambil memejamkan kedua matanya. Tak lama Ica tertidur.


โ™ข


โ™ข


Keesokan paginya.


Kegitan masih terus berlangsung sama dengan kesibukan masing masing di antara mereka.


Terkadang Aldo mencari alasan agar dirinya dapat bertemu atau setidaknya melihat wajah Ica, namu berulangkali juga rencananya gagal karena ulah sang Ibu, saat makan saja diriku tak dapat menemui atau melihat wajahnya. Karena Ibu yang membawakan makan untuk Ica kedalam kamarnya.


"Sangat menyebalkan."Fikir Aldo.


Sedangkan di kampus Salsa dan Dimas berencana menemui Ica sepulangnya mereka kuliah, karena sahabatnya ini sudah 2 hari tidak masuk dan tidak memberikan kabar apapun mengainya. Membuat Salsa kawatir dengan keadaan Ica.


Kini Salsa dan Dimas tengah berada dalam perjalanan menuju tempat Ica. Sesampainya Ica ada seorang penjaga keamana di depan pintu pagar.


"Sore Pak, apakah Ica ada?" Tanya Salsa.


"Oh Non Ica, ada. Nona ingin bertemu Non Ica?" Tanya Pak Dodo.


"Ia bener Pak, Saya temenya Ica. Bilang saja bahwa orang yang bernama Salsa ingin bertemu." Ucap Salsa.


"Baiklah mohon tunggu sebentar Non."Ucap Pak Dodo.


Didalam rumah Pak Dodo menyampainkan pesan yang Salsa ucapkan kepada Ibu Dahlia. Lalu Ibu Dahlia menemui Ica di dalam kamarnya.


"Sayang ada yang mencari mu." Ucap Ibu Dahlia.


"Siapa Bu?" Tanya Ica.


"Katanya temen kamu namanya Salsa." Ujar Ibu Dahlia.


"Yaampun mati aku, pasti Salsa marah banget nih. Aku lupa mengabarinnya karena sibuk ngurusin ini dan itu."Gerutu Ica.


"Eh tunggu dulu." Ucap Ibu Dahlia.


Tak berselang lama Ibu Dahlia membawa masker, topi dan jaket.


"Ini untuk apa Bu?" Bingun Ica.


"Untuk kamu kenakan." Ujar Ibu Dahlia memakainkan Jaket, Topi serta masker kepada Ica.


"Nah kalau gini, Aldo enggak akan bisa liat wajah kamu." Ucap Ibu Dahlia tersenyum bangga.


"Hah? Yaampun Ibu. Aku seperti pencuri ingin beraksi di siang bolong."Gerutu Ica


"..."


"Mengapa diam saja, sana temui teman kamu itu." Ucap Ibu Dahlia menyadarkan lamunan Ica.


"Ah, Ia Bu." Ucap Ica bergegas keluar kamar.


Saat Ica tengah berada di luar kamar Ica hendah melangkahkan kakinya tetapi langkah kaki Ica terhenti saat melihat Aldo berdiri tepat di hadapannya.


"Aldo." Ucap Ica.


"Ini kamu Ica?" Bingung Aldo.


"Ia." jawab Ica menganggukan kepalanya.


"Haha, Mau maling dimana kamu?" Ucap Aldo. Seketika itu juga Ica yang mendengar Ucapan Aldo langsung memukul lengan Aldo.


"Aw, Enak" ucap Aldo.


"Ih nyebelin." sebel Ica.

__ADS_1


"Hehe, ia maaf."ujar Aldo.


"Abis kamu ngapain berpakaian kaya gini?" tanya Aldo.


"Ini Ibu yang nyuruh katanya biar kamu enggak bisa liat wajah aku." jawab Ica.


"Emm pantes, aku kira kamu.." ucap Aldo menggantungkan kalimatnya lalu Aldo mengeluarkan selampai dari saku celanya di tutupnya setengah wajah Aldo seperti memakai masker dengan selampai itu.


"Nah kalau gini kita satu sama, kamu curang udah liat wajah aku. Sementara aku cuman liat mata kamu." Ucap Aldo.


"Nih Orang juga gesrek apa yah otaknya? percuma dia tutupin orang udah liat." Fikir Ica menggelengkana kepala Ica melihat kelakuan Ibu dan anak yang tak jauh berbeda.


Ica yang malas meladeni Aldo segera pergi meninggalkannya dan bergegas menemui Salsa sahabanya itu.


"Deh! Aku di tinggalin." Ucap Aldo mengikuti Ica.


"Salsa." teriak Ica.


Salsa dan Dimas yang berada di dalam mobil menengok kearah suara tapi bukannya mereka lega melihat Ica yang baik baik sajah justru membuat bingung Salsa dan Dimas dengan apa yang Ica kenakan terlebih mereka berdua juga melihat Aldo yang tengah berada di belakang Ica dengan keadaan yang tak kalah membingungkan mereka.


"Ica, Lu kenapa? Dua hari enggak masuk kuliah kok jadi gesrek gini?" Ucap Salsa saat Ica sudah berada didekatnya.


"Ah ini? hehe.. emm itu biar mukan gue enggak keliatan sama calon suwami." Jelas Ica.


"Yailah gue kira ada virus mematikan di rumah lu, virus apa tuh yang lagi viral itu di dumai."Ucap Dimas.


"Virus corona?" Jawab Salsa.


"Nah ia itu virus corona." Ucap Dimas.


"Rumah saya Steril, mungkin kamu yang banyak bakteri." Ucap Aldo.


"Emang gue kuman banyak bakteri!" Jawab Dimas.


"Ia kamu itu kuman, kuman masyrakat." Ujar Aldo.


"Enak ajah tuh mulu kalo ngebacot, gue ini berkah masyarakat." ucap Dimas.


"Udah stop!! Kok kalian kenapah jadi berantem sih!" kesal Ica.


"Tau nih Upin Ipin bukannya akur malah beranantem." ucap Salsa.


"Upin Ipin? Lu kali kak Rose." ujar Dimas.


"Kok kak Rose sih? Akukan Memei." protes Salsa.


"Ck! Memei. Enggak cocok, elukan galak cocoknya jadi kak Rose." ujar Dimas.


Dengan kesal Salsa mendengar ucapan Dimas ia pun menjenggut rambuat Dimas.


"Aw, aw! Sakit tau, noh liat nih kaya gini kelakuan mau jadi memei, kalau bisa lu lebih pantes jadi mama tiri yang kejam." ucap Dimas dan lagi lagi dijambak oleh Salsa.


"Sudah dong, yaampun jangan berantem lagi. Kalian enggak kasian liat aku nih kaya gini? Terus mesti liat kalian bertiga berantem bergantian gitu." kesal Ica.


"Maaf." Ucap Salsa dan Dimas tapi tidak denga Aldo egonya terlalu tinggi terlebih Aldo terbiasa menjadi seorang pemimpin yang tak mudah tunduk.


"Huf, yasudah jadi kalian kenapa kesini?" tanya Ica.


"Kita berdua kawatir takut terjadi sesuatu sama lu, udah 2 hari lu enggak ngabarin gue!" kesel Salsa.


" Hehe, maaf ya? Aku lagi sibuk banget ngurusin persiapan pernikahan. Kamu berdua taukan aku 2 hari lagi mau melepas masa lajang. Aku juga jarang megang telepon." ucap Ica.


"Oh ia, kok gue bisa lupa." ucap Salsa menepok jidatnya.


"Lah ia, gue juga lupa." ucap Dimas.


"Ih jahatnya masa lupa pernikahan temen sendiri. Pokoknya jangn lupa dateng dan ini undangannya. Dari kemarin gue mau ngasih lupa eh sekarang gue udah sibuk banget jadi bingung, untung kalian dateng." ujar Ica.


"Oke deh, nanti kita berdua dateng tenang aja." ucap Salsa dan di angguki oleh Dimas.


Dan mereka melanjutkan pembicaraan di teras depan rumah Aldo. Sampai pukul 16.45 Dimas dan Salasa memutuskan pamit untuk pulang.

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐ŸSampai jumpa๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบBersambung๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2