
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Namun Saat Aldo ingin mengabil kedondong. Tiba-tiba Adlo berubah menjadi begitu panik saat beberapa warga berjalan melewati jalan ini.
Dengan cepat Aldo segera menarik Kendondong dengan cepat hingga beberapa batang dan dedaunan yang ikut tercabut.
Aldo segera masuk kedalam mobil dan menyalakan kendaraanya.
"Huf, selamat." ucap Aldo saat mobil sudah melaju.
Kembali ke tempat Ica.
Kini Ica sedang mengemil sambil menonton tv. Ica sudah pulang saat makanan yang ia makan di pantai habis, kembali ketempat penginapan dan membersihkan diri.
Karena dari pantai tempat penginapan tidak begitu jauh jadi Ica dapat pulang sendiri.
"Aduh, Mas lama banget sih. udah 3 jam lebih enggak pulang-pulang. Apa jangan-jangan dia nyasar." ucap Ica yang mulai kawatir dengan Aldo.
Saat Ica ingin menelpon Aldo. Namun, bel berbunyi.
"Itu pasti, Mas Aldo." ucap Ica lalu bergegas turun untuk membukan pintu.
"Mas." panggilnya saat membuka pintu.
"Hay sayang, aku sudah bawakan yang kamu mau." ucap Aldo memperlihatkan tentengan kedondong di tangannya.
"Aku udah enggak kepengen, Mas." ucap Ica.
"Kok enggak kepengen, kepengen dong." ucap Aldo.
__ADS_1
"Tapi gimana ? Aku udah enggak mau. Mas simpen ajah. Siapa tau besok aku mau makan." ujar Ica naik kembali menuju kamar. Meninggalkan Aldo yang memasang muka masam.
"Huf, gini ama mau nyenengin istri." ucap Aldo lunglai. Serasa tak bertenaga untuk berjalan.
Setibanya Aldo di dalam kamar dan Aldo membersihkan diri terlebih dahulu kemudian langsung menjatuhkan diri di atas tempat tidur.
"Aduh, nyamannya. Aku baru tau ternyata kasur bisa senikmat ini." ucap Aldo samil mengusa-usap kasur.
"Ih, Mas ini, sama kasur aja nabsu!" ketus Ica.
"Ini bukan nabsu sayang, ini menikmati. Badan aku lelah banget dan saat tiduran badan aku langsu rileks. Lagian buat apa sama kasur nabsu. Liat kamu baru aku nabsu itu mah enggak usah di tanya lagi. Aku selalu nabsu sama kamu." ujar Aldo.
"Ih, Mas mesum." ucap Ica malu.
"Biarin. Sama istri sendiri boleh dong mesum." ucap Aldo yang tangan mulai menggerayang kesana kemari.
"Ih, mas mulai deh tangannya." ucap Ica memukul tangan sang suwami.
"Bagi yang, satu kali ajah. Masa aku enggak dapet hadia udah berhasil ambilin kamu kedondong." ucap Aldo mulai menciumin leher Ica.
"Ih, Mas! Aku enggak pengen. Aku tiba-tiba jadi benci liat muka kamu!" ucap Ica.
"Yang? Kini disini untuk honeymoon? Kok kamu tega bang benci liat muka aku." ucap Aldo lesu.
"Jangan dong. Aku enggak bisa tidur kalau engga nyiumin aroma tubuh kamu, aku enggak bisa tidur kalau enggak meluk kamu. Dan juga aku udah mandi sayang. Aroma aku kaya biasanya kok." ucap Aldo mengendu-endus tubuhnya.
"Idung kamu mampet kali Mas, aku ajah sampe mual gini, Uweeekk" ujar Ica.
"Kamu sakit kali yang, aku pijet ajah ya?" ujar Aldo memegang tangan Ica.
"Ih, lepasin. Aku bilang aku benci liat muka kamu. Aku enek nyium aroma tubuh kamu, Mas! Minding cepet kamu turu dari kasur!" usir Ica.
"Yaampun, ya allah apakah salah hamba. Tolong sadarkan istri hamba ya allah." ucap Aldo bersujut berdoa.
"Jangan lebay deh, Mas! Aku itu enggak aniayah kamu. Aku cuman enggak mau tidur seranjang sama kamu. Udah tidur gih Mas jangan berisik! Aku juga udah ngantuk!" ucap Ica merebahkan tubuhnya dan memejamkan kedua matanya.
Sedangkan Aldo terus menciumin aroma tubuhnya.
"Enggak bau kok, sebenarnya ada apa sih sama istriku ini. Biasanya juga nempel enggak mau lepas sekarang malah di usir." gerutu Aldo yang merebahkan dirinya di atas sofa.
__ADS_1
Pagi harinya Ica bangun lebih dulu. melihat suwaminya yang meringkuk di atas sofa, Ica jadi kasihan.
"Kenapa aku bisa begitu jahat sama suwamiku. Kasian juga liat Mas tidur begini." batin Ica.
"Mas." panggil Ica membangunkan Aldo.
"Apa sayang?"tanya Aldo dengan suara serek khas bangun tidur.
"Kamu pindah Mas ke tempat tidur ajah." ujar Ica.
"Boleh?" tanya Aldo memastikan.
"Iya Boleh, Mas." ujar Ica.
"Yaudah, kamu harus ganti rugi karena nyuruh suami kamu tidur di sini." ucap Aldo menunjuk bibirnya.
"Ih, enggak mau ah, kamu bau belum gosok gigi." ucap Ica.
"Yaudah aku enggak mau pindah, biarin ajah aku sakit." abek Aldo.
"..., yaudah deh sini, sekali ya Mas?" ujar Ica.
"Kok sekali, enggak berasa dong. Tenaganya jadi enggak full. Kamu harus cium ini, ini, dan Ini" ucap Aldo menunjuk bibir, kedua pipinya dan keningnya.
"Rakus, ini namanya perampokkan!" ujar Ica.
"Biarin, aku emang mau ngerampok kamu, ngerampom hati kamu." ucap Aldo.
"Gombal, sini aku cium." ucap Ica mencium kening Aldo terlebih dahulu baru ke pipi kanan dan kiri setelahnya menuju bibir Aldo.
"Hehe, gitu dong. Kan aku jadi seger." ucap Aldo berseri-seri dan naik ke atas tempat tidur.
"Kamu mau aku siapin sarapan apa, Mas?" tanya Ica.
"Aku kepengen makan emi sayang, tapi telornya enggak mau pecah, emi rebus soto pake cabe rawit ijo, pake jeruk nipis plus telur." ucap Aldo.
"Kok tumben, bukannya kamu enggak pernah makan emi." tanya Ica.
"Ica, semalem aku buka-buka youtube gitu terus ada yang masak emi kaya yang aku sebutin tadi, aku jadi kepengen deh. Buatin ya sayang, aku tunggu." ujar Aldo.
__ADS_1
"Kok aku juga jadi ngiler, yaudah aku buat ya. Tunggu ya , Mas." ujar Ica turun kebawah dan membuat sarapan.
๐บ๐บ๐บ๐บSampai jumpa๐บ๐บ๐บ๐บ